Kembalinya Perempuan Buangan

Kembalinya Perempuan Buangan
BAB 130. Sesuatu yang besar


__ADS_3

"Cepat katakan syaratnya!" Ucap Silas.


"Syaratnya adalah, Hm, aku ingin kalian mencabut semua perintah yang melarang ku mengunjungi klub malam!" Ucap Kendra membuat Kedua Tetua sangat terkejut.


Sedangkan mereka memerintahkan semua orang untuk mencegah Kendra masuk ke dalam klub malam, pria itu masih menyewa perempuan ke apartemennya.


Apalagi jika mereka membebaskan Kendra, bukankah sifat berandal Putra mereka akan semakin menjadi-jadi?!


Melihat raut kedua orangtuanya, Kendra yakin kalau kedua orang itu sedang berpikir-pikir.


"Baiklah, kalau ayah dan ibu tidak mau maka aku akan menghentikan semua usahaku untuk membuat kalian memiliki seorang cucu baru!


Bahkan!


Jangan pernah berharap kalian juga akan menimang cucu dari anak bungsu kalian ini!


Padahal, tinggal satu langkah lagi, dan mereka akan,, tapi karena kalian tidak mau, maka ya sudah!!


Aku bahkan akan melakukan hal sebaliknya, membuat mereka semakin jauh!" Ucap Kendra mengancam orang tuanya!


"Tunggu! Kalau kami mencabut semua perintah itu, apa kau yakin bisa membuat Laila hamil dalam waktu 1 bulan?" Tanya Silas kini mulai tergerak.


"Jelas!! Aku bersumpah demi Tuhan kalian!!" Ucap Kendra karena pria itu benar-benar tidak percaya dengan Tuhan!


Jadi Tuhan mana yang ia miliki untuk disumpahkan?

__ADS_1


"Tuhan kami juga Tuhanmu! Tapi,, kalau kau bisa diandalkan, maka kami akan menyetujuinya!" Ucap Silas.


"Sayang!! Bagaimana bisa kau berkata seperti itu?!


Untuk mendapatkan cucu, kau ingin mengorbankan anak bungsu kita?


Pikirkan apa yang terjadi kalau kita menarik perintah itu?


Anak kita ini, anak bungsu kita mungkin akan meninggal dengan semua dalaman perempuan menyelimutinya!" Ucap Weleni dengan kegeraman.


"Sayang, apa salahnya? Bahkan jika kita memelihara Kendra dengan baik, pria ini tidak akan menghasilkan apapun untuk keluarga kita!" Ucap Silas membuat Weleni tak habis pikir.


Bagaimana bisa mereka membuang darah daging mereka sendiri?


Tapi perempuan itu terkejut saat melihat kearah putranya yang sangat biasa-biasa saja mendengar ucapan Silas.


'Astaga, apakah suamiku dan putraku masih waras?


Yang satu tidak peduli dengan darah dagingnya, sementara yang lainnya tidak peduli dengan ucapan yang merendahkan dirinya. " Weleni merasa frustasi.


"Ah, ayah!! Kau sangat benar! Jadi, apakah kita sudah setuju?" Tanya Kendra penuh antusias melihat ke arah ayahnya.


"Tentu saja!" Jawab Silas penuh keyakinan.


"Bravo!!" Sorak Kendra kemudian mengambil selembar kertas yang sudah ia siapkan dan menyerahkannya pada ayahnya Untuk ditandatangani.

__ADS_1


Weleni duduk diam memperhatikan suaminya menandatangani surat perjanjian yang dibuat oleh Kendra.


'Apakah kami masih sebuah keluarga? Mengapa sekarang jadi seperti dua orang asing yang sedang membuat perjanjian?' gumam Weleni tak berdaya.


Setelah setelah selesai menandatangani surat perjanjian yang dibuat oleh Kendra, Kendra mengambil surat itu dan melipatnya dengan hati-hati lalu menyimpannya dengan baik.


"Terima kasih ayah!! Aku mencintaimu!!" Ucap Kendra langsung memeluk ayahnya dengan erat.


"Berhenti berkata-kata! Cepat tunjukkan Apa yang kau punya!" Ucap Silas tidak tertarik dengan ucapan manis Putra bungsunya, karena pria itu lebih tertarik dengan urusan putra sulungnya!


"Baik baik baik!!" Kendra segera menyalakan ponselnya dan memperlihatkan semua foto dan video yang sudah ia siapkan untuk ayah dan ibunya.


Mengambil ponsel itu, kedua Tetua segera duduk bersama menatap layar ponsel Kendra.


Foto Samudra memakai piyama dan pria itu hendak memasuki kamar lalu di zoom lebih dekat memperlihatkan leher Samudra yang penuh dengan memar memar biru.


Lalu video singkat yang diambil Kendra ketika 3 orang sedang berjalan dan video itu lebih fokus pada cara berjalan Laila yang aneh.


"Apa maksudnya ini?" Langsung Tanya Silas dengan hati bergetar.


Mungkinkah,, mungkinkah sesuatu yang besar telah terjadi?!


@Interaksi


__ADS_1


Benar-benar nih orang,, ingat, lu digaji buat kerja, bukan buat baca novel,, heuuu astagfirullah..... tobat...!


__ADS_2