Kembalinya Perempuan Buangan

Kembalinya Perempuan Buangan
BAB 169. Liburan keluarga


__ADS_3

"Maaf aku terlambat..!" Ucap Kendra yang baru saja tiba.


"Berandal..!" Geram Weleni melihat putranya, ia tahu kalau pria itu baru saja kembali dari suatu tempat untuk bermain-main dengan wanita.


Tidak menghiraukan ibunya, Kendra langsung duduk di salah satu sofa tunggal.


Ia cukup penasaran tentang apa yang membuat ayah dan ibunya mengumpulkan semua orang di hari itu.


'Seharusnya aku menjodohkannya saja dengan Melinda, dengan begitu, aku tidak perlu mengkhawatirkannya lagi. Sebab hanya Melinda yang bisa menanganinya dan hanya Melinda yang yang punya keberanian untuk membantahnya.' gumam Weleni sembari menatap tajam putaranya sebelum menghela nafas dan melihat pada Andra.


"Cucu nenek, Apa kau mau pergi liburan bersama mamamu?" Tanya Weleni.


Andra mendengarkan ucapan neneknya dan langsung melihat mamanya yang duduk disampingnya.


"Ibu, Jangan membuat cucu Ibu kebingungan begini," ucap Laila yang jelas mengerti bahwa putranya sedang bertanya-tanya mengapa hanya dia dan mamanya yang akan pergi berlibur.


Memang itu sangat tiba-tiba dan tidak masuk akal.


"Ahh, jadi begini, salah satu teman dekat ayah kalian akan mengadakan pesta pernikahan untuk anaknya. Dan dia mengundang seluruh keluarga kita untuk menghadiri pernikahannya sekaligus berlibur di pulau kecil miliknya.


"Sebenarnya Ibu tahu, kita semua tidak bisa meninggalkan perusahaan, tapi karena berlibur juga bisa membuat kesehatan Laila dan Andra menjadi semakin baik, maka kami memutuskan kalau kita akan pergi selama 2 hari. Bukan begitu sayang?" Ucap Weleni melihat suaminya.

__ADS_1


"Hmm, Ibu kalian benar, di pulau itu terkenal dengan udara yang sangat bagus dan tempatnya juga sangat tenang. Ini juga baik untuk ibu kalian yang sudah terlalu banyak pikiran untuk beberapa waktu ini.


"Jadi ayah putuskan semua urusan perusahaan akan ditangani oleh asisten Samudra dan asisten Ayah. Hanya dua hari saja lalu kita kembali." Ucap Silas.


"Aku setuju." Jawab Samudra.


"Aku juga, iya 'kan sayang?" Laila melihat putranya.


Andra langsung menjawab mamanya dengan menganggukkan kepalanya dan mengeratkan genggamannya di tangan Laila.


Apapun itu jika dia bersama mamanya!


"Bagus sekali..! Kalau begitu, semuanya sudah diputuskan! Kita akan pergi berlibur!" Ucap Weleni dipenuhi kegembiraan.


Tapi untungnya, kehadiran Laila membuat segala sesuatu yang mustahil bagi keluarga mereka kini bisa terwujudkan.


"Ibu, kau belum menanyakan pendapatku!" Protes Kenndra ketika semua orang sudah senang akan pergi liburan sementara dirinya belum mengatakan apapun.


"Haiss..! Ibu tahu kau akan setuju, di sana banyak wanita-wanita cantik." Ucap Weleni sembari menggertakkan giginya.


"Wanita cantik? Tapi bukan Ibu baru saja bilang kalau di sana tempatnya tenang. Bukankah sekarang jadi-"

__ADS_1


"Maksud ibu, kau bisa melihatnya tapi tidak bisa menyentuhnya! Yang Ibu maksud adalah para perempuan penghuni pulau di sana!" Ucap Weleni yang bisa menebak pikiran putranya.


Apa lagi kalau bukan tentang Bar,,!


Dasar anaknya, pria itu memang hanya berpikir kalau wanita cantik hanya terdapat di bar!


"Tapi, aku rasa Aku tidak bisa pergi." Jawab Kendra sudah merencanakan dalam hatinya jika orang tuanya pergi maka dia akan semakin bebas menikmati hari-harinya.


Paling tidak, selama 2 hari itu dia bebas melakukan apapun yang dia inginkan tanpa adanya pengawasan langsung dari orang tuanya!


"Baiklah, kalau kamu tinggal kau akan dikurung di apartemen mu selama 2 hari penuh! Tidak ada akses keluar, dan juga internet dan segalanya akan Ibu sita!" Ancam Weleni membuat Kendra tidak berdaya.


'Haiss!! Bagaimana bisa aku begitu bodoh? Seharusnya di surat perjanjian yang ditandatangani oleh ayah, aku menambahkan supaya mereka tidak bisa mengatur urusan pribadiku!' gumam Kendra dengan kesal..!


"Baiklah,, baik..!" Jawab Kendra penuh emosi.


@Interaksi



🎁🎁🎁 Kotak 1, 2 atau 3?

__ADS_1


Satu kotak zonk, satu lagi kotak bom dan yang lain kotak ular kobra, silahkan di ambil semua...! Otor ikhlas seikhlas-ikhlasnya..!


__ADS_2