
"Apa katamu?!" Anita menjadi sangat marah.
Bisa-bisanya Laila berkata seperti itu!
Penuh dengan kemarahan, Anita hendak melepaskan diri dari rangkulan Rama untuk memberi pelajaran pada Laila.
Untungnya, Rama menahan perempuan itu.
"Laila, kau sangat sombong! Aku pikir Setelah 5 tahun berlalu, kau akan berubah, ternyata tidak,, kau masih terlalu naif seperti dulu.
Untungnya dulu aku tidak terjebak olehmu." Ucap Rama dipenuhi kekecewaan terhadap perempuan yang ada di depannya.
"Aku mengatakan hal yang sama padamu. Untungnya 5 tahun yang lalu, aku tidak dibutuhkan oleh pria rendahan sepertimu!" Balas Laila tidak mau memberi sedikitpun celah pada orang-orang itu untuk menghinanya.
Justru ia bersyukur lepas dari mereka dan bertemu dengan 2 kesayangannya!
Melihat Laila tidak mau mengalah dan terus membalikkan ucapan mereka, Rama memutuskan untuk mengakhiri pembicaraannya dengan Layla.
"Baiklah, terserah padamu saja. Kami pergi!" Kata Rama lalu berbalik bersama Anita meninggalkan Laila yang kini tersenyum dibalik masker hitamnya.
'Aku menjadi lebih kuat sejak mengingat Samudra dan Andra.' gumam Laila yang pertama kalinya berhadapan dengan orang-orang masa lalunya tanpa terbawa rasa emosionalnya karena penyesalan.
Para pria yang berada di sekitar Laila begitu terkejut karena ternyata Laila dan Rama tidak memiliki hubungan yang baik.
Meski tidak mengatakan apapun, mereka hanya kembali duduk dan berpikir dalam hati masing-masing.
__ADS_1
Merasa lega karena mereka tidak harus kuatir setelah Laila mendengarkan gosip-gosip mereka.
Tapi, mereka juga menjadi takut untuk terlalu dekat dengan Layla karena takut dipermalukan seperti Rama dan Anita.
Sungguh, perempuan yang berdiri di tengah-tengah mereka adalah perempuan dengan lidah yang tajam!
Bisa membalikkan hinaan yang ia terima menjadi hinaan bagi pihak lawan.
Sementara di sebuah kantor, setelah selesai dengan dengan meetingnya, Samudra langsung masuk ke ruangannya dan meminta rekaman CCTV pada asistennya.
"Ini Tuan." Ucap seorang pria yang sekiranya berumur 28 tahun.
Melihat CCTV di mana dalam sebuah ruangan semua orang sedang mengantri giliran mereka untuk mendaftar.
Tapi yang membuatnya menggelapkan tatapannya adalah yang berdiri sendirian di tengah para lelaki!
"Maaf Tuan." Langsung ucap asisten itu meski ia sendiri pun tidak tahu apa salahnya.
"Selesaikan masalah ini! Cepat!" Lagi bentak Samudra menyuruh asistennya keluar dari ruangannya.
Setelah asisten yang keluar, Samudra menggenggam erat tablet di tangannya memandangi perempuan yang terlihat Malang di tengah-tengah ruangan.
Nafasnya sangat berat, dan matanya memerah melihat Laila berdiri sendirian.
'Awas saja! Aku akan memecat semua anggota HRD!' gumamnya merasa sangat menyesal membiarkan Laila mendaftar sendirian dan membiarkan perempuan itu melarangnya melakukan apapun.
__ADS_1
Sementara sang asisten yang keluar dari ruangan Samudra langsung berlari ke lantai bawah menemui Kendra.
Tergesa-gesa memasuki ruangan Kendra, pria itu dikejutkan oleh Kendra yang sedang bersama seorang perempuan.
"Sial!! Ell, kau lupa fungsinya bel?!" Teriak Kendra yang duduk memangku seorang perempuan dengan pakaian berantakan.
Ell langsung berbalik membelakangi Kendra sambil mengumpat berkali-kali dalam hatinya.
'Tidak bisakah dua bersaudara ini menjadi normal walau hanya sebentar saja?!'
"Maaf Tuan, tolong hentikan dulu aktivitas mendesak Tuan. Ini adalah keadaan darurat." Ucap Ell penuh keringat dingin.
Mendengar keadaan darurat yang dikatakan oleh Ell, Kendra langsung menghela nafas sebelum memberi sebuah ciuman di bibir perempuan yang duduk di pangkuannya.
"Pergilah, aku akan memesanmu lagi nanti." Katanya dengan enggan membiarkan perempuan itu turun dari pangkuannya.
@Interaksi
Nih pembaca sok sultan banget, dimintain satu malah di kasih segunung, mau ngalahin kesultanan Otor ya??
Halla, masih kalah jauhlah!!
😁😁😁🤭🤭✌️✌️✌️✌️✌️✌️✌️
__ADS_1
canda ya...