Kembalinya Perempuan Buangan

Kembalinya Perempuan Buangan
BAB 214. Tamu tidak penting


__ADS_3

Sore hari di rumah sakit kota FF.


Laila tidur sembari memeluk dengan Samudra dengan Andra yang duduk bersama Weleni dan Silas di sofa.


Pria kecil itu begitu sibuk menatap layar ponselnya dan jarinya yang sesekali menekan atau mengusap layar ponselnya.


"Cucuku, apakah ponsel begitu menarik?" Tanya Weleni yang baru kali itu melihat Andra begitu fokus dengan ponselnya. Karena biasanya pria kecil itu menghabiskan waktunya dengan membaca buku.


"Aku menunggu sebuah panggilan." Ucap Andra.


"Dari siapa?" Tanya Silas.


"Seorang teman." Jawab Andra membuat kedua tetua merasa sangat senang hingga mereka berpindah tempat duduk di samping kiri kanan Andra.


"Sayang, siapa nama temanmu?" Tanya Weleni begitu antusias.


Sebuah kejutan besar kalau cucunya memiliki seorang teman. Bahkan cucunya sampai gelisah menunggu panggilan dari temannya!


"Dewa." Jawab Andra kembali mengagetkan tetua hingga kedua orang itu saling berpandangan.


"Cucuku tersayang, Dewa yang mana yang kamu maksud? Apakah dia seumuran denganmu?" Tanya Weleni.


Baru saja Andra akan menjawab saat pintu kamar mereka tiba-tiba terbuka memperlihatkan Kendra dan Melinda yang sudah tiba.

__ADS_1


"Anak kedua..! Kemana saja kau?! Kenapa baru datang?! Kau bahkan kabur diam-diam dan tidak menghubungi kami selama berhari-hari!


"Jangan katakan kalau kau melakukan perbuatan buruk lagi!" Langsung ucap Weleni menyerbu putranya dengan rentetan pertanyaan meski perempuan itu berjalan ke arah Melinda dan merangkul perempuan itu.


"Melinda duduklah," ucap Weleni dengan antusias menarik Melinda lalu keduanya duduk di sofa panjang.


Sementara Kendra, pria itu menghela nafas dan berjalan duduk di samping Andra.


"Apa kau kelelahan? Apa Kendra merepotkanmu?" Tanya Weleni pada Melinda ketika semua orang telah duduk.


"Aku baik-baik saja." Jawab Melinda tersenyum kikuk.


Sungguh calon mertua yang sangat perhatian.


"Kau belum menjawab pertanyaan Ibu!" Katanya dengan suara judes.


"Ibu, kau bisa bertanya pada Melinda, dia selalu mengawasi ku selama beberapa hari ini." Ucap Kendra lalu pria itu segera berdiri dan berjalan ke arah kamar Samudra.


Berdecak kesal dengan kelakuan putranya, Weleni lalu berbalik tersenyum pada Melinda.


"Ayo, katakan, apakah dia sudah melakukan kesalahan?" Tanya Weleni.


"Nyonya dia tidak melakukan sesuatu yang aneh, dia-"

__ADS_1


"Jangan membelanya, kau bisa berkata jujur pada kami berdua. Tidak perlu takut!" Ucap Weleni menyela ucapan Melinda.


"Nyonya, saya berkata apa adanya. Bahkan selama berapa hari ini, di dengan patuh menuruti semua ucapanku. Jadi sungguh, Nyonya tidak perlu kuatir apapun." Ucap Melinda dengan wajah yang menyakinkan ditambah sedikit rona merah di pipi perempuan itu karena mengingat momen-momen kebersamaannya dengan Kendra.


Raut wajah Melinda tidak luput dari perhatian Weleni dan Silas hingga kedua tetua menjadi lebih penasaran lagi tentang apa yang telah dialami oleh kedua orang itu.


Baru saja Weleni akan bertanya ketika sebuah rombongan kembali memasuki ruangan mereka.


"Dewa! Untuk apa kamu kemari? Ingin membuat keributan lagi?" Langsung ucap Weleni yang terkejut sembari berdiri menatap tajam Dewa.


"Nyonya Anderson, saya pikir anda telah salah paham. Saya kemari untuk mempertemukan Laila dengan orang tuanya." Ucap Dewa membuat Silas yang semua duduk langsung berdiri diikuti Andra yang juga ikut berdiri.


"Andra, dimana mamamu?" Tanya Dewa.


Mendengar pertanyaan Dewa, Andra langsung berjalan ke pria itu dan menuntun mereka ke kamar Samudra dan Laila karena ruangan mereka telah dipindahkan jadi memang sudah sedikit berbeda dengan ruangan kemarin yang mereka tempati.


Weleni bisa melihat kedekatan Andra dengan Dewa membuat perempuan itu menjadi semakin tidak suka dan langsung mengikuti semua orang yang kini berjalan ke kamar Samudra dan Laila.


'Aku tidak akan membiarkan siapa pun mengganggu Putra dan menantuku yang sedang istirahat!' gumamnya.


@Interaksi


__ADS_1


Otornya nulis sambil ketiban meteor, jadi maaf ajah kalo banyak momen yang gak nyambung sama non Sultan..!


__ADS_2