
Tiba di pintu utama menuju aula, Laila melakukan proses registrasi dan menyerahkan amplop yang ia bawa.
Setelahnya, ia diantar oleh seorang penyambut tamu ke arah meja yang terletak di baris kedua dari depan.
Setiap meja dikelilingi oleh 8 kursi. Dan kebetulan, meja di mana Laila duduk masih kosong, dan dia adalah orang pertama yang duduk di sana.
Menarik nafas karena tidak mengenal siapapun di tempat itu, Laila memilih bermain ponsel.
Lebih tepatnya, dia memainkan game online di ponselnya.
"Laila?" Ucap Rama yang terkejut melihat Laila hadir di pesta ulang tahun Rizal.
"Ya,, dia diundang ayahku. Tapi hari ini, aku akan membuatnya membalas apa yang sudah ia lakukan di kompetisi." Ucapan Anita penuh dengan amarah.
"Memangnya, apa yang ingin kau lakukan?" Rama merasakan sebuah firasat yang tidak baik.
"Lihat saja nanti." Ucap Anita penuh percaya diri lalu perempuan itu menghampiri beberapa pria yang sudah ia siapkan.
"Lakukan tugas kalian dengan baik." Katanya pada ke-7 pria itu sebelum tersenyum puas melihat kepergian para pria itu.
"Anita, jangan bilang kau ingin mengulangi perbuatanmu 5 tahun yang lalu?" Tanya Rama yang yang tidak menyukai rencana Anita.
"Sayang, aku sudah dewasa. Aku tidak akan melakukan perbuatan bodoh seperti 5 tahun yang lalu." Jawab Anita sambil tersenyum lalu melingkarkan tangannya di lengan pria itu dan menarik Rama untuk keluar menyambut para tamu.
Sementara Laila sudah menyelesaikan satu sesi gamenya.
__ADS_1
"Mulai ramai, Tapi kenapa hanya mejaku saja yang kosong?" Ucapnya kebingungan karena meja-meja lain sudah penuh dengan tamu sedangkan di mejanya, Ia hanya duduk sendirian.
Baru saja Laila selesai berkata saat 7 orang pria memasuki aula pesta dan langsung berjalan ke arah Laila.
Mengerutkan keningnya memandangi ke 7 orang yang berjalan ke arahnya, Laila merasakan bahaya yang mendekat.
"Silahkan duduk di sini." Ucap seorang penyambut tamu yang mengantar ke-7 Pria itu.
"Wahh, kita dipilihkan tempat yang sangat baik." Ucap salah seorang pria yang tidak menyesal menerima tugas dari Anita.
Ternyata, perempuan yang dimaksud Anita adalah perempuan cantik, sangat memuaskan!
"Ayo duduk." Seorang pria langsung meraih kursi disamping Laila dan duduk di samping Laila.
"Nona, ini sangat kebetulan kalau kami bisa duduk satu meja denganmu.
"Benar, jangan sampai meja kita sangat canggung karena kita tidak saling mengenal satu sama lain."
Memandangi ke-7 pria di depannya, Laila tersenyum hangat.
Salah satu pria membawa kunci mobil dengan logo salah satu geng mafia di bawah kendali Dewa.
Meski Dewa berasal dari kota FF, tetapi beberapa kelompok dibawah naungannya memang diletakkan di beberapa negara.
Dan kelompok utama di setiap negara memiliki kelompok-kelompok kecil dengan masing-masing simbol.
__ADS_1
Sementara Laila, dia sudah menghafal semua simbol yang digunakan di setiap negara, bahkan sampai cabang-cabang terkecil sekalipun.
"Tentu, namaku Laila dijuluki Mata tajam dari distrik G." Ucap Laila membuat ke-7 pria di depan Laila berada dalam mode waspada.
Mata tajam dari distrik G? Mengapa terdengar familiar?
"Sampaikan salam ku pada bos kalian," Laila kembali berbicara saat melihat ke tujuh orang memandanginya dengan hati-hati.
"Bos, Apakah kau memikirkan hal yang sama denganku?"
"Aku rasa iya. Tapi bagaimana menurutmu?"
"Bos, mana mungkin wanita muda dan polos sepertinya adalah anggota dari distrik G?
Mereka anggota paling elit, tidak mungkin mempunyai anggota lemah seperti perempuan itu."
"Kau benar, tapi dari mana dia mengetahui julukan dan nama bagian?"
"Saya juga tidak tahu Bos, mungkinkah dia hanya membohongi kita?"
@Interaksi
Otor bingung deh, harga dirinya mau anjlok gimana lagi?
__ADS_1
Lah emang sudah dari dulu gak punya harga diri,,👀👀👀