
"Selamat atas kerja samanya Bos! Sekarang kita sudah punya pondasi untuk mengembangkan perusahaan di Australia dan menekan setiap cabang-cabang perusahaan baru dari Anderson grup.Bos benar-benar hebat!" Geral dengan semangat memberi selamat pada ada-ada Dewa yang kini berhasil menandatangani kontrak kerjasama dengan Daff.
"Tentu saja, padahal Daff lebih dulu berbicara dengan samudra, tapi sepertinya pria itu memang tidak memiliki keahlian sehingga tidak bisa memenangkan persaingan mendapatkan kerjasama dengan tuan Daff." Hadi yang ikut bersama kedua orang itu juga bersemangat memuji Dewa.
"Masih ada meeting lain, kalian berdua urus itu." Ucap Dewa meninggalkan Gerald dan Hadi lalu pria itu memasuki ruangannya untuk meraih ponselnya.
'Perempuan ini,' Dewa tersenyum melihat foto Laila 'dia sengaja mencari alasan supaya kami tidak merayakan kemenangannya.
Tapi ternyata dia melakukannya untuk membuat samudra gagal mendapatkan kerjasamanya dengan Daff.
Sayang sekali, meski Samudra gagal bekerja sama dengan Daff, tetap saja misimu akan gagal karena Hx-1 akan terus menekan pergerakanmu.
Saatnya nanti, Samudra akan hancur di tanganku tanpa adanya bantuan darimu.' gumam Dewa benar-benar puas dengan rencananya yang bijak.
Tapi pria itu tidak pernah tahu bahwa di kediaman Samudra, Laila baru saja berhasil membujuk Andra tidur siang.
Setelah meninggalkan kamar Andra, perempuan itu berlari ke kamar Samudra dan menemukan kekasihnya sedang duduk menunggunya di pinggir ranjang.
'Tunggu! Bukankah ini saat yang tepat untuk meminta hadiah?' gumam Laila yang sudah membuka pintu dan disambut oleh senyum Samudra.
Tapi melupakan sesuatu, Laila kembali menutup pintu kamar Samudra lalu berlari ke kamarnya sendiri.
Membongkar lemarinya, Laila hampir membuang seluruh bajunya saat mendapati baju-baju di dalam lemari nya adalah baju-baju yang sangat sopan.
"Bagaimana cara menggoda pria itu dengan baju-baju ini?!" Ucapnya tak habis pikir.
Bagaimana bisa dia berencana menggoda Samudra saat ia lupa menyiapkan alat tempur yang cocok?
__ADS_1
"Sayang?" Tiba-tiba Samudra memasuki kamar Laila karena pria itu merasa bingung dengan sikap Laila yang meninggalkannya dari kamarnya.
Lagi, kini ia mendapati Laila sedang membongkar seluruh isi lemarinya dan membuangnya ke lantai.
"Uhh,, sayang, aku harus mandi dulu! Pakaian ini sudah seharian kugunakan, baunya sangat busuk dan,," Laila memperlihatkan wajah tidak enaknya saat ia menciumi pakaiannya sendiri.
Namun diluar dugaannya, laki-laki yang ada di hadapannya malah mendekatinya dan memberinya ciuman kehangatan.
"Kau pikir aku perduli?" Tanya Samudra langsung mengangkat Laila dan membawa perempuan itu ke atas ranjang.
Berbaring berdua, Samudra memiliki alat Laila dengan pipi mereka yang menempel.
"Ayo tidur siang." Kata Samudra menarik selimut.
'Tidur? Tidak!'
"Lalu kau mau apa?" Suara Samudra terdengar sangat sabar menghadapi kelakuan Laila.
"Aku ingin meminta hadiah. Hadiah atas kemenanganmu hari ini!" Ucap Laila dengan jantung berdegup kencang.
'Sial!! Jantungku ini,, mengapa sangat sulit menggoda Samudra?
Padahal, saat aku menarik perhatian lelaki lain, semuanya berjalan sangat lancar!' gumamnya menarik nafas.
"Hadiah apa yang kamu inginkan?" Tanya Samudra memainkan rambut Laila yang terasa sangat halus di tangannya.
"Apa kau akan mengabulkan apa pun?" Tanya Laila kini memainkan telinga Samudra sebagai bagian tubuh pria yang ia ketahui merupakan bagian paling sensitif.
__ADS_1
Alhasil, apa yang dilakukan Layla benar-benar membuat Samudra panas dingin meski pria itu berusaha bertahan agar tidak melakukan hal macam-macam.
"Tentu saja, katakanlah." Ucap Samudra berserta jantungnya yang kian berpacu cepat dan kencang.
Tersenyum, Laila menarik tangannya dari telinga Samudra lalu menurunkannya ke kemeja pria itu sembari membuka dua kancing kemeja dan menyelipkan tangannya menyentuh dada kiri Samudra.
"Aku menginginkan ini," kata Laila meraba pelan dada pria itu sembari menatap mata samudra dan mendekatkan wajahnya hingga bibir dan hidung mereka bersentuhan.
Berada dalam situasi yang sangat sulit, Samudra memejamkan matanya dan menikmati aroma tubuh Laila.
"Apakah kau sedang menggodaku?" Tanyanya dalam ketidak beranian nya membuka mata.
"Apakah aku terlihat menggoda? Apakah salah menggoda kekasihku?" Tanya Laila sengaja berbicara di dekat bibir Samudra hingga bibir mereka saling tekan dia antara nafas yang terhembus dari setiap kata-kata Laila.
Mendengar ucapan Laila, semua usaha awal Samudra menekan hasratnya langsung buyar seketika pria itu dengan cepat membanting Laila ke samping dan menindihnya.
"Tidak salah menggodaku, tapi harus disertai dengan tanggung jawab! Apa kau yakin bisa bertang-"
"Aku suka itu!! Aku akan bertanggung jawab!" Ucap Laila langsung melingkarkan tangannya di leher Samudra dan menarik pria itu supaya ia bisa mencium bibir pria itu.
'Perempuan ini! Jangan sampai dia menyesal!' Gumam Samudra tidak mau lagi menahan diri.
@Interaksi
Ahaha,, Season 2 RBD bolehlah nama Nhya jadi pemeran jahatnya 😁😁🤭✌️
__ADS_1
BTW, S2 RBD akan rilis bulan 1, semoga gak ada halangan ya... mohon dukungannya semua...