
Berjalan ke kamar Samudra dan Laila, Andra sesekali melihat pada Morgan dan Adelin yang mengikut di belakang Dewa.
Kata-kata Dewa tentang orangtua Laila membuat pria kecil itu sangat penasaran dengan kakek dan neneknya dari pihak Ibunya.
Sementara Morgan dan Adelin yang melihat Andra, keduanya merasa dekat dengan pria kecil itu meski belum tahu alasannya.
"Apa yang kau lakukan kemari?" Kendra yang sedang berdiri di samping ranjang Samudra menatap tajam pada Dewa.
Bagaimanapun, dia adalah salah satu orang yang paling membenci Dewa.
"Apakah dia Laila?" Tanya Adelin mengabaikan Kendra yang sedang berbicara.
Adelin terlalu fokus pada perempuan cantik yang sedang tertidur di tempat tidur.
'Sial..! Dunia sungguh tidak Adil padaku!' geram Kendra hendak mengatakan sesuatu tapi kemudian mengurungkan niatnya saat melihat Andra.
"Dia Ibuku! Siapa kalian?" Andra naik ke tempat tidur dan duduk menatap Adelin dan Morgan.
"Cucuku sayang, jaga Ibu dan Ayahmu, biar nenek yang bicara dengan mereka." Ucap Weleni yang kini berdiri menghalangi tatapan Adelin dan Morgan.
__ADS_1
"Dia adalah majikan Laila, dari keluarga Anderson." Ucap Dewa pada Morgan dan Adelin yang terlihat kebingungan karena Dewa memang belum menjelaskan apapun pada kedua orang itu.
Termasuk hubungan Laila dengan Samudra.
"Ah,, halo Nyonya Anderson, perkenalkan saya Morgan Mattew dan ini istri saya Adelin Mattew." Ucap Morgan memperkenalkan diri pada Weleni membuat perempuan itu terkejut.
Siapa yang tidak mengenal Morgan Mattew dan istrinya?
Semua orang tahu namanya, namun hanya sebagian kecil orang yang mengetahui wajah mereka, apalagi yang pernah bertemu dengan mereka!
Namun begitu, bukan keluarga Anderson jika Weleni tidak bisa mempertahankan harga dirinya di depan Keluarga Mattew!
"Tuan Morgan dan Nyonya Adelin, saya minta maaf, tapi jika ada hal yang perlu dibicarakan maka kita harus berbicara di tempat lain.
"Kami mengerti, tapi istri saya sangat ingin bertemu dengan Layla. Dapatkah membiarkannya tinggal di sini sebentar?" Ucap Morgan yang benar-benar tahu perasaan istrinya dan tidak mau jika perempuan itu menjadi kecewa.
"Baiklah, biarkan dia disini bersama cucu saya." Ucap Weleni lalu semua orang kecuali Andra dan Adelin segera keluar dari kamar.
Mereka semua duduk di ruang tamu.
__ADS_1
Morgan langsung mengeluarkan dua foto yang ia dapat dari dewa dan meletakkannya di atas meja di depan Weleni dan Silas.
Morgan tahu, apapun yang ia katakan tanpa bukti akan ditolak mentah-mentah oleh Weleni sebagai salah satu keluarga terhormat di dunia.
"Foto apa ini?" Weleni mengerutkan keningnya ketika mengambil foto itu dan memperhatikannya.
"Apakah ini foto Laila dengan suaminya?" Komentar Silas saat melihat foto pernikahan yang terlihat kuno.
"Apa?! Bagaimana bisa?" Weleni meletakkan foto itu dan memperlihatkan wajah ketidakpercayaannya.
Ia sangat dan sangat tidak terima!
"Seperti kalian, kami juga tidak percaya saat melihat kedua fotonya yang diambil di masa yang berbeda. Foto pernikahan itu diambil sekitar 20 tahun yang lalu, dan foto yang lain adalah foto menantu kalian." Ucap Morgan menjelaskan.
"Jadi,, jadi perempuan di kedua foto ini adalah dua orang yang berbeda?" Tanya Weleni kembali bersikap tenang mengambil foto di atas meja dan melihatnya dengan seksama.
"Benar sekali, yang satunya adalah foto istri saya ketika masih muda." Jawab Morgan.
@Interaksi
__ADS_1
Maaf, tapi alien buruk rupa dilarang bertamu..! Silahkan ke bumi ajah, disana banyak yang satu jenis sama kamu..!