Kembalinya Perempuan Buangan

Kembalinya Perempuan Buangan
BAB 147. Berkunjung ke kantor Laila


__ADS_3

"Kak, kita mau kemana?" Tanya Kendra yang ditugaskan sebagai supir untuk mengantar Samudra.


"Ke kantor istriku!" Jawab Samudra.


"Ohh," Kendra kehilangan kata-kata, pria itu hanya akan pergi ke kantor istrinya, tapi malah menyuruhnya menjadi seorang supir!


Setidaknya, kakaknya harus mengerti bahwa dia juga memiliki pekerjaan yang harus diselesaikan di kantor, kenapa malah membuatnya menjadi seorang sopir?


Kendra terus menggerutu dalam hati hingga mereka tiba dikantor Laila.


Kantor Laila hanya memiliki dua lantai di salah satu gedung serbaguna yang disewakan.


"Sayang!!" Laila sangat terkejut saat ia hendak memasuki lift untuk naik ke lantai 3 dan malah melihat suaminya muncul dari Lift.


Tersenyum dan langsung memeluk istrinya, Samudra tak lupa mendaratkan sebuah ciuman hangat di bibir perempuan itu.


"Aku masih di sini!" Geram Kendra menghela nafas lalu pria itu berjalan meninggalkan dua orang yang masih setia berpelukan.


"Tunggu aku di dalam, aku harus mengantar berkas ini ke lantai atas." Ucap Laila pada suaminya.


"Apa kau kekurangan karyawan?" Tanya Samudra yang tak percaya seorang direktur berjalan kesana kemari hanya untuk mengantar berkas.


"Haha,, bukan begitu, berkas ini harus kujelaskan pada ada salah satu karyawan ku. Hanya sebentar kok." Ucap Laila memukul pelan dada Samudra lalu mendorong pria itu supaya meninggalkannya.


Memasuki jalan rahasia yang langsung sampai di ruangan Laila, Samudra langsung mendapati Kendra yang duduk di sofa sembari melemparkan anggur ke dalam mulutnya.

__ADS_1


"Ada apa Kak?" Tanya Kendra yang melihat Samudra mengelilingi kan pandangannya di ruangan Laila.


"Dimana Andra?" Tanya Samudra.


"Benar!! Di mana keponakanku yang tampan dan menggemaskan?" Kendra berdiri memeriksa kolong meja, lemari dan berbagai tempat-tempat tersembunyi di ruangan itu.


Dia tahu, biasanya keponakannya akan bersembunyi saat melihat ayahnya!


Tok tok tok..


"Nyonya, ini saya, Melinda." Tiba-tiba sebuah suara yang agak familiar ditelinga Kendra terdengar dari balik pintu.


Mendekati pintu itu, Kendra hendak membukanya saat ia baru ingat kalau mereka tidak boleh menampakkan diri pada sembarang orang.


"Kak, bagaimana ini? Apakah aku harus membuka pintu dan menugaskan salah seorang untuk mencari keponakanku?" Tanya Kendra pada Samudra.


Pria itu langsung tersenyum saat melihat foto yang dipajang Laila di atas meja kerjanya adalah foto keluarga mereka.


2 orang pria dan seorang perempuan yang berada di tengah-tengah.


Sang Perempuan tersenyum dengan sangat bahagia sementara dua laki-laki terlihat berwajah datar.


"Kak?! Keponakanku menghilang dan kau malah tersenyum di situ?!" Tanya Kendra yang tidak tahu harus berbuat apa.


Kalau dia keluar, dia akan mendapat amukan dari Laila dan bukan hanya dari Laila, tapi dari 2 pria berhati dingin. Karena Laila ingin merahasiakan hubungannya dengan Samudra.

__ADS_1


Tapi kalau dia tidak keluar dan bertanya, mungkin saja keponakannya sudah dalam bahaya!


Clek!


Kendra terkejut saat pintu tiba-tiba saja terbuka.


Tapi dia menjadi lega saat melihat pria kecil memasuki ruangan dengan wajah datarnya.


"Halo, keponakan tersayang!!" Langsung sambut Kendra sembari mengulurkan tangannya untuk menyentuh Andra.


Ditepis oleh Andra, pria kecil itu langsung berjalan ke arah ayahnya dan mengambil foto yang diletakkan di atas meja.


Mengambil stiker dengan emoticon mengejek, Andra menempelkan stiker itu di wajah ayahnya.


"Ha,, hahaha...." Perbuatan Andra disambut tawa keras Kendra.


Sungguh sebuah penghinaan bagi si jagoan Saudara!


"Aku suka!!" Lagi kata Kendra.


@Interaksi



Bisa di coba nih...

__ADS_1


Pembaca disini bisa jadi visual novel horor otor, soalnya wajahnya pada serem-serem ngeri, apa lagi Si Danisha...🤭


__ADS_2