
Laila baru saja memasuki ruangan saat Andra langsung berlari keluar dari ruangan sambil membawa foto yang tadi ditempel stiker.
"Ada apa dengannya?" Langsung tanya Kendra yang merasa bingung dengan sikap keponakanya.
Laila tersenyum "Dia pergi ke ruang kosong di samping ruanganku." Jawab Laila.
"Apa yang dia lakukan di sana?" Tanya Kendra yang sangat penasaran.
Meskipun keponakannya memang suka berada di tempat-tempat yang sepi, tapi dia tidak percaya kalau keponakannya lebih memilih pisah ruangan dengan Layla.
"Dia menulis buku. Katanya kalau bukunya sudah jadi, dia akan memberikannya padaku. Tapi sampai bukunya jadi, aku tidak boleh mengganggu nya di ruangan itu." Ucap Laila sambil tersenyum.
Mendengarkan ucapan Laila dengan mulut terbuka, Kendra benar-benar salut dengan hubungan batin yang dimiliki Andra dan Laila.
Bagaimana tidak, keponakannya tidak pernah membuat sesuatu untuk seseorang, apalagi sampai menghabiskan begitu banyak waktunya.
"Sayang," Kendra masih terbengong saat Samudra tiba-tiba meminta Layla mendekat ke arahnya.
"Apa yang kalian lakukan di sini?" Tanya Laila sembari mendekati suaminya.
__ADS_1
Tapi bukannya menjawab pertanyaan Laila, Samudra malah menatap adiknya, memberi kode pada pria itu supaya meninggalkan mereka berdua.
"Woah,, kalian sungguh kejam! Kalau kalian mengusirku dari ruangan ini, dimana aku akan menunggu?" Tanya Kendra yang setahunya, selain ruangan ini maka ruangan lainnya pasti dihuni oleh para karyawan Laila.
"Apakah kau bocah umur 5 tahun? Atur dirimu sendiri!" Ucap Laila dengan sinis sembari meletakkan berkas-berkas yang ia bawa dari lantai atas.
"Hah,, kalian berdua! Baiklah!! Aku pergi! Tapi jangan salahkan aku kalau karyawanmu sampai tahu hubunganku denganmu!" Ucap Kendra menggertakkan giginya lalu pria itu meninggalkan ruangan Laila.
"Sial!! Selain dijadikan supir dadakan, Aku bahkan diusir dari ruangan kakak iparku sendiri hanya karena mereka ingin bermesraan berdua! Tidak bisa apa, hal seperti itu ditunda sebentar?!" Gerutu Kendra sembari berdiri di depan lift untuk turun ke lantai bawah dan menunggu di dalam mobil.
Masih berdiri menunggu lift, tiba-tiba ia dikejutkan oleh suara barang-barang yang jatuh.
Menoleh ke sumber suara, ia sangat terkejut saat melihat perempuan yang sedang membereskan berkas-berkas yang jatuh ternyata adalah perempuan yang ia temui di apartemen Zoya.
Bagaimanapun, pria itu sangat tersinggung dengan omongan terakhir yang ia dengar dari mulut Melinda.
Mengangkat wajahnya dan melihat seorang pria yang pernah ia temui, bahkan pria yang menjadi penyebab dirinya kehilangan pekerjaan, Melinda jadi geram dan berjalan cepat menghampiri Kendra.
"Apa yang Tuan lakukan di sini?" Tanya Melinda dengan nada suara yang kasar seolah perempuan itu memiliki keberanian yang sangat besar untuk melawan seorang Kendra.
__ADS_1
Kendra tersenyum meremehkan "Mencari gara-gara lagi? Mau dipecat lagi?!" Ejek Kendra.
"Kau!! Memangnya kau siapa?! Kau pikir kau berkuasa di semua tempat?" Tantang Melinda.
"Kau?! Bahkan sekarang kau memanggilku dengan panggilan 'Kau'?!" Kendra tertawa terbahak-bahak.
Ini pertama kalinya seorang budak memanggilnya dengan tidak sopan! Terlebih, orang yang melakukan itu adalah gadis yang terlihat sangat polos.
"Memangnya kenapa?" Tanya Melinda dengan suara agak gemetar karena nyalinya sudah sedikit menciut.
"Kenapa? Dasar udik! Lihat saja, hari ini akan menjadi hari terakhirmu bekerja di sini!" Ucap Kendra dengan kesal lalu pria itu memasuki lift meninggalkan Melinda yang kini roboh ke lantai.
'Apa yang sudah aku lakukan?' gumamnya memegangi bibirnya.
"Dasar mulut yang tidak bisa bekerja sama! Kenapa mulutku begitu berani?!" Ucap Melinda memukul mulutnya.
@Interaksi
__ADS_1
Trus kenapa? Otor mesti bilang WOW trus muji-muji gitu?
Maaf ya,, tapi Otor juga nulisnya maraton tiap hari..!!! 😒