Kembalinya Perempuan Buangan

Kembalinya Perempuan Buangan
BAB 49. Membujuk Andra supaya bisa bersama Samudra


__ADS_3

Akhirnya, hari senin datang juga, Laila menaiki sebuah taksi untuk mengantarnya ke rumah Samudra.


Duduk di dalam taksi, perempuan itu menikmati saat-saat terakhirnya menggunakan internet sebelum terkurung dalam rumah laknat milik Samudra.


Melihat berita yang beredar, Laila mengernyit saat melihat foto yang diunggah akun resmi Anderson Group.


"Apa?! Jadi Andra bukanlah anak kandung Selin?! Pantas saja!!" Ucapnya sangat terkejut, tapi jauh didalam lubuk hatinya ia merasa sangat senang mengetahui berita itu.


"Apa ini?" Laila juga sangat terkejut saat melihat sebuah berita yang yang mengabarkan Selin telah menggugat cerai Samudra.


"Sial!! Pria keren sepeti Samudra, tidak boleh menduda terlalu lama!" Teriaknya membuat supir taksi merasa sangat terkejut lalu menoleh kearah Laila.


Barulah pada saat itu Layla menyadari apa yang baru saja ia ucapkan.


Memukul mulutnya sendiri, perempuan itu menatap keluar jendela dan mendapati jantungnya berdegup sangat kencang.


"Nona, Apa kau sedang jatuh cinta? Pipimu terlihat sangat merah setelah menyebutkan pria bernama Samudra." Kata sopir yang terlihat sangat ramah.


Laila terkejut lalu melihat ke arah sopir sambil memegangi wajahnya yang terasa panas.


"Tolong lewat di rumah sakit." Kata Laila.


Setelah tiba di rumah sakit Laila langsung menemui seorang psychiater.


"Dok, Saya memiliki trauma yang sudah berlangsung selama 5 tahun.


Saya tidak bermasalah berdekatan dengan pria, tapi untuk melakukan kontak fisik yang terlalu intim, biasanya saya sangat enggan melakukannya.

__ADS_1


Tapi kali ini, saya tiba-tiba bertemu dengan seorang pria di mana saya melakukan kontak fisik dengannya, tapi tidak merasa trauma sedikitpun.


Bahkan saya menyukainya,," Laila menceritakan semuanya pada seorang dokter perempuan.


"Pria itu, apakah merupakan bagian dari masa lalu Anda?" Tanya Sang Dokter.


"Tidak, Ini pertama kalinya saya bertemu dengannya.


Tapi dia adalah seorang pria yang memiliki seorang anak, dan sepertinya saya juga menyukai anak itu, padahal saya awalnya sangat trauma berdekatan dengan anak-anak." Ucap Laila.


"Kalau begitu, Anda harus bersyukur karena mereka akan menjadi penolong buat Anda.


Mintalah pada mereka untuk membantu Anda mengobati trauma yang Anda derita.


Seperti melakukan beberapa hal yang paling Anda hindari saat bersama dengan pria ataupun anak-anak.


"Baik Dok, saya mengerti." Jawab Laila tak yakin.


Setelah meninggalkan rumah sakit, Laila kembali kerumah Samudra.


Memasuki rumah, ia langsung disambut oleh 1 pria kecil dan 1 pria dewasa yang menunggunya di depan rumah.


Seperti biasa, Andra berlari memeluknya dengan erat dan mendapat hadiah kecupan di sekujur wajah pria kecil itu.


Setelah memberi ciuman kangen pada Andra, Laila mengangkat wajahnya melihat seorang pria dengan tampang yang sangat menyedihkan.


Pria itu terlihat kurang tidur, hingga wajah tampannya terlihat suram oleh kantong mata yang sangat besar.

__ADS_1


"Masuklah." Ucap Samudra lalu ketiganya memasuki rumah.


"Laila, kau sudah kembali." Ucap Weleni mendekati Laila dan memeluk perempuan itu.


Ia merasa sangat senang pada Laila karena berkat Laila, selama dua hari terakhir cucu mereka mau bermain dengan mereka.


Itu semua karena Laila membujuk Andra!


Weleni melihat pada putranya "Antar Laila ke kamar." Perintah perempuan itu.


"Baik Bu," jawab Samudra hendak mengantar Laila saat seorang pria kecil memberinya tatapan tajam.


"Sayang, cucu nenek yang manis, kita tinggal saja di sini karena tante Laila perlu beristirahat sebentar. Ok?!" Ucap Weleni menyadari cucu kesayangannya tidak mau membiarkan Samudra mengantar Laila.


Tapi, jelas Andra bukanlah anak kecil yang mudah diatur, dia menunjukkan wajah ketidaksukaannya lalu berjalan kearah Laila memegang tangan perempuan itu.


"Andra sayang, tinggalah disini bersama nenek dan kakek.


Tante akan kembali lagi ke sini." Ucap Laila pada lelaki kecil itu karena jelas dia hanya mau berduaan dengan Samudra.


Wajah Andra masih menunjukkan ketidakpatuhan nya, jadi Laila segera berjongkok didepan pria kecil itu.


"Sayang, tante tidak mau merepotkanmu dengan menaiki tangga yang tinggi ke lantai 2.


Lagipula, Tante hanya pergi berganti baju lalu kemari lagi kemari." Ucap Layla membuat Andra memiringkan kepalanya untuk mencerna kata-kata Laila.


"Cucuku, tante Laila berkata seperti itu karena dia menyayangimu, tidak ingin kau kelelahan.

__ADS_1


Jadi jangan menolaknya atau tante Laila akan merasa sangat sedih." Kata Weleni membuat Andra akhirnya patuh membiarkan Laila dan Samudra pergi bersama.


__ADS_2