
Kembali dari toilet, Anita langsung menemui Irmawati di ruang istirahat.
"Bagaimana?" Langsung tanya Irmawati yang kini duduk di atas ranjang.
"Aku sudah memasukkannya ke dalam tas Laila.
Sekarang, ayo pergi ke pusat informasi dan katakan kalau kau juga kehilangan ponsel." Ucap Anita lalu kedua orang itu akhirnya Pergi ke pusat informasi dan melihat tas Laila masih ada di sana.
'Bagus, tasnya belum di ambil. Dia pasti sedang mencarinya di tempat lain.' Gumam Anita tersenyum.
"Ada yang bisa kami bantu?" Tanya salah seorang petugas di sana.
"Begini, saya kehilangan ponsel. Ponsel itu adalah pemberian dari suami saya dan sangat berharga bagi saya." Ucap Irmawati.
"Ah, kami akan mengumumkannya, tapi setelah sistem kami diperbaiki. CCTV juga tidak bisa di akses." Jawab petugas.
"Memangnya ada apa?" Tanya Anita.
"Ada kerusakan pada sistem, jadi kami tidak bisa menggunakan peralatan apa pun yang terhubung dengan wireles." Jawab petugas.
"Baiklah, kalau begitu, tolong umumkan nanti." Ucap Anita sekali lagi melirik pada tas Laila yang masih diletakkan di meja.
__ADS_1
"Sekarang aku akan menjaga Laila supaya tidak datang kemari untuk mengambil tasnya." Ucap Anita lalu kedua perempuan itu berpisah.
Sementara Laila, ia sudah mencari ke sana ke mari dan tidak menemukan tasnya.
Ia pun menemui seorang pelayan yang sedang bertugas.
"Permisi, di manakah aku bisa menemukan pusat informasi?" Tanya Laila pada pelayan.
"Ah, ada di sana, tapi saat ini kami sedang mengalami kendala dengan sistem.
Jadi sepertinya tidak bisa mengumumkan apapun dari sana atau pun mengecek CCTV." Ucap pelayan itu.
"Ah,, ini,, aku menjatuhkan tasku di suatu tempat.
Tapi belum menemukannya.
Aku ingin pergi ke pusat informasi tapi katanya sistem sedang terganggu jadi tidak bisa melakukan apapun. " Ucap Laila.
"Tidak masalah, aku akan berbicara dengan asisten ku supaya mencegah siapa pun keluar dari ruangan ini sampai sistem berhasil diperbaiki." Ucap Rizal.
"Itu sangat merepotkan,"
__ADS_1
"Tidak merepotkan. Aku yakin semua orang juga setuju jika mengetahui alasannya." Ucap Rizal.
"Tidak merepotkan. Lagi pula, ponsel ibuku juga hilang, jadi kami perlu mencegah siapapun keluar dari ruangan ini sebelum ponsel itu ditemukan." Ucap Anita yang baru saja tiba.
"Ponsel ibumu hilang? Bagaimana bisa?" Tanya Rizal sangat terkejut karena ponsel yang ia belikan untuk istrinya adalah ponsel berhias berlian dengan harga yang setara dengan 1 unit mobil.
"Iya benar, aku sudah pergi ke pusat informasi dan mereka bilang kalau sistem sedang terganggu jadi tidak bisa mengumumkannya sekarang." Ucap Anita dengan wajah cemas nya.
"Tenanglah, kita pasti bisa menemukannya." Ucap Rizal.
Menatap Anita, Laila merasakan sesuatu yang buruk akan terjadi.
Sangat kebetulan bila tasnya dan ponsel Irmawati hilang secara bersamaan.
'Sial!! Ponselku ada di dalam tas itu, dan aku aku tidak bisa menghubungi Samudra untuk meminta bantuan.' Gumam Laila kini berdiri dengan cemas.
Sementara, di dalam mobil yang terparkir di basement hotel, 2 pria sedang sibuk dengan masing-masing benda di tangannya.
Andra sibuk memantau kamera yang terpasang di baju Laila, sementara Samudra sibuk meretas sistem hotel untuk melihat keberadaan tas Laila.
Setelah memastikan tas Laila ada di pusat informasi, pria itu baru menghentikan peretasannya.
__ADS_1