Kembalinya Perempuan Buangan

Kembalinya Perempuan Buangan
BAB 119. Kendra yang Lancang


__ADS_3

Menghentikan ciumannya, Samudra duduk memandangi perempuan yang berbaring di tempat tidur.


"Pergilah. Aku harus mandi." Ucap Laila yang jelas mengerti bahwa sesuatu yang mendesak telah mengantarkan Kendra kemari hingga merusak momen mereka berdua.


Tapi sebenarnya, itu salah mereka juga yang lupa mengunci pintu kamar!


"Aku akan menyiapkan air hangat untukmu," ucap Samudra lalu pria itu berjalan ke kamar mandi.


Menunggu Samudra kembali dari kamar mandi, Laila duduk menatap fotonya dengan Samudra.


'Meski keluargaku membuangku, aku masih memiliki seseorang yang selalu menyayangiku.


Jadi mengapa harus memikirkan mereka yang sudah menyakitiku?' gumam Laila menenangkan dirinya lalu tersenyum dan menyusul Samudra ke dalam kamar mandi.


Melihat pria itu sedang menuangkan sabun ke dalam bath up, Laila menarik tinggi lengkungan bibirnya lalu berjalan pelan mendekati Samudra dan memeluk pria itu dari belakang.


"Terima kasih," kata Laila dengan suara lembut membuat Samudra menghentikan gerakannya.


"Aku yang berterima kasih." Ucap Samudra meletakkan kembali sabun di tangannya lalu berbalik memeluk Laila dengan erat.


"Terima kasih sudah datang ke rumahku. Terima kasih sudah mau menjadi wanita ku dan menerimaku apa adanya." Ucap Samudra membuat Laila terharu.


Harusnya, dialah yang mengatakan hal itu pada Samudra.


Bayangkan, pria itu sudah mau menerimanya meski tahu bahwa Laila memiliki masa lalu kelam.


Bahkan,, hidupnya sekarang masih tergolong hancur.


Kedua insan itu dipenuhi oleh kehangatan hingga mereka lupa jika seseorang sedang menunggu mereka di ruang kerja.

__ADS_1


Hingga Laila selesai memakai piyamanya, Samudra masih terus mengitari perempuan itu dan memastikan Laila bisa tidur dengan sempurna dan melupakan semua kejadian mengerikan hari ini.


Entah bagaimana, barulah Laila ingat jika seseorang sedang menunggu Samudra di ruang kerja.


"Sayangku, Kendra menunggumu di ruang kerja mu!" Ucap Laila saat ia teringat akan pria itu.


"Benar, kalau begitu tidurlah. Aku akan menghampirinya dan segera menyusul." Kata Smaudra.


"Bolehkah aku tahu hal apa yang ingin kalian bahas?


Apakah ini tentang kejadian di pesta?" Tanya Laila yang sedikit cemas bila saja kedua pria itu memutuskan untuk menyakiti Rizal.


Baginya, tidak masalah jika dua perempuan licik itu yang mendapat balasan, tapi Laila sangat tidak rela jika Rizal orang baik hati itu harus ikut menanggung ulah kedua perempuan yang ada di sisinya.


"Apa kau mau ikut?" Tanya Samudra saat melihat raut kecemasan di wajah Laila.


Saat tiba, mereka melihat seorang pria yang lebih muda dari Samudra dan lebih tua dari Laila sedang duduk bersandar dengan mata terpejam dan mengorok.


"Sepertinya kita membuatnya menunggu terlalu lama!" Ucapan Layla dengan sedikit rasa bersalahnya.


Namun Samudra, pria itu berjalan mendekati Kendra dan menendang tulang kering pria itu hingga menimbulkan bunyi yang cukup keras.


"Ahhww!!! Sial!!!" Umpat Kendra dengan keras sembari memegangi kakinya yang terasa ngilu.


'Balasan untuk kecerobohanmu!' gumam Samudra.


Mengangkat wajahnya, Kendra hampir saja muntah melihat dua orang yang sedang berdiri di depannya.


Keduanya memakai piyama berwarna kuning dengan gambar banana.

__ADS_1


Sangat tidak sesuai dengan kakaknya!


Seketika, rasa sakit di kakinya menghilang di gantikan ketidakpercayaannya melihat kakaknya dalam piyama banana.


"Kak, apakah mataku masih normal?" Ucap Kendra menggosok matanya dan mengerjakannya beberapa kali.


Tapi sekeras apapun ia menggosok matanya dan sebanyak apapun ia mengerjap ia masih melihat pemandangan yang sama!


"Apa yang ingin kau katakan?!" Tanya Samudra dengan suara dinginnya seolah pria itu sudah sangat terganggu dengan kehadiran Kendra.


"Ya,, Kak,, pertama-tama," Candra berdiri membungkuk 90 derajat pada samudra dan Laila "Aku minta maaf karena sudah menghalangi keponakan-keponakan ku lahir ke dunia." Katanya membuat Laila terbatuk-batuk dengan keras.


"Jaga bicaramu!" Langsung tegur Samudra sembari berusaha menenangkan Laila yang duduk di sampingnya.


"Ahh, kakak ipar, maafkan kelancanganku." Ucap Kendra.


@Interaksi


Satu bab lagi nanti malam ya.......



Sejak kapan otor buka kelas buat kalian?


Kek-nya gak pernah deh,,,,?


Kalo otor mau buka kelas pun, nanti kelasnya adalah jalan pintas menuju neraka!


Mau daftar?

__ADS_1


__ADS_2