Kembalinya Perempuan Buangan

Kembalinya Perempuan Buangan
BAB 164. MAMA SAKIT


__ADS_3

"Ibu,, bagaimana bisa Ibu membiarkan perempuan itu pergi begitu saja?! Dia sudah memfitnahku secara sembarangan!


"Dia sedang menginjak-injak harga diri putramu dengan cara mengatakan hal-hal yang tidak-tidak!" Ucap Kendra pada ibunya yang kini berdiri di depan pintu utama rumah Samudra setelah mengantar Melinda pergi.


"Kendra, dewasalah sedikit. Kalau kau tidak mau orang lain menjelek-jelekkan namamu, berhentilah melakukan hal-hal buruk yang selalu membawa masalah ke keluarga Anderson!" Ucap Weleni.


"Baiklah,, baik,, aku akan menghentikannya dengan satu syarat!" Ucap Kendra membuat WeleniI yang sudah lemas seperti bunga yang tidak disiram selama berhari-hari akhirnya kembali segar menatap putranya.


"Benarkah? Kalau mau berhenti melakukan semua hal-hal buruk itu?" Tanya Weleni dengan mata berbinar-binar.


"Ya, tapi Ibu harus memberiku seorang adik!" Ucap Kendra memicu amarah Weleni hingga perempuan itu memukul putranya dengan tongkat yang ia dapat dari meja di sampingnya.


"Anak berandal..!! Beraninya kau berbicara seperti itu!!" Ucap Weleni mengejar Kendra yang sudah lari sambil tertawa terbahak-bahak.


"Apa sudah menduga Ibu tidak akan memenuhi syarat ku! Jadi aku tidak akan memenuhi keinginan ibu,, sampai jumpa Ibu sayang!!" Ucap Kendra berlari ke dalam mobilnya dan meninggalkan kediaman kakaknya.


"Anak berandal...!! Awas saja kamu..!!" Ucap Weleni dengan kesal sebelum kembali ke dalam rumah.


Sementara di lantai dua, Laila baru saja selesai mendengarkan rekaman yang dikirim Samudra untuknya.


"Jadi ibu, curiga padaku?" Ucapnya menghela nafas sebelum menyimpan pulpen di tangannya lalu kembali ke kamar Andra.

__ADS_1


"Mama," kata Andra yang sedari tadi duduk di pinggir tempat tidur menunggu Laila kembali memasuki kamar.


"Kesayanganku," ucap Laila langsung memeluk Andra yang sudah berdiri dan berlari ke arahnya.


"Mama, Apa pekerjaan Mama sudah selesai?" Tanya Andra.


"Sudah sayang, sekarang mama akan disini untuk menemanimu." Ucap Laila menggendong Andra ke atas tempat tidur.


Tidur berdua, Andra memainkan rambut Laila.


"Apakah mama lelah? Mau ku pijit?" Tanya Andra dengan wajah cemas nya saat melihat kelopak mata Laila tampak lebih gelap dari biasanya.


"Apa Mama bosan berada di kamarku sepanjang hari?" Tanya Andra membuat Laila langsung membuka matanya dan menatap pria kecil yang terlihat sedih.


"Bosan? Sama sekali tidak. Sayang, mengapa Mama harus bosan saat Putra kesayangan Mama selalu ada menemani mama? Aku menyayangi putra Mama." Ucap Laila mengecup kening Andra.


"Aku juga paling sayang sama Mama." Ucap Andra lalu mereka berpelukan berdua dan Laila dengan cepat tertidur karena beban pikirannya tentang cara menghadapi Weleni.


Saat Laila tidur, Andra perlahan keluar dari pelukan Laila dan keluar dari kamarnya.


Turun ke lantai satu, ia melihat neneknya sedang duduk menonton TV.

__ADS_1


Perempuan itu sangat terkejut saat ia tiba-tiba melihat cucunya sedang menuruni tangga.


"Cucuku," ucap Weleni ini langsung mematikan TV nya dan berjalan kearah Andra.


Andra Langsung mengeluarkan papan yang sudah ia siapkan di belakang punggungnya dan memperlihatkannya pada Weleni.


MAMA SAKIT, AKU AKAN MEMBUAT JUS UNTUK MAMA.


'Astaga, jadi Laila sampai sakit karena terus bergadang menjaga Andra? Tapi mengapa dia selalu berpura-pura baik-baik saja di depanku?' Weleni menjadi merasa bersalah pada Laila.


'Astaga, Apakah aku sudah menuduh Laila yang bukan-bukan?' gumam Weleni.


@Interaksi



Kenapa? Mau? Sayang sekali, Anda terlalu miskin untuk membelinya..!


Oya, otor punya karya baru,, yang suka baca chat story' bisa mampir ya..... gak dipaksa kok, cuma dipaksa ajah..!!


__ADS_1


__ADS_2