Kembalinya Perempuan Buangan

Kembalinya Perempuan Buangan
BAB 180. Perkelahian berdarah-darah


__ADS_3

Setelah 3 menit berada di dalam kamar, terdengar suara gedoran pintu kamar.


"Apa itu??" Ucap Melinda dalam ketakutannya.


Selain takut pada pria yang ada di luar kamar, Ia juga takut pada Kendra.


Bagaimanapun, dia mengenal Kendra sebagai pria gila ****, dan dia tidak mungkin menang melawan pria itu.


"Kau tetap diam di sini, aku akan menemuinya." Ucap Kendra meninggalkan Melinda.


Setelah membuka pintu kamar, Kendra melihat pria itu sedang bersandar di dinding smabil menahan nafas yang menderu karena pengaruh obat.


'Sial..! Badjingan ini benar-benar niat untuk melecehkan Melinda. Untung saja perempuan itu meninggalkan barangnya di kamarku. Kalau tidak, dia sudah berakhir dari beberapa menit yang lalu!' gumam Kendra.


"Kau menyimpan gadis itu? Bukankah kau bilang kau tidak tertarik dengannya?Berbagilah denganku..!" Ucap Barry tanpa ada basa-basi.


"Dia milikku, kau bisa pergi mencari perempuan lain atau aku bisa memesankanmu kalau kamu mau." Ucap Kendra.


"Haha,, tidak,, Aku tidak menginginkan gadis lain selain gadis polos yang kau sembunyikan di dalam kamar mu. Mengapa tidak berbagi denganku saja?" Tanya Barry.


Dulunya, mereka berdua sering menghabiskan waktu untuk berbagi perempuan yang sama.


Kendra bisa mengerti mengapa pria itu berpikir demikian, tapi untuk kali ini, dia tidak akan memberi kesempatan pada sahabat lamanya itu untuk menyentuh Melinda walau hanya sedikit saja.

__ADS_1


"Ini terakhir kalinya aku mengatakan padamu, sebaiknya Kau Pergi dan cari perempuan lain." Ucap Kendra.


"Kau ingin merusak persahabatan kita hanya karena seorang wanita? Baiklah,," Jawab Barry yang sementara menahan dirinya Karena obat yang ia konsumsi sudah semakin bekerja hingga membuatnya sangat tersiksa.


"Pergilah." Ucap Kendra mengabaikan sahabat lamanya dan membuka pintu kamar untuk meninggalkan pria itu.


Namun sayangnya, kesempatan itu digunakan Barry untuk menerobos ke dalam kamar.


"Brengsek..!" Umpat Kendra mengejar Barry.


"Ahhh!!!" Melinda yang awalnya duduk di pinggir ranjang langsung berlari ke sudut ruangan sambil berteriak dengan histeris.


Ia ketakutan dengan air matanya yang kini tumpah ruah membasahi pipi polosnya.


Dalam sekejap, perkelahian dua sahabat lama tidak dapat dihindarkan dengan iringan teriakan histeris Melinda yang ketakutan di sudut ruangan.


Karena badan Barry jauh lebih kekar dari Kendra, dan lagi, pria itu dikuasai oleh obat, maka Kendra dengan cepat dikalahkan oleh Barry.


"Pria bodoh..! Hanya perempuan saja dan kau tidak mau berbagi?! Aku akan menyetubuhinya di depan matamu!" Ucap Barry melayangkan beberapa tinju di wajah Kendra yang sudah berbaring di lantai.


Melihat darah sudah mengotori lantai, Melinda semakin ketakutan. Perempuan itu meraih sebuah pajangan yang terbuat dari keramik lalu dengan tubuh gemetaran mendekati Barry dari belakang.


Prank!

__ADS_1


Pajangan itu pecah di kepala bari membuat Barry menjadi semakin geram dan berbalik menatap Melinda.


"Gadis polos, kau berakhir sekarang..!" Ucap Barry dengan mata melotot penuh nafsu hendak menyerang Melinda.


Untungnya, Kendra masih memiliki sisa tenaga dan menggunakan seluruh tenaganya untuk melemparkan diri ke arah Barry hingga mereka berdua terjatuh di depan Melinda .


"Aahh!!" Melinda sekali lagi berteriak dan tersungkur ke sudut kamar hotel. Tenaganya sudah terkuras banyak hanya karena perasaan takutnya.


"Brengsek..!" Umpat Barry sembari berusaha menyingkirkan Kendra dari tubuhnya.


Tapi Kendra tidak mau mengalah, pria itu memeluk erat Barry sebagai cara terakhirnya nntuk menghentikan pria itu bergerak leluasa untuk menyentuh Melinda.


Melihat Kendra tidak mau melepaskan diri darinya,, Barry meraih sebuah patung pajangan yang terbuat dari batu dan memukulkannya ke kepala Kendra.


Dalam sekejap, darah yang begitu banyak membasahi kedua pria itu.


"Tolong..!!!" Melinda ketakutan, tapi dia tidak berdaya karena seluruh tubuhnya menjadi lemas.


Itu pertama kalinya dalam seumur hidupnya melihat perkelahian berdarah-darah secara langsung!


@Interaksi


__ADS_1


Napa nanya sama otor? Yang mau balas dendam kan si Laila..👀👀


__ADS_2