
Tidak terima dengan kelakuan ayahnya dan lebih tidak terima lagi dengan kelakuan pamannya, Andra meraung keras di dalam pelukan Kendra yang kini menjauhkan pria kecil itu dari pintu kamar Laila.
"Aaaa!! Aa!!!!" Teriak Andra sebagai suara khasnya dari dulu saat ia sangat marah pada seseorang.
Teriakan pria kecil itu langsung membangunkan Laila yang masih enak-enakan dalam pelukan Samudra.
"Sayang, itu Andra!" Ucapnya langsung menyingkap selimut, ia hendak turun dari tempat tidur saat Samudra kembali menariknya lagi dan membungkusnya dengan selimut.
"Tetap di sini!" Ucap Samudra sebelum pria itu turun mengambil pakaiannya dan keluar dari kamar.
Tiba di luar, Samudra menghela nafas melihat Andra dipeluk erat oleh Kendra.
"Teriakanmu mengganggu tidur mama mu!" 1 kalimat yang diucapkan Samudra langsung mendiamkan Andra yang sedari tadi berteriak keras.
Dia tidak boleh menganggu mamanya!
Melihat keponakannya sudah tenang, Kendra melepaskan Andra dan menatap kakaknya dengan mata hampir keluar dari kelopaknya.
Bagaimana tidak, piyama yang digunakan Samudra tidak terkancing dengan baik dan yang paling penting, beberapa tanda keunguan tercetak jelas di kulit pria itu!
'Sial!! Aku dibodohi!' umpatnya dalam hati karena tak percaya dirinya sudah menerawang kamar yang salah.
__ADS_1
Perjuangannya semalam sia-sia, Bahkan ia berjuang sampai tertidur di lantai tanpa menggunakan jaket! Tanpa alas!!
Sementara Andra yang sudah lepas dari pelukan pamannya pria itu berjalan dengan angkuh melewati Samudra lalu membuka pintu kamar Laila.
Masuk ke dalam kamar, Andra tidak mendapati mamanya, tapi dia mendengar suara shower dari kamar mandi.
"Mama?" Ucap Andra setelah pria kecil itu mengunci pintu dibelakangnya.
"Iya sayang,, mama sedang mandi, tunggu sebentar ya,," jawab Laila dari dalam kamar mandi membuat Andra merasa tenang lalu pria kecil itu berjalan ke tempat tidur.
Melihat ranjang yang begitu berantakan, Andra kembali menggembungkan pipinya sebelum berjalan ke arah sofa dan duduk di sana.
"Mama, pakai baju dulu." Ucap Laila berjalan ke ruang ganti dengan langkah yang sedikit aneh.
Setelah berganti baju, Laila menghampiri Andra dan mencium pria kecil itu beberapa kali.
"Kaki Mama sakit?" Tanya Andra sembari memperhatikan kaki Laila.
Tersenyum konyol, Laila kemudian menjawab "Kaki mama baik-baik saja, mama hanya kecapean karena kemarin terlalu lelah di pesta." Ucap Layla membuat wajah Andra terlihat murung.
"Jangan begitu, Mama sungguh baik-baik saja.
__ADS_1
Bagaimana kalau kau membantu Mama mengeringkan rambut Mama?" Tanya Laila diangguki Andra.
'Hah, Andra bahkan sadar kalau aku berjalan sedikit aneh.
Apalagi orang lain yang melihatku nanti?
Ahhh,, mengapa sesuatu yang menakjubkan selalu menyisihkan beberapa rasa sakit?' gumam Laila merasa kesal pada dirinya sendiri.
"Mama, hari ini kita tidak usah keluar. Kaki Mama sakit." Ucap Andra di sela-sela tugas pria kecil itu mengeringkan rambut Laila.
"Sayangku, Mama sungguh baik-baik saja. Lagipula, Mama sudah berjanji padamu jadi Mama tidak mungkin mengingkarinya." Ucap Laila sambil tersenyum menatap Andra dari pantulan cermin.
"Tapi kalau Mama lelah, Mama harus bilang padaku supaya aku membantu Mama!" Ucap Andra.
"Tentu sayang!" Ucap Laila merasa sangat hangat dengan cara Andra memperlakukan nya.
@Interaksi
Di neraka ajah gak pantas, apa lagi di surga??? 😒
__ADS_1