
"Mengejutkan, enam perusahaan ini bangkrut bersamaan dalam satu hari! Bahkan lebih parahnya lagi, perusahaan saingan mereka tiba-tiba melejit menggantikan perusahaan perusahaan yang bangkrut!" Ucap seorang pembawa acara dari televisi yang sedang ditonton oleh Kendra dan Laila.
"Kenapa perusahaan Tuan Rizal juga bangkrut?" Ucap Kendra yang merasa heran karena dia tidak melakukan apapun pada perusahaan Itu sebab Samudra sudah mencegahnya. Laila-lah yang akan memberantas perusahaan itu.
"Atau jangan-jangan," Kendra menoleh melihat perempuan yang sedang duduk sembari memandangi layar televisi dengan wajah tanpa ekspresi.
"Apa itu kau?" Tanya Kendra.
Tidak menjawab apapun dan langsung berdiri meninggalkan Kendra, Laila masih dalam suasana hati yang sangat buruk setelah apa yang terjadi di restoran.
Bagaimana tidak, ia merasa sangat sakit hati pada para perempuan yang sudah berbicara kasar di depan putarannya.
'Ada apa dengannya? Mungkinkah perusahaan Tuan Rizal tidak bangkrut karena Laila, melainkan karena orang lain?
'Ck,, ck,, Aku tidak percaya kalau dia begitu sakit hati karena seseorang mengambil kesempatannya untuk menjatuhkan perusahaan itu.
"Tapi Siapa orang hebat yang bisa menjatuhkan perusahaan Rizal seperti aku menjatuhkan perusahaan lainnya?' Gumam Kendra.
Sementara di tempat lain, Rizal dan Anita yang baru saja diusir dari rumahnya kini berdiri memegangi koper besar di tangan mereka.
Rizal memejamkan matanya dan kembali mengingat video yang ia lihat di mana Laila dan kedua orang tuanya juga diperlakukan sama.
__ADS_1
"Ayah, ke mana kita akan pergi? Ini sudah terlalu malam!" Ucap Anita dalam wajah pucatnya karena mereka tidak memiliki sepeserpun uang kecuali barang-barang yang ada di coper mereka.
Sementara dia, dia tidak mungkin menjual barang-barang itu karena satu-satunya hal yang menjadi kenangan bahwa dia pernah menjadi orang kaya sebelum bangkrut seperti ini!
"Ayah masih punya uang Rp.500.000, kita bisa kembali ke kampung dan tinggal di sana bersama kakek dan nenek mu." Ucap Rizal membuat Anita melototkan matanya seakan tak percaya bahwa dia akan kembali ke kampung yang selalu ia benci.
"Ayah,, itu tidak mungkin!! Sejak kecil aku sudah tinggal di kota, kalau kita kembali ke kampung, apa kata orang nantinya?
"Aku juga tidak akan bisa melalui hari-hariku di kampung! Lebih baik tinggal di kota sebagai gelandang daripada hidup di kampung tanpa kemewahan!!" Ucap Anita.
"Anita, kita tidak punya pilihan lain, kita tidak punya uang lagi! Kita bukan lagi keluarga yang kaya raya!" Ucap Rizal menghela nafas.
"Di mana uang ayah?" Tanya Anita sembari menggertakkan giginya.
"Tinggal ini uang yang tertinggal di saku jas ayah. Hanya cukup untuk membayar ongkos kembali ke kampung." Ucap Rizal ditanggapi senyum mengejek dari Anita.
Anita merampas uang dari tangan ayahnya dan menyimpannya ke dalam tas kecil yang ia kenakan.
"Ayah kembali saja ke kampung sendirian, aku akan menetap di kota ini lepas dari semua yang sudah terjadi!" Ucap Anita lalu perempuan itu menahan taksi yang kebetulan lewat.
Anita menaiki taksi sendirian, Rizal berusaha mengejar taksi itu namun tidak bisa menahannya.
__ADS_1
"Anita...!!!" Terima Rizal.
Rizal memegangi keningnya yang hendak pecah karena masalah yang beruntun menerpa keluarganya.
Sekarang, ia berada di posisi Laila di 5 tahun yang lalu. Keluarganya bangkrut dan ditinggalkan tanpa uang, tanpa sandaran, tanpa apa pun...!!!
Ia masih menenangkan diri saat sebuah mobil tiba-tiba berhenti di depannya.
"Masuklah," ucap salah seorang yang membawa mobil itu.
Rizal mengangguk lalu meletakkan kopernya di bagasi mobil sebelum naik ke atas mobil.
"Kenapa kau menolongku?" Tanya Rizal.
"Karena kita memiliki musuh yang sama, dan sekarang, kami sedang menyusun rencana besar untuk menjatuhkan musuh kita!" Ucap pria itu di tengah lajunya mobil yang dikendarainya.
"Memangnya, kau tahu siapa yang sudah merusak sistem keamanan perusahaanku dan membuatku bangkrut dalam waktu 3 jam?" Tanya Rizal.
"Tentu saja, aku akan memberitahumu setelah kita sampai di tujuan." Jawab sang pria.
@Interaksi
__ADS_1
Masak sendiri, Makan sendiri, Nyuci sendiri, Mandi sendiri, lah masak nulis bareng-bareng? Sama siapa coba? Bayanganmu? ðŸ¤