
Keluar dari toilet, Melinda melihat seorang pramugari baru saja datang sembari menata makanan di atas meja.
'Rasain kau..!' Gumam Melinda berjalan ke arah meja dan duduk di depan Kendra yang siap untuk makan.
"Heh,, untuk apa kau duduk disitu?! Memangnya kau pikir aku akan berbagi makanan denganmu?!" Ucap Kendra mencibir perempuan yang terlihat ngiler dengan makanan di atas meja.
'Cih,, Siapa juga yang mau?! Jelas aku sengaja supaya nanti kau begitu malu untuk tidak menghabiskan semua makanan ini!' gumam Melinda lalu menatap Kendra dengan wajah polosnya yang sengaja di imut kan.
Wajah polos dan imut itu membuat Kendra terpaku.
"Aku hanya makan sedikit saja, lagi pula aku yakin Tuan tidak akan bisa menghabiskan semua makanan ini. Iya 'kan?" Ucap Melinda dengan wajah penuh harap.
Kendra dengan segera menyadarkan dirinya sendiri supaya tidak tergoda oleh rubah betina di depannya.
'Sial..! Jangan tergoda dengan wajah polosnya itu, dia adalah serigala berbulu domba!' gumam Kendra lalu kembali terkekeh menertawakan perempuan di depannya.
"Kau pikir aku tidak bisa menghabiskan semua makanan ini?! Semuanya akan habis sampai sisa-sisa terakhirnya!" Ucap Kendra membuat Melinda berdecak kesal.
__ADS_1
"Dasar sombong..! Aku doakan perut Tuan menjadi sakit setelah selesai makan!" Ucap Melinda sambil menggertakkan giginya lalu berjalan kearah sofa di dekat jendela pesawat sembari menatap keluar jendela.
'Akhirnya berhasil, sekarang dia akan merasa sangat malu jika tidak bisa menghabiskan makanan yang super pedas itu!' Gumam Linda dengan perasaan yang sangat bahagia karena bisa mengerjai pria gila seperti Kendra.
Sementara Kendra, pria itu sedang meneguk sedikit air putih lalu memasukkan 1 potong daging ke dalam mulutnya.
Baru saja dia mengecap bumbu daging itu saat merasakan lidahnya seperti terbakar oleh makanan itu.
"Uhuk... Uhuk..!!" Kendra langsung terbatuk-batuk dan meneguk setengah gelas air putihnya.
'Haiss,,! Kalau tahu seperti ini, aku akan memberikan semua makanan ini pada Melinda dan tidak perlu mempermalukan diriku sendiri seperti ini!' Gumam Kendra sebelum berbalik menatap makanannya.
'Aku memilih sakit perut karena cabai daripada harus dipermalukan oleh perempuan itu!' gumam Kendra berusaha menghabiskan makanannya diselingi air putih.
Pria itu kepedasan dengan keringat bercucuran dan wajah memerah sampai di telinganya karena menahan rasa pedas yang serasa membakar mulutnya.
Sementara Melinda yang melihat pria itu memaksakan diri untuk memakan makanan super pedas itu, perempuan itu tertawa mengejek di dalam hatinya.
__ADS_1
'Haha,, sudah kuduga kalau dia tidak akan menurunkan egonya dan pasti lebih memilih sakit perut dan berada di toilet selama berjam-jam daripada mempermalukan dirinya sendiri di depan perempuan!' Gumam Melinda merasa sangat puas.
"Ada apa dengan Tuan? Oh,, Apa Tuan sudah menyerah untuk makan? Ingin menjilat ludah Tuan sendiri? Oh, itu tidak mungkin, karena tadi Tuan bilang akan menghabiskannya sampai sisa makanan terakhir." Ucap Melinda ketika melihat Kendra berhenti makan dan sedang menambah air putih ke gelasnya.
"Diam..!" Ucap Kendra disertai hembusan nafas yang besar karena rasa pedis yang sedang menyiksanya.
"Oh,," jawab Melina sambil tersenyum menikmati raut wajah Kendra yang sedang tersiksa.
'Dasar perempuan gila..! Awas aja, aku akan membalas perbuatanmu ini dengan memberikan makanan yang lebih pedas dari ini!' Gumam Kendra memaksakan tangannya mengambil sepotong daging dan memasukkannya ke dalam mulutnya.
@Interaksi
Sangat menyedihkan melihat kalian menyogok sultan dengan kopi...! 🤦
Tapi karena udah berusaha, maka sebagai otor yang terkenal baik hati dan tidak sombong,, permintaan dikabulkan..!😀😀👍
__ADS_1