
Masih terus mencium Layla dan menikmati kehangatan perempuan itu, Samudra tidak ingin melanjutkan aksinya sampai pada tahap yang lebih jauh.
Pria itu menghentikan aksinya meski Ia tetap berada di atas tubuh Laila sambil menatap mata perempuan yang sedang mengambil banyak nafas.
"Siapa kau?!" Tanya Laila dalam keadaan tersengal.
Jika Samudra adalah pria biasa saja, maka tidak mungkin dia merasakan sesuatu yang sangat aneh saat disentuh oleh pria itu.
Selain kejanggalan karena trauma nya tidak muncul, Laila juga merasa familiar pada setiap sentuhan Samudra.
Tapi entah dimana dan kapan,, ia tidak tahu,,
Samudra yang mendengar pertanyaan Laila, pria itu tidak mengatakan apapun karena jelas Laila akan sangat membencinya saat tahu kalau sumber dari segala masalah yang dihadapi Laila adalah dirinya.
"Aku tanya! Siapa kau sebenarnya?!" Lagi kata Laila penuh penekanan menatap tajam pada pria yang ada di atasnya.
"Aku menyukaimu!" Ucap Samudra membebankan tubuhnya pada Laila dan kepala pria itu menyelinap ke leher Laila.
Baru saja mendengar ucapan Samudra, Laila tertegun dengan jantung berdegup kencang namun perasaan hangat menyelimuti seluruh dirinya.
'Kau harus memastikan!'
"Apa yang kau rasakan?" Tanya Laila pada Samudra.
__ADS_1
"Aku senang," jawab Samudra.
"Bukan itu! Apakah jantungnya berdegup kencang?" Tanya Laila ingin memastikan.
"Jantungku berdegup, hatiku terasa hangat dan aku merasa sangat senang." Jawab Samudra kembali membungkam Laila karena Apa yang dirasakan pria itu sama persis dengan yang ia rasakan.
Laila tertegun di tempatnya sambil menatap langit-langit kamar sebelum menyadari kalau dia sudah terjebak oleh Samudra.
"Aku harus pergi!" Ucap Laila hendak melarikan diri, tapi Samudra tidak mengijinkannya dengan menahan perempuan itu diperlukannya.
"Informasi apa yang kau inginkan dariku?" Tiba-tiba tanya Samudra membuat Laila begitu terkejut.
"Apa maksudmu?" Tanya balik Laila sembari bersikap tenang di dalam pelukan Samudra.
'Pria ini,, jadi dia sudah tahu semuanya?' Gumam Laila berusaha berpikir jernih.
"Aku sudha tahu." Ucap Samudra seolah membaca pikiran Laila.
"Omong kosong! Aku hanya perempuan biasa. Sekarang, lepaskan aku!" Laila berusaha memberontak. Tapi tetap saja, Samudra tidak mengijinkannya melarikan diri.
"Aku akan melepaskanmu saat aku sudah tidur." Ucap Samudra tak dihiraukan oleh Laila.
Perempuan itu masih berusaha menggunakan seluruh kekuatannya, tapi dia tak bisa berbuat apa pun.
__ADS_1
Akhirnya ia memilih diam sampai Samudra tertidur lalu pelan-pelan meninggalkan Samudra.
Terbebas dari tindihan Samudra, Laila berdiri memandangi pria yang tertidur pulas di atas ranjang.
'Pria ini, sejak kapan dia tahu kalau aku adalah seorang mata-mata?
Juga begitu, mengapa dia masih membiarkan ku berada di rumahnya saat dia sudah mengetahui identitasku?' pikirnya menyipitkan matanya menatap seorang pria di atas ranjang.
Lama menatap Samudra, Laila memutuskan menggeledah kamar pria itu dan menemukan berkas-berkas penting yang bisa ia serahkan pada Dewa.
'Masa bodoh! Sudah ketahuan begini, secepatnya, aku harus meninggalkan rumah ini dan membawa semua berkas-berkas penting yang bisa membebaskanku dari dewa.
Jika tidak hari ini, akan selamanya Aku terjebak bersama Samudra!' gumam Laila mulai membongkar.
Laila terlalu takut karena reaksi dirinya sama dengan reaksi Samudra.
Gejala menyukai pria itu adalah jantung berdebar kencang, hati yang terasa hangat dan perasaan senang yang menyelimutinya.
Karena Laila juga mengalami hal yang sama, maka ia terlalu cemas jika saja semua itu adalah pertanda bahwa dirinya juga menyukai Samudra.
'Ini semua! Semua ini akan langsung menghancurkan Anderson Group!
Dengan begitu, aku tidak perlu menunggu 6 bulan lagi untuk bebas dari dewa!' gumamnya menatap semua berkas-berkas penting yang sudah ada di tangannya.
__ADS_1