Kembalinya Perempuan Buangan

Kembalinya Perempuan Buangan
BAB 146. Kecewa


__ADS_3

Rizal menahan emosinya dan membiarkan Irmawati terus melekat di lengannya sampai mereka tiba di ruang keluarga lalu pria itu meletakkan laptopnya di atas meja.


"Panggil Anita kemari!" Ucapnya dengan suara mengandung emosi membuat Irmawati terkejut.


Tapi, setelah berbalik menuju ke kamar Anita, Irmawati menjadi sangat senang di dalam hatinya.


'Akhirnya,, sepertinya ada sesuatu yang membuat Rizal jadi sangat marah pada putrinya.


Mungkinkah ini tentang tes DNA itu?!' Irmawati tersenyum membayangkan Anita akan mendapat amukan dari ayahnya.


Tok tok tok... Irmawati mengetuk pintu kamar Anita.


Perempuan yang ada di dalam kamar sedang memakai masker wajah, ia menjadi sangat kesal karena Irmawati yang menganggu nya.


"Mmmm??!!" Jawabnya dari dalam tanpa ada niat untuk meninggalkan meja riasnya.


"Keluarlah, Ayahmu sudah pulang dan dia meminta bertemu denganmu." Ucap Irmawati.


'Tes DNAnya sudah keluar!' Gumam Anita dengan bersemangat melepas masker nya dan membuangnya ke tempat sampah.


Anita langsung berlari kearah pintu dan membuka pintu.


Ia melihat Irmawati sedang berdiri memandangi nya dengan senyum mencemooh.


"Ckk,, Ayahku pasti mencariku karena tes DNA itu bukan?!" Ucap Anita dengan nada mengejek.

__ADS_1


"Mungkin saja, dan mungkin saja tidak." Jawab Irmawati kembali tersenyum lalu perempuan itu berbalik meninggalkan Anita.


'Kenapa dia terlihat baik-baik saja dan sama sekali tidak terancam dengan hasil tes DNA itu?' Gumam Anita merasakan ada sesuatu yang salah.


Mengabaikan kekuatirannya, Anita langsung menyusul Irmawati, bahkan sampai mendahului perempuan itu menemui ayahnya.


"Ayah,," Anita terkejut saat ia tiba dan melihat ayahnya memandangnya dengan tatapan kecewa.


"Ayah, ada apa?" Tanya Anita sembari duduk berhadapan dengan ayahnya.


Sementara Irmawati yang melihat kejadian itu, perempuan itu semakin mengembangkan senyumnya dan berjalan dengan percaya diri untuk duduk di samping suaminya.


"Sayang, kau menakuti putrimu dengan wajah seperti itu." Ucap Irmawati seolah-olah dia sangat peduli dengan Anita.


"Sayang, apa maksudmu?" Tanya Irmawati tak percaya bahwa pria itu telah membentaknya.


Wajahnya menunjukkan kesedihan mendalam.


"Hei,, apa kau budeg? Ayahku menyuruhmu duduk di kursi lain!" Ucap Anita merasa sangat senang.


Sekarang dia percaya bahwa ayahnya tidak marah padanya, melainkan pada Irmawati.


'Tatapan Ayah padaku pasti karena rasa bersalah sebab Ayah sudah tidak mempercayaiku.' gumam Anita.


Menggertakkan giginya menatap Anita, Irmawati tidak punya pilihan lain selain berpindah tempat duduk.

__ADS_1


Seketika, telapak tangannya dipenuhi keringat.


'Sial!! Mengapa pria tua ini begitu sulit dipahami? Dia menatap Anita dengan tatapan kekecewaan tapi menyuruhku menjauh darinya!' gumam Irmawati.


Menatap dua perempuan di depannya, Rizal menghela nafas dan menyalakan laptop nya.


Setelah videonya terputar, ia membalikkan laptop itu supaya bisa dilihat oleh Anita dan Irmawati.


"Aku benar-benar kecewa pada kalian," ucap Rizal juga mengambil hasil tes DNA yang sudah ia dapatkan tadi pagi dan meletakkannya di depan Anita.


"Ayah,,, ini,, ini,,"


"Sayang,, video ini hanya rekayasa! Ini tidak benar!!"


Anita dan Irmawati sama-sama mendekati Rizal untuk membela diri mereka sendiri.


Hal itu membuat Rizal semakin kecewa karena bukannya meminta maaf atas kesalahan yang mereka perbuat, keduanya malah menyangkal hal yang jelas-jelas tidak bisa disangkal.


@Interaksi



Gimana gak ngedrama? Lah redernya banyak baccot...!


Sini gantiin otor jadi sultan, biar puas!!

__ADS_1


__ADS_2