
Setelah berpikir begitu keras Layla mengubah rencananya.
Jika biasanya ia menggunakan jaringan internet rumah Samudra untuk membobol informasi di komputer pria itu, maka saat ini ia tidak bisa menggunakan perangkat komputer nya lagi.
Maka satu-satunya yang bisa ia lakukan adalah menggunakan dirinya langsung sebagai alat untuk mendapatkan informasi.
'Benar, rencana ini jauh lebih baik daripada harus menerima kekalahan dan menuruti keinginan pria gila itu!' gumam Laila duduk di depan cermin sambil merias diri.
Merasa riasannya sudah cukup, Laila menatap dirinya.
Seorang perempuan cantik dengan wajah mungil, kulit yang halus bersih, hidung mancung, bibir kecil dan tipis, ditambah make up yang sederhana membuat Laila terlihat lebih cantik dari biasanya.
Tersenyum pada dirinya sendiri, Laila akhirnya merasa sangat percaya diri untuk memulai rencana barunya.
Setelah keluar dari kamarnya, Laila langsung disambut oleh dua pria yang sedari tadi menunggunya.
1 pria kecil dan 1 pria dewasa berdiri memandangi Laila karena terpaku akan kecantikan Laila.
Andra yang pertama kali sadar dari keterkejutannya lalu pria itu melirik pada ayahnya dengan tatapan tidak suka.
"Sayang, apakah kakak terlihat cantik?" Tanya Laila pada Andra mengabaikan pria dewasa di depannya.
__ADS_1
Dengan cepat, Andra mengangguk-angguk sebelum memeluk Laila.
Di dalam pelukan Laila, pria kecil itu menatap pada ayahnya, menyombongkan diri karena Laila lebih menyukainya, bahkan memanggilnya dengan sebutan sayang!
"Ayo pergi." Kata Samudra.
Andra mengerutkan keningnya, pria kecil itu bertanya-tanya ke manakah ayahnya akan membawa mereka.
"Aku akan mengantar kalian ke rumah tua sebelum lanjut ke kantor.
Ini adalah hari ulang tahun nenek, jadi kau harus bersama dengan nenek untuk merayakan ulang tahunnya." Ucap Samudra membuat Andra semakin mengeratkan pelukannya di pinggang Laila.
"Kalau kau tidak pergi, maka aku saja dan Layla yang akan Pergi." Kata Samudra kemudian membuat Andra semakin geram pada ayahnya.
"Sayang, ayo pergi bersama kakak, kakak akan selalu ada disisimu." Ucap Laila mengelus rambut Andra.
Berpikir sebentar, pria kecil itu jelas tidak mau membuat ayahnya hanya berduaan dengan Layla, maka dia akhirnya menyetujui dan ketiganya pergi ke rumah tua.
Di dalam mobil, Samudra menjadi sopir dan Laila bersama Andra duduk di belakang sambil berpelukan.
'Ada yang salah dengan panggilanku dan Andra.
__ADS_1
Kalau orang-orang mengetahui Andra menyebutku sebagai kakaknya maka aku tidak punya kesempatan untuk bersama dengan samudra.
Ini harus segera di rubah!' gumam Laila menatap pria kecil di pelukannya.
"Pestanya diadakan nanti malam, tapi kalian harus membawa hadiah untuk nenek.
Juga, tidak perlu kuatir dengan kostum karena aku akan mengirimkannya nanti." Lagi kata Samudra.
Segera, mereka tiba di rumah tua.
Baru saja turun dari mobil, kakek dan nenek Andra langsung berlarian dari rumah untuk menyambut cucu kesayangan mereka.
Laila memberi hormat pada mereka, tapi setelah itu ia terkejut saat melihat Andra malah bersembunyi di belakangnya.
Langsung saja wajah kedua orang tua itu berubah menjadi kelam dipenuhi kesedihan mendalam.
"Sayang, kemarilah bersama nenek. Nenek sangat merindukanmu." Ucap Weleni berusaha melihat wajah cucunya tapi Andra sangat bersikukuh tidak mau melihat neneknya.
Pria itu menutup matanya dan memeluk Laila dengan erat.
"Biar kuantar kalian ke kamar." Kata Samudra sembari memberi kode pada ayah dan ibunya supaya mereka bersabar dulu.
__ADS_1