
'Dasar kesayanganku, haruskah sampai segini baru dia merasa tenang?' gumam Laila tak habis pikir dengan tingkah samudra yang terlalu jauh.
Namun, dia juga merasa sangat beruntung memiliki Samudra yang terlalu menyayanginya.
"Kasus ini akan di bawa ke rana hukum." Ucap Jenderal Guslan sembari duduk menggantikan anggotanya yang kini berdiri memberi hormat.
"Jenderal, kami masih sementara membicarakan kasus ini.
Belum ada keputusan dari kedua belah pihak apakah kami akan meneruskannya ke jalur hukum atau menyelesaikannya secara kekeluargaan." Ucap Rizal dengan suara ramanya.
"Tapi, Anderson group sudah meminta saya untuk mengurus kasus ini dengan serius.
Kecuali, jika Nona Laila berubah pikiran dan berbicara dengan Tuan Samudra." Ucap Jenderal Guslan langsung menampar pipi Anita dan Irmawati.
Jika mereka berdua menghadapi Anderson group maka bisa dipastikan apa yang sudah mereka lakukan akan segera terbongkar!
Dan pada akhirnya, yang akan mendekam di penjara bukanlah Laila, tapi mereka berdua yang sudah memfitnah Laila.
"Maaf, tapi jika saya boleh tahu, mengapa seorang pelayan di rumah keluarga Anderson mendapat perlakuan yang sangat istimewa seperti ini?
__ADS_1
Bukankah seharusnya setelah pelayan ini ketahuan mencuri ponsel orang lain, keluarga Anderson menjadi lebih hati-hati untuk berhubungan dengannya?" Tanya Irmawati yang sama sekali tidak mengerti dengan pemikiran keluarga Anderson.
Laila hanya pelayan!
Mengapa harus menurunkan seorang kepala Polisi untuk menangani kasusnya?!
Lebih tepatnya, mengapa keluarga Anderson membuang-buang waktu dan tenaga hanya untuk seorang pelayan?!
"Itu bukan urusan saya, yang jelas hari ini kami akan mengurus kasus ini sampai ada keputusan dari Tuan Samudra." Ucap jenderal Guslan membungkam Irmawati dan Anita.
"Baiklah, kami mengerti. Jadi, dapatkah kami meminta waktu sebentar untuk berbicara, saya ingin membahas sesuatu dengan Laila." Ucap Rizal setelah membaca situasi bahwa mereka tidak akan bisa bernegosiasi dengan kepala Polisi itu.
"Laila, aku tidak keberatan jika masalah ini dibawa ke ranah hukum karena aku juga percaya bahwa kamu tidak mungkin melakukan hal rendah seperti mencuri sebuah ponsel.
Tapi, jika keluarga Anderson melakukan ini karena menginginkan sesuatu darimu, kau bisa memberitahuku dan aku akan membantumu menghadapi keluarga Anderson." Ucap Rizal yang mengira bahwa Laila mungkin ditolong oleh keluarga Anderson karena menginginkan sesuatu dari Laila sebagai imbalannya.
Apalagi, mengingat kedua tetua Anderson sangat menyukai Laila, Rizal sangat takut kalau saja kedua orangtua itu memaksa Laila berhubungan dengan salah satu Putra nya dimana kedua putra dari keluarga Anderson tidak ada yang beras.
Yang satu gila wanita, sementara yang lain memiliki orang putra dari seorang perempuan yang tidak diketahui identitasnya.
__ADS_1
Meski tidak ada yang berani mengatakannya, tapi dalam hati setiap orang, apalagi laki-laki dan seorang ayah seperti Rizal, dia jelas mengetahui bahwa hal seperti itu sangat tidak beradab!
"Ahh tunggu! Aku rasa masalah ini tidak perlu dibawa ke jalur hukum.
Itu hanya sebuah ponsel yang sudah ditemukan, jadi tidak perlu memperpanjang masalah ini.
Bagaimana menurutmu Laila?" Tanya Anita yang kini berbalik takut saat ia harus menghadapi keluarga Anderson dan terutama harus menghadapi ayahnya sendiri!
Lagipula, jika keluarga Anderson sudah campur tangan, maka bukan tidak mungkin bahwa ia akan segera ketahuan sebagai pelaku dibalik ponsel yang hilang itu.
"Anita?! Apa maksudmu berbicara seperti itu?!" Tanya Rizal yang merasa aneh dengan sikap putrinya.
Sebelumnya, putrinya sangat bersikeras supaya kasus itu dibawa ke rana hukum, tapi sekarang?
Rizal merasakan sesuatu yang sudah ditutupi putrinya!
@Interaksi
__ADS_1
Kalo otor nikah, maka resepsinya diadakan di planet mars, emang sanggup bayar sewa roket ke sana? 🤭✌️✌️