
Pukul dua siang, Laila terbangun karena perut keroncongan yang terasa menyiksa.
Membuka matanya perlahan, perempuan itu merasa sangat terkejut saat melihat sosok pria yang tidur sambil memeluknya.
Merasakan jantungnya kembali berdegup kencang, Laila terdiam menatap pria itu.
'Pria ini tidur di kamarnya, lalu aku ltidur bersama Andra di kamar Andra, sekarang kami ada di kamarku.
Jadi setiap kali aku berpindah kamar, semua itu bukanlah karena aku tidak ingat saat berjalan dari kamar Andra kemari, tapi semuanya karena pria ini!' gumamnya akhirnya menyadari semua hal aneh yang terjadi padanya.
Laila memperhatikan pria itu dan menyadari bahwa Samudra hendak membuka matanya.
Laila langsung memejamkan matanya dan berpura-pura tidur menahan rasa lapar yang sudah menggerogoti perutnya.
Tetap diam diperlukan Samudra, tiba-tiba Laila merasakan sebuah ciuman mendarat di puncak kepalanya lalu Samudra melepaskan pelukannya dan ditutup dengan sebuah ciuman besar yang mendarat di bibirnya.
Merasakan samudra akan meninggalkannya, Laila segera membuka matanya dan menarik pria itu.
"Ceritakan padaku." Katanya yang tidak mau berbasa-basi.
'Antara sebuah kebebasan dan keterikatan, sepertinya aku sudah memutuskan untuk memberi kesempatan pada keterikatan.' gumam Laila yang kini menyadari tindakannya.
Saat ia mengatakan ceritakan padaku, artinya dia sudah siap untuk mempertimbangkan Samudra berada di sisi-nya.
"Ayo makan dulu." Jawab Samudra lalu pria itu meninggalkan kamar Laila segera menuju kamarnya sendiri.
Dilihatnya, semua berkas-berkas penting, berkas-berkas rahasia perusahaan dan keluarganya, semuanya diletakkan di bawah lantai.
__ADS_1
"Kak! Apa yang terjadi?" Tanya Kendra yang baru saja muncul.
Pria itu sangat terkejut melihat berkas berkas yang selama ini disimpan Samudra di dalam brankas besi nya malah berserakan di lantai.
Bagaimana bisa?
Tapi Kendra langsung ternganga saat melihat kakaknya berbalik menatapnya dengan sebuah senyum menghiasi wajah pria itu.
Bagai melihat hantu, Kendra sangat terkejut hingga wajahnya memucat.
Senyum itu adalah senyum pertama yang ditunjukkan kakaknya selama ia mengenal kakaknya!
"Bereskan semua ini, aku harus mandi." Ucap Samudra berjalan ke kamar mandi meninggalkan pria yang masih terlena dalam rasa terkejut.
Kendra tidak mau membuang-buang waktu, pria itu langsung membereskan semua berkas-berkasnya dan mengembalikannya ke brankas yang terletak di ruang tersembunyi kamar kakaknya lalu berlari mencari seseorang.
Kendra langsung pergi ke kamar Laila dan mengetuk pintu kamar itu sampai seorang perempuan membuka pintu kamar.
"Katakan! Apa kau yang sudah membongkar semua berkas-berkas penting di kamar kakakku?
Bagaimana caramu mendapatkan berkas-berkas itu?" Tanya Kendra menyipitkan matanya.
Laila menghela nafas "Aku tidak mengerti dengan yang kau katakan!" Kata Laila langsung menutup pintu kamarnya dengan keras.
Terkejut dengan tingkah laku Laila, Kendra langsung mengetuk pintu dengan keras "Hei!! Kau sangat tidak sopan!
Beraninya kau bicara dan bertingkah seperti di depanku!!
__ADS_1
Dasar peremp-"
"Apa yang kau lakukan?!" Kendra dikejutkan oleh Weleni yang muncul dari belakangnya.
"Ibu,," Kendra merasa frustasi.
Sekarang, ia lah yang akan disalahkan karena sudah berbicara kasar pada Laila, tapi apakah dia bisa membela diri dengan berkata bahwa ia melakukannya karena perempuan itu sudah berani mengambil berkas-berkas penting milik keluarga mereka?!
Tidak bisa!
Kalau saja ia mengatakan setengah huruf pun, ia mungkin akan digantung oleh kakaknya!
"Aku salah kamar." Jawab Kendra lalu berjalan kesal ke kamar kakaknya.
"Hei,, Kak!! Cepat buk-"
Bukk..!!
"Ahww!!" Jerit Kendra dengan keras saat Weleni memukul kepalanya dengan majalah tebal di tangan perempuan itu.
"Diam dan pulanglah ke rumahmu!" Bentak Weleni.
Ia tidak mau kalau putra keduanya malah membuat kekacauan dengan mengganggu waktu berduaan Samudra dengan Laila di kamar itu!
"Ibu,, ada apa?! Kau bahkan mengusir anakmu sendiri?!" Tanya Kendra menyipitkan matanya.
Bisa-bisanya!
__ADS_1
Bisa-bisanya dia di usir seperti itu!
Memang apa salahnya mengunjungi kamar kakaknya?!