Kembalinya Perempuan Buangan

Kembalinya Perempuan Buangan
BAB 75. Bertemu Ibu Kandung


__ADS_3

Akhirnya, setelah satu minggu berlalu sejak pendaftaran dilakukan, maka kompetisi yang diikuti ratusan programer kini diadakan.


Bersiap dengan semua peralatan dan 2 orang yang disiapkan Samudra untuk membantu Laila, akhirnya perempuan itu berpamitan pada Andra dan samudra.


"Mama, semangat..!!" Bisik Andra pada mamanya.


Pria kecil itu masih belum mau memperdengarkan suaranya pada ayahnya.


Bahkan pada nenek dan kakeknya, ia juga masih enggan berbicara dan lebih suka menggunakan tulisan untuk berkomunikasi dengan mereka.


Hal itu karena nenek dan kakeknya sangat suka mengajukan berbagai pertanyaan untuk memancing Andra berbicara hingga membuat pria kecil itu merasa risih akan sikap kedua Tetua.


"Terima kasih sayang, kalau ibu menang, ibu akan membawamu merasakan sesuatu yang sangat menakjubkan!" Ucap Laila sangat bersemangat membuat pria kecil yang sedang ia bicarai bersorak kegirangan dan memberi ciuman pada Laila.


Setelah momen berpamitan dengan Andra dan Samudra, Laila kemudian menaiki mobil dan bergerak ke tempat kompetisi dilaksanakan.


Tiba di sana, 2 orang yang bersama Laila langsung mengatur peralatannya di meja yang sudah disiapkan untuk masing-masing peserta.


Sementara Laila, perempuan itu masih tertahan di luar karena ia tidak sengaja bertemu dengan ibunya yang datang mengantar Anita.


"Laila?" Ucap Irmawati saat ia sangat terkejut melihat anak perempuannya yang sudah berpisah selama 5 tahun kini muncul di hadapannya.


Bahkan, iya sampai pangling mengenali Laila yang kini sudah berubah sejak terakhir kali dia melihatnya.


"Kau mengenalnya?" Tanya tanya Rizal yang merupakan suami kedua Irmawati dan juga ayah kandung Anita.


"Ahh, dia? Tidak, aku hanya mengetahuinya lewat berita." Ucap Irmawati mengelak.

__ADS_1


Saat itu juga, Anita datang menghampiri kedua orang itu untuk mengajaknya masuk.


Mendengar jawaban Irmawati, Anita tidak mau melewatkan kesempatan itu untuk mengacaukan suasana hati Laila hingga mempengaruhi kompetisi mereka.


"Ayah, dia adalah Laila, teman aku waktu sekolah dulu.


Dia juga di sini untuk mengikuti kompetisi yang diadakan Anderson grup.


Oya Laila, Siapa yang mengantarmu ke mari?" Tanya Anita sengaja memanas-manasi Laila bahwa dia datang diantar oleh ibu Layla sementara Laila sendiri tidak datang diantar oleh siapapun.


Namun, raut kekecewaan muncul di wajahnya saat melihat perempuan di depannya bersikap sangat tenang.


"Aku datang sendiri," jawab Laila sembari melihat pada Irmawati yang terlihat pucat karena takut bila Laila membongkar identitasnya.


"Ahh, sayang sekali, Apakah Ayah dan ibumu sibuk?" Tanya Anita yang tidak mau kalah dan ingin terus menjatuhkan pertahanan Laila.


Bukan begitu Nyonya?" Ucap Laila kini melihat pada Irmawati sambil tersenyum penuh makna.


Melihat suaminya kini menoleh juga padanya, Irmawati menjadi semakin takut.


"Laila, mengapa kau melihat pada ibuku? Apakah kau iri karena aku memiliki seorang ibu dan ayah yang menyayangiku?


Hah, Ayah, ibu, sebaiknya kita pergi saja. Laila memang tidak menyukaiku sejak 5 tahun terakhir.


Aku tidak mau kalau dia juga melampiaskannya pada Ayah dan ibu." Ucap Anita tidak mau menyembunyikan kekesalannya di depan kedua orang tuanya.


"Anita, tidak pantas bagimu berbicara seperti itu.

__ADS_1


Dia adalah temanmu di SMAmu, harusnya kau lebih lembut padanya," Ucap Rizal menegur putrinya sebelum melihat pada Laila dan menepuk lengan kiri perempuan itu.


"Maafkan Anita, dia hanya tidak sabaran. Oya, kalau tidak ada yang datang mengantarmu, bagaimana kalau aku dan istriku menjadi pendukungmu juga?" Tanya Rizal dengan tulus.


Lelaki itu cukup tersentuh dengan cerita Laila dimana kedua orang tuanya kini memiliki keluarga baru dan mengabaikan Laila.


"Terima kasih atas kebaikan Tuan, saya akan sangat senang saat memiliki beberapa orang yang mendukung saya nanti." Ucap Laila dengan wajah penuh terima kasih.


'Saat Tuan mendukung musuh putri Tuan.' gumam Laila mengejek dalam hati.


"Tidak! Ayah,, bagaimana bisa Ayah melakukan itu?!


Dia sudah meremehkan aku sejak kami mendaftar disini, Bahkan dia mengatakan kalau aku adalah orang ren-"


"Anita! Tidak bisakah kau bersyukur sedikit saja karena kau masih memiliki keluarga yang lengkap?


Sementara Laila, dia ditinggalkan oleh orang tuanya untuk keegoisan mereka sendiri!" Bentak Rizal pada putrinya sebelum melihat pada Laila.


"Pokoknya hari ini, kami berdua juga akan mendukungmu.


Tolong lakukan yang terbaik," ucap Rizal menyemangati Laila.


"Terima kasih Tuan, Nyonya. Saya tidak akan mengecewakan kalian." Ucap Laila tersenyum sembari melihat pada Irmawati.


@Interaksi


Dua orang di bawah ini udah vote novel otor belum?😁😁🤭

__ADS_1



__ADS_2