
Setelah Laila keluar dari rumah sakit, perempuan itu terus berada di rumah karena Samudra tidak mau jika Laila sampai kelelahan karena mengurus kantornya.
Dengan begitu, Melinda jadi lebih sering datang ke rumah Samudra untuk mengantar berkas berkas yang memerlukan tanda tangan Laila.
Pertemuan Melinda dan Kendra pun menjadi lebih sering. Namun keduanya lebih suka bertengkar daripada saling mengabaikan apalagi saling bersikap ramah.
"Bos," Melinda menyerahkan berkas-berkas yang ia bawa.
"Kau habis bertengkar lagi dengan Kendra?" Tanya Laila meraih berkas-berkas itu dan mengambil salah satu untuk diperiksa.
'Uh,, Nyonya Bos tahu dari mana? Apakah dia mengawasi ku lihat CCTV?' Gumam Melinda memperhatikan CCTV di sudut ruangan itu.
"Aku tidak memeriksa CCTV, aku hanya melihatnya dari raut wajahmu." Ucap Laila bisa menebak jalan pikiran Melinda.
"Ah,, Bos," Melinda menyentuh wajahnya.
"Biar ku beri tahu sedikit pengalaman. Biasanya, jika kamu terlalu membenci seseorang maka suatu saat kamu menjadi terlalu mencintainya." Ucap Laila membuat Melinda terbatuk-batuk karena tersedak air liurnya sendiri.
"Apa yang dikatakan Layla itu benar. Mungkin saja kamu akan menjadi menantu ku." Sambung Weleni yang baru saja memasuki ruangan Laila untuk membawa segelas teh jahe.
"Nyonya," Melinda langsung membungkuk pada Weleni untuk menghormati perempuan itu.
Cukup lama dia membungkuk karena merasa malu untuk mengangkat wajahnya.
'Apakah keluarga kaya selalu seperti ini, terlalu terus terang?!' Gumam Melinda tak percaya.
__ADS_1
"Tidak usah malu." Ucap Weleni sembari meletakkan teh jahe di samping Laila.
"Jangan lupa menghabiskan ini, ibu harus keluar untuk membeli beberapa barang." Ucap Weleni.
"Terima kasih Bu," ucap Laila tersenyum meraih teh jahenya dan meneguk sedikit.
"Ibu pergi dulu, oh ya Melinda tolong kamu awasi dia supaya jangan terlalu lama bekerja." Ucap Weleni melihat tumpukan dokumen yang dibawa oleh Melinda.
Menurutnya, dokumen itu terlalu banyak untuk diperiksa Laila dalam satu waktu sekaligus.
"Baik Nyonya." Jawab Melinda.
Setelah Weleni keluar, Melinda kembali menatap pada Laila dan pada teh jahe yang baru saja dibawakan oleh Weleni.
"Kau boleh duduk menunggu atau jalan-jalan mencari udara segar. Bekas ini cukup lama untuk diperiksa." Ucap Laila.
"Baik Nyonya Bos," jawab Melinda lalu perempuan itu berjalan ke arah pintu.
"Tunggu," ucap Laila menghentikan langkah Melinda.
"Ya Bos," jawab Melinda.
"Kau boleh pergi kemanapun tapi jangan membuka kamar manapun, usahakan juga untuk tidak membuat suara dari langkah kakimu." Lagi kata Laila membuat Melinda melihat kearah kakinya yang dibungkus oleh sepatu pantofel.
"Baik Nyonya Boss." Jawab Melinda.
__ADS_1
Setelah keluar dari ruang kerja Laila, Melinda berdiri di depan pintu memandangi sepatunya.
'Ini akan menimbulkan suara.' gumamnya melepas sepatunya dan menentengnya ke lantai 1.
Dia melihat sebuah taman yang indah di samping rumah Samudra jadi dia berencana duduk-duduk di sana sebentar.
"Woah,, taman orang kaya memang sangat berbeda!" Ucap Melinda mengagumi desain taman itu sembari duduk disalah satu kursi taman.
"Aku sangat ingin mengambil kenang-kenangan di sini, siapa tahu nanti aku bisa menjadi orang kaya dan membuat taman seindah ini.
"Sayang sekali aku tidak boleh meninggalkan jejak apapun di rumah ini," ucap Melinda yang jelas tahu kalau Laila tidak mau kehidupan pribadinya di ekspor, jadi bisa bahaya jika seseorang tiba-tiba mengambil hp-nya dan melihat fotonya di rumah Laila.
Sementara tak disadari oleh Melinda, seorang pria sedang memperhatikannya dari balik jendela.
'Melinda, bagaimana cara mengusirnya dari sisi Kakak ipar?! Dia selalu mengganggu pemandangan ku setiap kali datang ke rumah ini!' gumam Kendra yang sangat tidak menyukai Melinda.
'Hah,,, harusnya hari ini aku tidak berada di rumah ini, tapi karena Kakak ipar sakit, aku harus bertemu perempuan pengganggu itu..!' Gerutu untuk Kendra sudah menyesal menerima permintaan ibunya untuk mengawasi Laila selama ibunya pergi berbelanja.
@Interaksi
Udah tahu gak mungkin, tapi masih dibilang juga... Heuuu....!
Orang tua Laila belum membalas chat otor, jadi belum bisa datang menjumpai kalian....!
__ADS_1