Kembalinya Perempuan Buangan

Kembalinya Perempuan Buangan
BAB 32. Wajah Memerah Andra


__ADS_3

Di dalam kamar rias, Layla sudah menggunakan kemeja putih polos dan akan mulai dirias oleh Kris.


Lama ditatap oleh Kris membuat Laila merasa geram pada pria itu.


Bukan karena dia malu pada pria itu, tapi dia kesal jika seorang pria memandangnya terlalu lama, apalagi dengan tatapan kagum yang ditunjukkan oleh Kris.


"Ada apa? Apakah ada sesuatu di wajahku?" Tanya Laila pada pria yang sedang memegang kapas dan pembersih muka.


"Ahh, bukan, aku hanya kagum wajahmu sangat halus dan sempurna.


Bahkan aku tidak perlu mengeluarkan kemampuan terbaik ku untuk membuatmu jadi cantik." Ucap Kris lalu pria itu mulai membersihkan wajah Laila dengan hati-hati.


Dia sangat takut kalau sampai kulit yang halus seperti bayi itu lecet hanya oleh kapas yang ia usapkan di permukaan kulit Laila.


"Riasan seperti apa yang kamu inginkan?" Tanya Kris yang tidak mau bertindak sembarang pada kulit terbaik yang pernah ia rias.


"Aku mau riasan yang sangat sederhana." Jawab Laila yang jelas tahu kalau posisinya di situ hanya sebagai seorang pengasuh bagi Andra.


Seorang pengasuh tidak mungkin melampaui kapasitasnya dengan tampil memukau di acara cara ulang tahun Weleni.


Kris mengangguk lalu melanjutkan pekerjaannya, dan setelah semuanya selesai, pria itu melihat pakaian yang tadi dibawa Samudra.


"Hanya ini gaun yang tersisa, apa kau baik-baik saja dengan gaun ini?" Tanya Kris sembari membuka bungkusan gaun itu.


Gaun yang sangat sulit untuk menyatu dengan tubuh seseorang.

__ADS_1


Tapi begitu menyatu dengan tubuh seseorang, maka tidak ada yang bisa mengedipkan mata saat melihatnya.


"Tidak masalah." Jawab Laila mengambil gaunnya lalu pergi ke ruang ganti dan memakainya.


Begitu keluar dari ruang ganti, Kris sangat terkejut melihat Laila.


"Tunggu! Ada sesuatu yang salah," ucap Kris yang begitu risih saat keindahannya dikacaukan oleh sebuah luka di lengan Laila.


Pria dengan tinggi 180 cm itu segera menghampiri Laila dan melihat tangan Laila.


"Ini luka bakar, aku tersiram air panas." Ucap Laila dengan santai membuat kris merasa sangat sayang bahwa kulit sehalus itu harus rusak oleh air panas.


Tapi untungnya, luka di tangan Laila tidak terlalu parah.


"Tunggu sebentar," ucap Kris meraih beberapa krim lalu mengoleskannya berlapis-lapis hingga kulit Laila terlihat membaik.


"Tentu! Ambillah." Ucap Kris menyerahkan semua krim itu pada Laila membuat Laila merasa sangat senang.


Sementara di depan kamar Laila, dua orang pria yang sudah memakai setelan jas kini duduk berhadap-hadapan.


Keduanya terlihat sibuk dengan pikiran mereka masing-masing.


Tapi beberapa saat, Samudra akhirnya menatap putranya "Siapa yang sudah melukai Laila? Apa kau tahu?" Tanya Samudra.


Mendengar pertanyaan ayahnya, pria kecil itu menjadi sangat marah dan menampakan wajah suramnya.

__ADS_1


"Aku tidak mengerti jika kau menatapku seperti itu." Ucap Samudra mengambil sebuah kertas dan pena lalu diberikan pada Andra.


Tapi Andra hanya meraihnya dan melemparkannya ke lantai lalu menatap ayahnya dengan tatapan tajam menyalahkan.


"Salahku?" Tanya Samudra sama sekali tidak mengerti dengan ekspresi yang ditunjukkan oleh putranya.


Jelas saat Laila tersiram air panas dia tidak ada di sana, bagaimana bisa menjadi salahnya?


Melihat ayahnya yang kebingungan, Andra mengabaikan pria itu lalu berjalan ke pintu dan keluar terus memasuki kamar Laila.


Baru saja Andra membuka pintu saat melihat Laila sedang berdiri dan berbalik menatapnya.


Pria kecil yang melihat Laila langsung menampakkan wajah kemerahan.


Tapi hanya sesaat, saat Samudra membuka pintu di belakang Andra, pria kecil itu langsung masuk ke dalam kamar dan menutup rapat pintu.


"Andra,,, buka pintunya!" Ucap Samudra yang kini memutar-mutar gagang pintu, tapi diabaikan oleh Andra yang sudah berada dalam pelukan Laila.


"Apakah aku cantik?" Tanya Laila pada Andra dijawab anggukan bertubi-tubi dari pria kecil di pelukannya.


Sementara Samudra yang masih berada di luar kamar, pria itu masih ingin melihat Laila tapi ia segera berhenti saat ayahnya datang dan menyuruhnya segera pergi ke taman samping rumah.


@Interaksi


__ADS_1


Kapan otor up 1 bab sehari? Apa pernah kelupaan ya?


__ADS_2