Kembalinya Perempuan Buangan

Kembalinya Perempuan Buangan
BAB 66. Sepasang penghianat muncul


__ADS_3

Menghabiskan waktu 2 hari di apartemennya, Laila akhirnya menyelesaikan programnya.


"Hah,, lelah sekali!" Ucapnya meregangkan punggungnya setelah seharian berada di depan komputer.


"Apa kau butuh bantuan?" Tanya Samudra yang kini masuk ke ruangan Laila membawa dua cangkir kopi di tangannya.


"Haha,, kalau aku meminta bantuanmu, bukankah aku curang? Aku bisa menyelesaikannya." Ucap Layla sembari mengambil kopi yang disodorkan oleh Samudra.


"Aku yang akan mengurus pendaftaranmu. Jadi tidak perlu kuatir dan fokus saja pada programmu." Ucap Samudra yang sudah tahu bahwa Laila adalah orang yang sudah dijuluki Hx-1.


"Jangan, aku sendiri yang akan melakukannya. Lagi pula, aku dengar mereka melakukan tes langsung untuk setiap peserta. Aku harus mengikuti prosedurnya supaya tidak menimbulkan kontra di antara para peserta." Ucap Laila.


"Ya,, kebanyakan yang mendafatar belum memiliki kualifikasi, jadi penyaringan juga sangat ketat.


Tapi aku yakin kau tidak perlu melewati proses itu." Ucap Samudra yang sepenuhnya percaya pada kemampuan Laila.


"Tetap saja, aku tidak mau merepotkanmu. Lagi pula, kau harus mempersiapkan cara untuk menghadapi Dewa. Aku tidak mau jika aku malah mengganggumu." Kata Laila kemudian tidak dibantah lagi oleh Samudra.


Pria itu sepenuhnya mempercayai Laila.


...


Di loket pendaftaran, semua programer yang akan ikut dalam kompetisi pembuatan sistem perusahaan yang diadakan Anderson group sudah mengantri untuk mendaftar.

__ADS_1


Antrian yang panjang membuat beberapa orang yang sudah antri dari pagi merasa lelah hingga satu per satu dari mereka memilih duduk di lantai.


Proses seleksi para programmer memakan waktu yang cukup lama sehingga memperlambat jalannya seleksi.


Laila menjadi satu-satunya orang yang berdiri di antara mereka hingga menarik banyak perhatian, apa lagi karena ia datang memakai topi dan masker hitam.


Laila juga menjadi satu-satunya peserta yang tidak datang bersama timnya.


Pada hal, para programer yang mengikuti kompetisi minimal terdiri dari dua orang.


"Hei, apa kau tidak lelah? Duduklah." Sala seorang peserta mengajak Laila duduk.


"Tidak apa," ucap Laila yang enggan duduk karena di sekitarnya semuanya adalah laki-laki.


Melihat Laila begitu enggan, para peserta yang antri akhirnya tidak memperdulikan Laila. Mereka fokus bercerita.


"Dari pagi di sini, kita belum melihat Anita datang mendaftar.


Apakah tahun ini dia tidak ikut kompetisi?" Salah seorang pria memulai percakapan karena mereka sudah dari pagi mengantri dan belum melihat Anita.


"Itu malah bagus, kalau dia tidak datang artinya saingan kita berkurang!


Sekarang kita bisa memprioritaskan posisi tiga besar karena Anita tidak mendaftar." Jawab yang lain.

__ADS_1


Mendengar percakapan dua pria itu, Laila memutar bola matanya, 'Mana mungkin, jelas perempuan itu terlihat terlalu berambisi menjadi salah satu programer di perusahaan utama anderson grup.' gumam Laila.


Masih sementara memikirkan alasan Anita tidak datang mendaftar, Laila akhirnya dikejutkan dengan keributan semua pria pria di sekitarnya saat seorang perempuan bersama timnya memasuki ruangan.


Memutar tubuhnya dan melihat perempuan yang sedang bersama seorang lelaki yang tak lain adalah Rama, Laila tersenyum menyindir dibalik masker nya.


'Bagus, dua penghianat akhirnya datang.' senyum merasa senang karena pertempuran akan menjadi berwarna oleh kehadiran dua orang itu.


"Itu mereka! Anita dan Rama, sepasang kekasih yang paling ahli dan program.


Jika di pertandingan ini mereka bisa mempertahankan posisi mereka, maka mereka sudah tiga kali berturut-turut berada di posisi pertama.


Mereka akan langsung diangkat menjadi salah satu tim programmer di perusahaan utama Anderson group!" Salah seorang pria berbicara dengan rekan-rekannya dan ditangkap telinga Laila.


"Benar, bahkan mereka tidak perlu mengantri seperti kita karena mereka memiliki tiket sebagai hadiah dari juara pertama tahun lalu. Betapa beruntungnya!"


Laila terlalu fokus pada dua pria yang sedang berbincang hingga ia lupa memperhatikan Rama yang kini menoleh ke arahnya.


"Laila," kata pria itu langsung menarik perhatian Anita untuk mengikuti pandangan Rama.


@Interaksi


__ADS_1


Ialah, otornya kan juga sultan 🤭🤭


__ADS_2