Kembalinya Perempuan Buangan

Kembalinya Perempuan Buangan
BAB 31. Sia-sia


__ADS_3

Baru saja Samudra menutup pintu lalu berjalan mendekati 2 orang itu, pria itu langsung menyipitkan matanya saat melihat lengan Laila yang kemerahan.


"Apa yang terjadi pada tanganmu?" Tanya Samudra mengulurkan tangannya untuk menyentuh tangan Laila.


Namun, ia belum menyentuh kulit Layla saat Andra dengan sikap posesifnya langsung mencegah tangan ayahnya sekaligus memberi tatapan peringatan pada pria itu.


Samudra menghela nafas, sekarang penghalang kedekatannya dengan Laila adalah anaknya sendiri!


"Apa kau sudah mengoleskan salep?" Tanya Samudra yang sadar kalau dia tidak mungkin bisa mengalahkan anaknya.


"Sudah Tuan. Nyonya tua memberi saya salep dan dibantu Andra mengoleskannya." Jawab Laila membuat Andra semakin besar kepala di depan ayahnya.


Lihat!


Akulah yang ada membantu Kakak aku saat dia terkena masalah!


"Bagus kalau begitu. Sekarang, Andra ikutlah denganku untuk berganti baju karena Laila perlu diurus oleh penata rias supaya bisa menghadiri pesta bersamamu." Ucap Samudra menatap putranya.


"Tuan, saya pikir saya tidak perlu penata rias, saya bisa merias diri sendiri." Ucap Laila yang merasa dalam hatinya bahwa dia sebagai orang asing tidak mungkin mendapat perlakuan terlalu istimewa dari Samudra.

__ADS_1


Meskipun tujuannya adalah memikat hati pria itu untuk menyelesaikan misinya.


Namun begitu, bergerak terlalu cepat juga akan membuatnya terlihat murahan di depan semua orang, terutama di depan kedua orang tua Samudra.


"Jangan menolak, atau aku akan tersinggung. Aku sudah menyiapkannya dia, akan masuk sebentar." Ucap Samudra menatap putranya memberi isyarat pada pria kecil itu supaya mengikutinya meninggalkan ruangan itu.


Andra merasa sangat enggan, apalagi saat ia kembali ingat bahwa penata rias nya adalah seorang pria.


Ia ingin menemani Laila menjaga supaya penata rias itu tidak menggoda Laila.


"Patuhla dan pergi bersamaku, karena seorang perempuan merasa sangat malu didandani didepan orang yang mereka sayangi." Ucap Samudra berusaha mempengaruhi pikiran putranya.


"Itu benar, setiap perempuan akan sangat malu tampil di depan pria yang mereka sayangi, apa lagi saat tidak menggunakan make up." Jawab Laila.


Jawaban Laila langsung membuat Andra tersenyum dan dengan patuh berjalan bersama ayahnya meninggalkan kamar.


Kalau Laila merasa malu tampil tanpa make up di depan Andra, artinya Laila sangat menyayangi Andra.


Pikiran itu membuat Andra tersenyum penuh kebahagiaan dan menghiraukan kalau dia akan berada di tempat asing tanpa adanya Laila di sampingnya.

__ADS_1


Namun, saat Samudra membuka pintu, ia melihat Kris berdiri di depan pintu dengan keringat dingin melingkupi kening pria itu.


"Tu,, tuan." Ucap Kris terbata karena sangat takut kalau sampai Samudra memarahinya karena hilangnya gaun tanpa seizin Samudra.


"Masuk dan rias dia. Aku akan mengurus gaunnya." Ucap Samudra mengambil pakaian Andra dari Kris lalu keduanya membiarkan Kris memasuki kamar.


Setelah mengantar Andra ke kamar di seberang kamar di mana Laila di make up, Samudra meninggalkan pria kecil itu dan pergi ke kamar Selin.


"Kembalikan gaunnya!" Ucap Samudra pada perempuan yang sedang berdiri di depan cermin mencoba salah satu gaun yang diambilnya dari Kris.


"Hah, Jadi kau benar-benar mempersiapkan semua gaun ini untuk pelayan itu?" Tanya Selin menatap tidak suka pada Samudra.


"Apa itu urusanmu?" Tanya Samudra melangkah mendekati Selin dan mengambil salah satu gaun yang diletakkan di atas meja.


"Aku tidak percaya Laila mau bersamamu. Apalagi kalau perempuan itu tahu kau seorang pria impoten yang tidak bisa memberinya kebutuhan seorang istri." Ucap Selin tertawa merendahkan.


"Sekali lagi kau mencari masalah, atau sekali lagi aku tahu kau membuat masalah, jangan harap kau masih bisa menggunakan statusmu untuk melindungi diri!" Ancam Samudra sebelum pria itu keluar dari kamar Selin.


"Samudra, ck,, ck,, sia-sia saja kau mengambil gaun itu." Ucap Selin tertawa getir karena gaun yang diambil oleh Samudra adalah gaun terjelek yang dibawa oleh Kris.

__ADS_1


Tidak mungkin mengalahkan keindahan gaun yang dipilih oleh Selin.


__ADS_2