Kembalinya Perempuan Buangan

Kembalinya Perempuan Buangan
BAB 190. Tembakan


__ADS_3

Cup cup cup...


Serentetan ciuman yang meninggalkan bekas kemerahan mendarat disekujur kulit Laila kala perempuan itu kini berbaring di bawah Samudra dengan tubuh yang tidak terbungkus oleh sehelai benang pun.


"Ahh, sayangku,," geram Laila dalam kenikmatannya saat tangannya meremas kuat rambut Samudra dan menekan kepala pria itu supaya semakin dalam memberinya kenikmatan.


Dua benda kenyalnya semakin mengeras menandai siapnya Laila dihantam oleh tombak perkasa milik suaminya.


Cup cup cup..


Samudra terus menciumi dua benda kenyal milik Laila sembari tangan kanannya menopang tubuhnya supaya tidak terlalu menindih perempuan itu.


Sedangkan tangan kirinya kini turun ke bawah pinggang dan terus ke bawah menyentuh bibir bawah Laila.


"Engghh.........!!" Suara laila yang panjang saat saat merasakan miliknya yang sudah basah tiba-tiba tersapu oleh jari-jari nakal milik Samudra.


Perempuan itu mengeratkan pelukan kakinya di pinggang Samudra sembari mengangkat sedikit panggulnya memberi kode pada Samudra supaya terus memainkan jarinya di sana.

__ADS_1


"Sayang, lepas rambutku," kata Samudra saat perempuan itu dengan kuat menarik rambut Samudra sehingga rasa sakitnya mengganggu konsentrasi Samudra.


Tidak mendengarkan kata suaminya, Laila masih terus menarik rambut Samudra hingga tidak sadar bahwa beberapa helai dari rambut suaminya sudah berceceran di atas sprei.


Merasakan istrinya tidak akan melepaskan tarikannya pada rambutnya, Samudra mengangkat kepalanya dan kembali mencium bibir perempuan itu dan mengait lidah basah milik Laila.


Ia bermain di 3 tempat membuat Laila semakin gelisah di bawahnya serasa ingin segera diterkam oleh Samudra dan membenamkan dirinya menyatu dengan pria itu.


"Ahhh, aku tidak bisa lagi..! Kau terlalu kejam!" Kata Laila membuat Samudra tersenyum lalu pria itu segera memposisikan area bahwa mereka.


"Ahh!!" Jerit Laila dengan keras sebelum dirinya terombang-ambing dalam permainan suaminya yang terlalu mengesankan.


Pelu-pelu keringat membasahi tubuh mereka sampai pada puncak kenikmatan saat Samudra membaringkan tubuhnya disamping istrinya dan memeluk perempuan itu dengan erat.


Menunggu beberapa saat, Samudra lalu mengangkat Laila dan membawa perempuan itu ke kamar mandi untuk membersihkan diri sekaligus lanjut ke ronde kedua.


Keduanya masih berada di dalam bak mandi untuk persiapan ronde kedua saat tiba-tiba saja seorang pengawal Samudra datang mengetuk pintu kamar mandi.

__ADS_1


"Sayangku?" Ucap Laila dengan kuatir, karena dia tahu para pengawal Samudra tidak akan bertindak sampai mengganggu Tuannya yang sedang ada di kamar mandi hanya untuk sesuatu yang tidak penting.


Mengatupkan giginya dengan erat dan menyudahi permainannya yang sementara mencium tubuh Laila, Samudra keluar dari bak mandi dengan memakai handuk.


"Tuan, beberapa kapal perang menepi tepat di belakang vila. Mereka membawa senjata dan orang-orang kita sedang menghalau mereka yang berusaha menerobos masuk." Lapor pria bertubuh besar itu membuat Samudra langsung berlari ke ruang gantinya dan memakai pakaiannya dengan sembarangan.


Pun Laila yang berada di dalam kamar mandi, perempuan itu cepat-cepat membersihkan diri dan menyusul suaminya.


"Sayangku, ada apa?" Tanya Laila.


"Bawa Andra ke Villa ayah dan ibu." Ucap Samudra dengan cepat menyambar pakaian Layla dan membantu perempuan itu memakai pakaian sebelum keduanya keluar dari kamar dan berpisah.


Menyambar Andra yang sedang berbaring di tempat tidur, Laila berlari dengan cepat saat mendengar dentuman tembakan di belakang vila mereka.


"Laila, Andra," ucap Weleni yang berlari ke Villa milik samudra dan Laila lalu keempat orang itu menaiki mobil dan meninggalkan villa mereka.


Duduk dengan cemas sembari melihat keluar jendela, 'Sayangku, tolong jangan terluka,' gumamnya.

__ADS_1


__ADS_2