
Laila mengeratkan genggamannya di tangan Andra, "Maafkan Ibu." Katanya.
Pria kecil yang mendengarkan ucapan Laila, dia melihat ke arah perut Laila.
Andra mengulurkan tangannya dan meletakkannya di atas perut Laila.
Perut dari mana dia lahir, dan perut di mana tidak akan ada lagi kelahiran.
"Aku lahir dari sini?" Ucapnya dengan suara penuh haru.
"Sayang," Laila meneteskan air matanya. Ia kebingungan akan mengatakan apa pada pria kecil itu.
"Aku anak Ibu?" Nafas Andra menjadi sangat berat kala pria kecil itu langsung memeluk Laila dan menangis dengan keras.
"Ibu,, ibu,," isaknya.
"Sayang,," Laila ikut menangis dengan haru.
Ketakutannya akhirnya menghilang dan kelegaan memenuhi hatinya.
"Ibu,, aku anak ibu," Isak Andra terus memeluk Laila dengan tubuh gemetar karena menangis.
Tangisan keduanya membangunkan pria yang berbaring di samping Laila.
"Sayang," ucap pria itu dengan suara kuatir meski dia tidak bisa menggerakkan tubuhnya dan hanya tangannya yang sedikit bergeser ke samping.
Melihat Samudra, Weleni langsung berpindah ke samping dan memegang tangan putranya.
"Mereka baik-baik saja. Jangan kuwatir," ucap Weleni menatap wajah putranya.
__ADS_1
"Tapi Bu," Samudra tidak bisa menggerakan lehernya jadi dia tidak tenang kalau belum melihat keduanya.
Mengetahui bahwa suaminya menyangka sesuatu yang lain terjadi, Laila berusaha menenangkan diri.
"Kami baik sayang, kami menangis karena bahagia." Ucap Laila masih sedikit terisak dengan tangan perempuan itu berada di atas kepala Andra.
Sementara pria kecil yang sedari tadi memeluk Laila sambil terisak, dia mengangkat wajahnya dan menoleh pada Samudra.
"Apakah ayah sudah tahu? Aku anak Ibu..! Aku anak kandungnya!" Ucap Andra seolah pria kecil itu sedang memamerkan hubungannya dengan Layla.
Hal itu membuat Samudra tersenyum dan menatap putranya dengan bangga.
"Selamat." Ucapnya.
Ucapan selamat dari Samudra membuat Andra menjadi lebih senang lagi lalu pria itu kembali memeluk Laila.
'Apakah Andra sudah tahu kalau Laila tidak bisa lagi memiliki anak?' gumamnya begitu takut kalau Andra sampai keceplosan dan mengatakan hal tersebut pada Laila.
"Cucuku, bajumu sudah basah oleh air mata, kemarilah dan ganti bajumu sebelum kembali memeluk ibumu." Ucap Weleni.
Andra langsung duduk diatas tempat tidur dan melihat bajunya memang terkena air matanya.
"Ibu, aku sayang ibu..! Aku akan mengganti baju ke sebentar." Ucap Andra lalu pria kecil itu turun dari tempat tidur dan keluar bersama Weleni.
"Kalian istirahatlah." Kata Silas pada dua orang di atas ranjang lalu pria itu juga ikut meninggalkan kamar.
Dia tahu bahwa 2 orang di tempat tidur pasti ingin membicarakan beberapa hal.
"Baik Ayah." Jawab Laila.
__ADS_1
Setelah pintu kamar ditutup, langsung mengulurkan tangannya dan menggenggam tangan samudra.
"Sayang," katanya dengan nada suara kegembiraan.
"Aku lega, sekarang kebencian Putra kita padaku menjadi lebih berkurang saat dia tahu kalau sebenarnya dia adalah putra kandungmu." Ucap Samudra.
"Benar, tapi, apa yang sudah terjadi diantara kamu dan Putra kita? Mengapa dia terus mengabaikanmu?" Tanya Laila.
"Ini karena dia terus menyalahkanku pada peristiwa masa lalu. Saat itu dia masih berumur beberapa tahun, lalu ayah dan ibu memaksaku menikahi Selin. Awalnya Andra begitu senang karena bisa terus menempel pada Selin dan bersikap manja pada perempuan itu.
"Tapi setelah kami menikah, Andra berpikir bahwa aku telah merebut Selin darinya hingga sikap Selin berubah padanya. Itulah mengapa selama ini dia terus berebut untuk mendapatkan perhatianmu.
"Bahkan ketika dia tahu kita akan menikah, dia sangat menentang nya. Tapi berkat Dewa, aku bisa meyakinkannya hingga mau mengjinkanku menikah denganmu Dia mengalami trauma." Ucap Samudra kembali mengingat di mana dia dan Kendra membujuk Andra supaya mau merestui pernikahannya.
"Jadi begitu, tapi Aku penasaran kenapa sikap Selin yang awalnya sangat memanjakan Andra tiba-tiba berubah?" Tanya Laila.
"Dia hanya berpura-pura di depan ayah dan ibu. Setelah kami pindah rumah, tidak ada lagi yang mengawasinya saat aku meninggalkannya bersama Andra di rumah.
"Sepertinya dia menggunakan kesempatan itu untuk menyiksa Andra dan Andra semakin membenciku lagi karena karena aku tidak punya waktu untuk membantunya menghadapi Selin." Jawab Samudra kembali mengingat di mana awal pernikahannya dengan Selin adalah masa-masa terberatnya dikantor karena banyaknya proyek yang harus ia kerjakan.
"Kasian putra kita." Ucap Laila yang semakin menyesal karena tidak bisa mendampingi putranya selama 5 tahun terakhir.
@Interaksi
Tau nih, si otor kalo gak tahu bikin novel gak usah maksa bikin cerita yang gak masuk akal..! Kita membaca buat cari hiburan, bukan buat stres mikirin alur yang gak masuk akal..!
Report..! Report otornya biar pindah dari bumi..! 👀👀
__ADS_1