Kembalinya Perempuan Buangan

Kembalinya Perempuan Buangan
BAB 96. Aku akan mengundangmu di hari pernikahanku


__ADS_3

Memasuki ruang tunggu Dewa, Laila menahan nafas saat melihat dua orang pria bertatapan.


Yang 1 mantan gagal move on dan yang satu lagi adalah kekasihnya sekarang.


Yang 1 Bos besar dari kota FF dan yang lain adalah Tuan nomor satu di negara mana mereka berada sekarang.


Laila mengulurkan tangannya dan menepuk punggung Andra dua kali memberi kode pada pria kecil itu supaya tersenyum pada Dewa.


Tapi ternyata, senyum pria kecil itu tidak mampu membuat Dewa menjadi lebih hangat.


"Ayo duduk sayang." Langsung kata Laila menarik Andra untuk duduk di salah satu sofa.


Setelah duduk, Laila kembali menghela nafas karena ia meninggalkan satu pria dibelakangnya.


'Sial! Aku tidak mungkin merayu Samudra di depan Dewa!


Atau mereka akan berkelahi di sini!' gerutunya merasa serba salah dengan setiap tingkah lakunya.


"Apa yang membawamu menemuiku?" Tanya Dewa saat kilatan persaingan mata Dewa dan Samudra berakhir.


Tak mau membuat kekasihnya kecewa, Laila berbalik menatap Samudra.


"Kemarilah," katanya tanpa ada kata sayang di ucapan Layla membuat Samudra menjadi lebih kesal lagi tapi tetap berjalan dan duduk disamping Laila.


Samudra melingkarkan tangannya di pinggang Laila menandakan kepemilikannya terhadap perempuan itu.


Kelakuan Samudra langsung disambut senyuman menggelitik milik Dewa meski senyuman itu tidak terlalu tampak.

__ADS_1


"Jadi, tuan besar ini datang memamerkan hubungannya dengan seorang penghianat?


Haha,, lucu sekali!" Ucap Dewa berusaha terlihat baik-baik saja di tengah sakit hatinya.


Laila menggertakkan giginya, merasa sangat kesal dengan pria di depannya.


Sungguh, memilih datang menemui Dewa sama saja dengan memilih masuk ke neraka!


Layla baru akan menjawab saat Samudra memberinya tatapan supaya Laila tetap diam.


"Aku kemari untuk berterima kasih karena kau sudah datang membawakan ku hadiah yang tak ternilai.


Maaf karena kau harus kembali ke kota asalmu dengan tangan kosong.


Aku akan menjaga Laila dengan baik." Ucap Samudra semakin membakar hati Dewa yang sudah kepanasan melihat kelakuan ketiga orang di depannya.


Tetap dengan wajah tenangnya, Dewa tertunduk malas melihat tangannya yang diletakkan di pahanya.


"Dasar breng-" Laila yang hendak berteriak mengumpat Dewa. Tapi ia langsung berhenti ketika menyadari ada seorang pria kecil yang duduk sambil memegang tangannya.


Menghela nafas, Laila menatap Andra. "Sayangku, tunggu di sini sebentar, aku akan berbicara dengannya. Ok,,?"


Memperlihatkan wajah tidak setujunya, Andra memegang erat tangan Laila.


"Biarkan mamamu pergi, hanya sebentar saja." Kata Samudra tidak didengarkan Andra.


"Sayangku, pegang ponsel dan tas mama. Mama hanya perlu 5 menit. Okk?" Laila kembali membujuk Andra dan akhirnya mendapat persetujuan dari pria kecil itu meski ketika Laila pergi Andra terlihat sangat tidak rela.

__ADS_1


Menghampiri Dewa yang hampir memasuki pesawat, Laila terengah-engah saat menarik lengan pria itu supaya berbalik menghadapnya.


"Apa yang kau lakukan? Kau mau ikut denganku?" Tanya Dewa sembari menatap tajam Laila.


"Kau pikir aku bodoh?! Aku berusaha keras lepas darimu, dan sekarang, aku akan pergi bersamamu lagi?


Ckk, langsung intinya saja." Laila merogoh mantelnya dan mengeluarkan semua perhiasan yang pernah diberikan Dewa padanya.


"Aku hanya ingin mengembalikan ini." Ucap Laila memperlihatkan perhiasan di tangannya.


"Kau menolak semua pemberianku? Bahkan benda kecil itu juga kau kembalikan?" Dewa melihat peluit kecil yang pernah ia berikan pada Laila.


Peluit kecil yang diberikan pada perempuan itu ketika ia pertama kali bertemu dengan Layla dan langsung jatuh hati padanya.


Peluit yang jika ditiup Laila langsung terhubung pada ada cincin milik Dewa yang akan memberitahukannya jika perempuan itu sedang dalam bahaya.


"Jangan bodoh! Sekarang aku sudah punya kekasih dan aku menghargainya sebagai orang yang akan melindungiku selamanya.


Jadi benda kecil ini, aku sudah tidak membutuhkannya lagi."


Menghela nafasnya dan mengulurkan tangannya, Dewa hanya mengambil perhiasan yang pernah ia berikan pada Laila dan meninggalkan peluit kecil di tangan Laila.


"Aku akan mengambil ini. Jika pria itu mencampakkanmu, kau bisa meniup peluitnya." Ucap Dewa sebelum berbalik meninggalkan Laila.


"Sampi jumpa! Terima kasih! Aku akan mengundangmu di hari pernikahanku!" Teriak Laila melihat Dewa sudah memasuki pesawat.


@Interaksi

__ADS_1



Banyak yang ngemis gila komentarnya di pajang, tapi yang udah ngehalu tinggi ini harus didahulukan, kasian kalo jatoh, nanti jadi makanan ikan teri di padang gurun.😂 eh apa di samudra ya?


__ADS_2