
"Jadi, apa kau mau menikah denganku?" Tanya Samudra.
Memandangi pria yang kini memegang tangannya dengan hangat, Laila merasakan hatinya berdesir seolah hatinya tiba-tiba memiliki sayap indah dan hendak terbang membawanya ke sebuah alam tampa rasa sakit, hanya ada kebahagiaan.
Namun, mengingat kembali bagaimana latar belakang keluarganya berbanding dengan latar belakang keluarga Samudra, sayap yang semula sempurna itu tiba-tiba saja rusak sedikit demi sedikit.
"Apa aku pantas bagimu?" Tanya Laila.
Mendengar ucapan Laila, Samudra dengan spontan memeluk erat perempuan itu.
"Akulah yang seharusnya bertanya seperti itu." Kata Samudra membuat sayap di hati Laila kembali bermekaran seolah mereka berdua memang ketidak sempurnaan yang dipertemukan supaya bisa menjadi sempurna bersama.
"Tidak!! Siapa bilang kau tidak pantas untukku!
Justru aku sangat beruntung memilikimu dan aku mau menjadi bagian dalam hidupmu selamanya." Ucap Laila membuat Samudra semakin mempererat pelukannya karena perasaan senang yang menyelimuti hatinya.
Setelah berpelukan agak lama keduanya akhirnya melepaskan pelukan itu dan menghadap pada petugas pencatatan sipil yang sudah menunggu mereka.
"Kami akan mendaftarkan pernikahan kami." Ucap Samudra dengan senyum mengembangnya membuat petugas pencatatan sipil terbengong sesaat.
Bagaimana tidak, itu pertama kalinya dalam hidupnya ia bertemu dengan Samudra secara langsung dan keberuntungan yang paling besar baginya adalah menjadi petugas pencatatan sipil pernikahan pria itu.
__ADS_1
Apalagi, ia diberi bonus menyaksikan senyuman pria itu.
Menyelesaikan prosedur dengan petugas pencatatan sipil, dua orang yang akhirnya sah menjadi sepasang suami istri secara hukum, mereka kembali berpelukan hangat ditutup sebuah ciuman penuh cinta.
"Dengan demikian, Samudra Anderson dan Laila, secara hukum sah menjadi sepasang suami istri!" Ucap petugas pencatatan sipil disambut tepuk tangan semua orang.
"Astaga,, ini mengharukan," ucap Kendra memegangi ponsel yang sedang merekam kejadian mengharukan itu.
Selesai berciuman, Samudra diberikan mic oleh Ell yang menjadi dalang dibalik suksesnya pernikahan dadakan yang direncanakan Samudra.
"Terima kasih untuk semua orang yang sudah mau menjadi saksi pernikahan saya dengan istri saya.
Memilih hari itu sebagai hari untuk berlibur bersama keluarga mereka ternyata membawa kan mereka pada sebuah keberuntungan mendapatkan apartemen gratis!
Bukan hanya itu, yang lebih penting mereka telah menjadi saksi pernikahan seorang pengusaha nomor 1 di negara mereka!
Mengembalikan mic-nya ke Ell, Mereka kemudian berfoto berdua.
Pose yang mereka gunakan memperlihatkan keintiman kedua orang itu seolah tak ada lagi pasangan pengantin yang akan menyayangi mereka.
Para Lajang yang ada di ruangan itu merasa sangat iri dan dalam hati mereka berpikir untuk segera menemukan pasangan dan mengadakan pesta pernikahan seperti Samudra dan Laila.
__ADS_1
'Sialll dari mana Kakak belajar berpose di depan kamera?' gerutu Kendra dengan mata dan hatinya yang terlalu sakit melihat perubahan kakaknya!
Setelah sesi berfoto oleh 2 pengantin, Andra diantar Kendra ke atas panggung lalu satu keluarga kecil itu berfoto bersama.
Namun, ada yang aneh dari foto mereka bertiga, terlihat Samudra didorong oleh Andra hingga pria dewasa itu tak masuk lagi ke kamera, kecuali satu tangannya yang tetap memegang tangan Laila.
"Cih!! Dasar keponakanku! Kau memang pahlawan Paman!!" Seru Kendra merasa sangat puas.
Meski Samudra sangat pandai merayu perempuan, tapi pria itu bahkan tidak bisa memenangkan hati anaknya sendiri.
Setidaknya, kakaknya memiliki satu kelemahan!
Dan satu saja kelemahan itu sudah membuat Kendra sangat bersukacita!
@Interaksi
Satu BAB lagi nanti malam ya... semoga gak ada halangan.
Sebelum Laila datang ke dunia.
__ADS_1