Kembalinya Perempuan Buangan

Kembalinya Perempuan Buangan
BAB 51. Weleni yang merasa sangat senang


__ADS_3

Lama berciuman, akhirnya Samudra melepaskan ciumannya setelah Laila kehabisan nafasnya.


Tersengal-sengal dalam pelukan Samudra, Laila menghirup oksigen sebanyak yang ia bisa.


"Kau baik-baik saja?" Tanya Samudra mengelus punggung Laila.


"Hah,, itu luar biasa! Bisakah kita mencobanya lagi?!" Tanya Laila masih dalam keadaan nafas tersengal.


Samudra memperhatikan perempuan itu dengan bingung.


Apakah Laila sedang menggodanya sebagai bagian dari rencananya untuk mendapat informasi darinya?


'Masa bodoh!' gumamnya kemudian lalu kembali menarik Laila dan membungkam perempuan itu sebelum melemparkan Laila ke atas tempat tidur dan menindihnya.


Bergelut berdua di atas tempat tidur, tiba-tiba pintu kamar berderit kecil namun tidak disadari keduanya karena sedang fokus bersama.


Adalah Andra yang membuka pintu kamar. Dibelakangnya, ada Weleni yang mengikuti cucu kesayangannya.


Weleni melihat kedua orang itu sedang berada di tempat tidur, dengan segera ia mengulurkan tangannya dan menutup mata Andra sebelum menutup rapat pintu kamar Samudra.


Andra yang kebingungan langsung menoleh menatap neneknya.


Lelaki kecil itu penuh pertanyaan mengapa tidak boleh masuk ke dalam kamar ayahnya.


"Sayang, Ayo mencari Tantemu di tempat lain." Ucap Weleni yang merasa sangat senang karena akhirnya hari itu ia bisa melihat putranya berduaan bersama perempuan.


Mencari ke semua tempat, Laila tidak ditemukan oleh Andra. Hal itu membuat wajah Andra semakin murung dari detik ke detik hingga akhirnya mereka kembali ke lantai 1.


Silas melihat kedua orang itu, yang satu terlihat murung seolah hujan hendak turun begitu deras nya, sementara yang lain terlihat sangat berseri-seri seolah matahari baru saja bersinar setelah hujan dan pelangi menghiasi langit.

__ADS_1


"Ada apa ini?" Tanya Silas yang kebingungan harus bertanya pada yang mana.


"Sayang, kau baru saja mendapat telepon dari Laila bukan kalau Laila sedang keluar membeli hadiah untuk Andra 'kan?" Ucap Weleni memandangi suaminya sambil memberi kode pada pria itu dengan sebuah kedipan mata.


"Ahh, ya,, Laila bilang dia pergi membeli hadiah untuk cucu kita karena dia merasa sedih kembali ke rumah dengan tangan kosong." Jawab Silas berusaha membuat wajahnya terlihat sangat meyakinkan meski ia sendiri bingung, mengapa harus berbohong?


Tapi, Andra yang sulit bohongi menatap kakeknya dengan tajam.


"Sudah,, Ayo duduk di sini sambil menunggu tante Laila kembali.


Nenek sangat penasaran dengan apa yang ia bawa untukmu." Ucap Weleni berusaha mengalihkan perhatian Andra.


Lama membujuk pria kecil itu, akhirnya Andra tenang dan mengambil sebuah buku lalu duduk membaca sambil sesekali melihat ke pintu keluar, menunggu Laila kembali.


Melihat cucunya sudah tenang, Weleni langsung menghampiri suaminya dan duduk memegang kedua tangan suaminya.


"Anak kita,, anak kita akhirnya menyukai seorang gadis!" Ucap Weleni.


"Apa maksudmu?" Tanya Silas tak mengerti.


"Aku baru saja pergi ke kamar anak kita dan melihat anak kita sedang berada di atas tempat tidur bersama seorang gadis!


Ini adalah kemajuan yang sangat be-" Weleni menghentikan ucapannya saat cucunya tiba-tiba membuang bukunya dan menatapmereka dengan tajam.


"Aah, cucuku, ada apa? Kami sedang membicarakan pamanmu!" Ucap Weleni berusaha bersikap tenang.


Sesaat, Andra menyipitkan matanya sebelum mengambil buku lain dan kembali membaca di tempatnya seolah tidak terjadi apa-apa.


Melihat cucu mereka kembali membaca keduanya saling berpandangan

__ADS_1


Silas dengan tidak sabarnya bertanya "Jadi,, apa yang terjadi pada anak kedua kita?


Apakah dia sudah meninggalkan sifat kekanakannya yang suka bermain wanita?" Tanya Sila penuh harap.


Berharap jika saja Putra keduanya yang selalu membuat masalah itu segera bertaubat dan memilih jalan yang benar.


Weleni menghela nafasnya, Ia memperbaiki duduknya dan tidak lagi berniat menceritakan apa yang ia lihat.


Yang penting, sekarang ia tahu kalau Samudra menyukai Laila!


Atau mungkin, kedua orang itu sama-sama menyukai!


"Akhirnya putra kita yang sudah seperti biksu selama bertahun-tahun kini menemukan perempuan yang tepat untuknya." Tiba-tiba tawa Weleni dengan sangat senang.


Selama ini mereka tahu meskipun samudra dan Selin menikah, kedua orang itu belum pernah bersentuhan layaknya pasangan suami istri.


Tapi mereka tetap mempertahankan pernikahan itu karena berharap suatu saat Samudra akan lelah dengan kehadiran Selin dan perlahan-lahan menerima Selin.


Lagi pula, rahasia perusahaan dan keluarga mereka ada ditangan Robert!


Jadi mereka harus lebih banyak menahan diri.


@Interaksi



Otor ngutang 5 bab y.....


besok diusahakan..😭

__ADS_1


__ADS_2