
Di sebuah kantor, kekacauan yang besar masih terus berlanjut setelah beberapa hari Hx-1 memberi mereka kerjaan paling memusingkan.
Bagaimana tidak, Hx-1 sudah menyebarkan berbagai celah sistem keamanan mereka.
Hal itu menyebabkan banyak peretas yang memanfaatkan informasi tersebut untuk sekedar uji nyali melakukan peretasan pada sistem pertahanan jaringan perusahaan Dewa.
Lebih parahnya Lagi, Hx-1 menjual data secara internasional sehingga perusahaan baru yang diketahui dinaungi oleh group besar itu akhirnya terancam bangkrut karena ulah satu orang.
"Sial!! Laila tidak bisa datang!" Umpat Geral dalam ruangannya sebelum berjalan ke ruangan Dewa yang sedang duduk santai menatap layar tabletnya.
Meski pria itu terlihat santai, tapi kekelamaan di wajahnya tidak bisa disembunyikan bahkan dengan wajahnya yang selalu tenang.
"Bos, Laila tidak bisa meninggalkan kediaman Samudra.
Saat ini, sudah terlalu banyak informasi yang bocor, kami sudah tidak bisa mengendalikannya.
Saham kita juga semakin anjlok, bahkan-" Geral menghentikan ucapannya saat Dewa berbalik dan matanya sekejap melihat pada layar tablet di tangan Dewa.
'Itu,, foto Laila dan Samudra?' gumamnya sangat terkejut.
Jadi, ketenangan Dewa selama beberapa hari ini karena pria itu sedang galau mengetahui Laila dan Samudra sudah benar-benar bersama.
"Bagaimana menurutmu?" Tanya Dewa pada Geral sembari meletakkan tablet berisi foto Laila dan Dewa yang diambil dari satelit luar angkasa menggunakan kamera resolusi tinggi.
Dari jendela, dua insan yang sedang berada di dalam sebuah kamar sedang berciuman panas.
__ADS_1
Melihatnya, wajah Geral menjadi sangat pucat hingga keringat dingin bercucuran di punggungnya.
"Bos, ini,, aku rasa, ini hanya sebuah strategi yang digunakan Layla untuk menipu pria itu!" Ucap Geral meski dia tahu kalau hal seperti itu tidak mungkin terjadi.
"Siapkan perjalanan kembali ke FF." Ucap Dewa lalu pria itu bangkit meninggalkan Geral yang yang tidak mengerti dengan pria itu.
Jelas, mereka sebenarnya bisa menghentikan kebangkrutan perusahaan baru mereka jika Dewa mau turun tangan.
Tapi, selama beberapa hari ini, pria itu hanya duduk termenung di ruangannya tanpa ada sedikitpun niat untuk mengatasi masalah perusahaan.
Padahal, setengah saja kemampuan pria itu dikerahkan, setidaknya sudah bisa memukul mundur semua musuh.
Tapi,,
Ternyata,, semuanya karena hati yang sudah patah.
Dan endingnya hanya seperti ini?" Ucap Geral tak berdaya.
Karena memang, tujuan awal mereka datang kemari hanya untuk membuat Laila gagal dalam misinya hingga mereka bisa kembali ke FF untuk melangsungkan sebuah pernikahan yang sakral dan penuh cinta.
"Tak di sangkah, Bos malah datang kemari memberikan perempuannya pada pria lain.
Bos yang malang." Ucap Geral tiba-tiba saja melow.
Akhirnya, tanpa ada pilihan lain Geral segera mengantar Dewa ke bandara dan pria itu langsung meninggalkan negara yang sudah menjadi negara yang menorehkan luka dalam di hati pria malang itu.
__ADS_1
"Apa yang terjadi?" Tanya Hadi pada Geral ketika mereka selesai mengantar Dewa ke bandara.
"Laila,, dia sudah menetapkan hatinya pada pria lain." Ucap Geral menghela nafasnya dengan berat.
"Pria lain? Maksudmu?" Tanya Hadi tak mengerti.
"Dasar bodoh! Kau tidak bisa memutar otakmu dan membaca situasi?
Selama ini Dewa terus mengejar Laila karena dia tahu perempuan itu belum jatuh cinta pada pria mana pun.
Tapi saat ini, Laila sudah menjalin hubungan dengan Samudra!
Kau pikir bisa menghentikan ambisi perempuan gila itu?!" Ucap Geral dengan suasana hati yang buruk.
"Oh, astaga! Jadi maksudmu, Seorang pria sudah berhasil menyembuhkan trauma Laila yang tidak bisa berhubungan dengan laki-laki?
Bagaiman bisa?! Siapa orangnya?!" Tanya Hadi tak percaya.
"Siapa lagi? Samudra!" Jawab Geral.
"Oh astaga, ini benar-benar kejutan! Laila lebih tertarik pada duda panas dari pada bos kita yang memiliki gelar sebagai orang paling setia!" Ucap Hadi menggelengkan kepalanya.
@Interaksi
__ADS_1
Dasar cewek, cuma punya air mata sebagai senjata!
Nih ya, udah dipajang,, hapus air mata sama ingusmu tuh!! 😒