
Tersenyum meremehkan pada Irmawati, Anita langsung menatap wartawan.
"Saya tahu bahwa semua orang menjadi gempar karena hilangnya salah satu ponsel yang diproduksi oleh salah satu brand ternama.
Tapi kenyataannya bahwa ponsel itu sama sekali tidak hilang, Ibu saya hanya lupa menaruhnya di mana.
Dan tujuan saya untuk mengundang kalian semua kemari adalah untuk menyampaikan kabar gembira." Ucap Anita sembari menoleh pada Irmawati sambil melemparkan senyum kemenangan.
"Anita,,!" Ucap Irmawati sambil menggertakan gigi meski dia tidak bisa memarahi perempuan itu karena Rizal berada disampingnya, bahkan sedang merangkulnya.
"Baiklah, jadi kabar bahagianya adalah," Anita mengambil ponselnya dan memperlihatkan sebuah foto dimana sebuah foto masa lalu yaitu Laila dengan Irmawati sedang duduk bersama.
"Ternyata selama ini aku memiliki seorang saudara tiri yang sangat cantik. Namanya Laila!" Ucap Anita membuat para wartawan menjadi kaget.
Bagaimana tidak, pernikahan Irmawati dan Rizal dulunya sangat fenomenal karena masa lalu Irmawati yang sangat ditutupi.
Tapi sekarang, ternyata muncul seorang perempuan yang merupakan Putri Irmawati.
"Nona Anita, bagaimana bisa? Apakah itu benar?" Para wartawan kini melupakan tentang kejadian ponsel mahal yang hilang dan beralih pada kabar baru yang dibawakan oleh Anita.
"Sayang, apakah itu benar?" Tanya Rizal pada istrinya.
"Aku masih sedikit pusing, dapatkah kita kembali dan bicara di rumah?" Ucap Irmawati merasa kepalanya ingin meledak.
__ADS_1
Rizal mengeratkan rangkulannya pada Irmawati, tentu saja ia merasa sangat senang jika saja Laila ternyata adalah anak tirinya.
Namun, mengingat bagaimana Irmawati tidak mengakui Laila sebagai anaknya, ini masih menjadi pertanyaan yang sangat besar!
Melihat pada putrinya, Rizal langsung berkata.
"Besok pagi kami akan mengadakan konferensi pers tentang hal ini.
Tapi untuk saat ini, kami harus kembali dulu, istri saya dalam kondisi tidak enak badan." Ucap Rizal lalu pria itu merangkul istrinya dan menarik Anita memasuki mobil mereka.
Laila yang melihat kejadian itu dari jauh langsung meninggalkan kan tempat itu dan pergi ke basement hotel menemui dua pria yang sudah menunggunya di dalam mobil.
Membuka pintu tengah, Laila langsung disambut oleh seorang pria kecil yang mengulurkan 2 tangannya mengisyaratkan untuk berpelukan dengan Laila.
"Aku sayang mama!" Ucap Andra seolah mengerti tentang beban yang dipikul oleh Laila.
Melihat dua orang yang sedang berpelukan di belakangnya, Samudra entah kenapa merasa cemas bahwa sesuatu yang buruk akan terjadi setelah terbongkarnya hubungan Laila dengan Irmawati.
Namun, pria itu tidak memperlihatkan kecemasannya dan hanya menyalakan mesin mobil lalu mereka meninggalkan hotel itu.
Setelah tiba di rumah, Laila langsung ditarik oleh Andra sampai mereka tiba di kamar Andra.
Andra memberi isyarat pada Laila supaya berbaring di tempat tidur.
__ADS_1
"Aku akan memijat kepala Mama!" Ucap Andra ikut naik ke tempat tidur dan memijat pelan kepala Laila.
"Makasih sayang." Ucap Laila menikmati pijatan Andra sebelum menarik lelaki kecil itu dan tidak memeluk Andra.
"Mama mengantuk. Mama ingin tidur sambil memeluk anak kesayangan mama." Ucap Laila memejamkan matanya hingga ia benar-benar terlelap.
Sementara Samudra yang sedari tadi menahan diri untuk tidak mengganggu Andra dan Laila, akhirnya tidak tahan lagi dan pria itu memasuki kamar Andra.
Seperti biasanya, Samudra menculik Laila dari kamar Andra dan membawanya ke kamarnya.
"Hmm?" Gerutu Laila membuka matanya karena terganggu dengan suasana baru.
"Aku di sini." Ucapan Samudra mendaratkan sebuah ciuman besar di bibir Laila.
Ingin mengakhiri ciumannya, Samudra mengurungkan niatnya saat melihat Laila memejamkan matanya dan menikmati ciuman mereka.
Ciuman penguat itu berlangsung 5 menit sebelum diganggu oleh pintu kamar yang terbuka keras.
@Interaksi
Otor selalu menampung masukan pembaca, tapi,, masalahnya adalah,, kenapa tidak ada yang memberi masukan?
__ADS_1
Semuanya mengisi kolom komentar untuk menghujat otor, bukan kritik membangun untuk karya otor..!! 😒😒