Kembalinya Perempuan Buangan

Kembalinya Perempuan Buangan
BAB 53. Hati yang beku sudah dicairkan


__ADS_3

Cukup lama menunggu Laila, Andra mulai curiga dengan neneknya yang sedari tadi tersenyum-senyum memandang ke lantai atas.


Pria kecil itu menyipitkan matanya sebelum memutuskan menyudahi acara membacanya lalu naik ke lantai 2.


"Andra, mau kemana?" Weleni segera mengejar cucunya, tapi ia berhenti saat melihat Andra memasuki kamarnya dan mengunci pintu.


"Ternyata ke kamarnya." Ucap Weleni tersenyum lalu ia mengintip pintu kamar Samudra sebelum meninggalkan lantai 2 dengan senyum kebahagiaan menyelimutinya.


Dan Andra yang tidak mau tertipu, pria kecil itu membuka pintunya saat memperkirakan Weleni tidak ada di sana.


Keluar dari kamar, Andra segera berjalan ke pintu kamar Samudra dan membuka pintu secara perlahan.


Wajah datarnya langsung dipenuhi kemuraman saat melihat Laila memang ada di kamar ayahnya.


Tapi hanya beberapa detik, ia menghilangkan raut kemuramnnya lalu membuka lebar pintu dan mengejutkan Laila.


Laila semakin terkejut saat Andra langsung berlari ke arahnya dan memeluknya dengan sangat erat.


"Sayang," kata Laila sambil mengatur deru nafasnya.


Tertangkap basah sedang membongkar lemari Samudra!


Meski biasanya ia tidak akan menampakan reaksi seperti itu, tapi entah kenapa saat itu ia menjadi sangat berbeda dari biasanya.


1 menit berpelukan Laila akhirnya melepaskan pelukan mereka lalu menatap Andra.

__ADS_1


"Sayang ada apa datang ke mari?" Tanya Laila membuat pria kecil di depannya yang semula terlihat baik-baik saja langsung terlihat murung.


Pria itu lalu menoleh ke tempat tidur dengan tatapan curiga sebelum mengeluarkan air mata emosionalnya.


Hal itu membuat Laila sangat panik.


"Lho, sayang, ada apa? Kenapa menangis?" Tanya Laila dengan panik.


Sungguh, hatinya sangat tidak tega melihat anak kecil itu menangis tanpa suara dengan wajah yang sangat menyedihkan.


Tapi ia juga tidak tahu hal apa yang membuat Andra sampai menangis seperti itu.


Melupakan semua hal yang harus ia kerjakan, Laila akhirnya mengangkat Andra dan membawa lelaki kecil itu ke kamar Andra lalu menenangkannya di sana.


"Sudah,, sudah,, sekarang kita di kamarmu.


Menggembungkan pipinya, lelaki itu dengan wajah yang sangat marah menulis dengan cepat.


APA YANG TANTE LAKUKAN DI KAMAR PRIA ITU?


Membaca tulisan Andra, Laila langsung menelan air liurnya sebelum menatap Andra.


"Kau lihat di sana tadi? Ada banyak berkas yang berceceran Tante disuruh membereskannya." Jawab Laila membuat kemarahan Andra pada kakek, nenek dan ayahnya semakin membesar.


Pria kecil itu menampakan wajah kasihannya pada Laila sebelum memeluk Laila dengan hangat.

__ADS_1


Andra seolah mengatakan kalau ia memberi penghiburan pada Laila yang sudah di tindas orang-orang rumahnya.


'Benar, aku menjadi sangat tenang saat bersama samudra dan Andra.


Lagi pula Samudra sudah mengetahui tentang identitas ku, tapi dia tetap membiarkanku berkeliaran di rumah ini, bahkan mengatakan kalau dia menyukaiku.


Dan hatiku terasa sangat hangat, hatiku yang terus beku sudah mencair dan dibuat hangat oleh kedua orang ini.


Bahkan sekarang, aku tidak tega meninggalkan Andra.' gumam Laila membalas pelukan Andra.


Ia sama sekali tidak tega menyakiti Andra maupun Samudra.


Melupakan semua masalah, Laila memilih tidur bersama Andra ketimbang kembali ke kamar Samudra dan melanjutkan aksinya mencuri berkas-berkas itu.


Jam berlalu, Samudra yang tidur tiba-tiba saja terbangun karena sebuah mimpi buruk.


Pria itu dipenuhi keringat sembari melompat dari tempat tidur menatap semua berkas-berkas yang berserakan.


'Laila!' katanya dalam hati sembari berlari keluar kamar dan memeriksa kamar Laila.


Tak menemukan perempuan itu di kamar, Samudra dan berlari ke kamar Andra.


Barulah saat melihat dua orang sedang berpelukan di atas ranjang, Samudra merasa tenang.


Pria itu segera mendekati ranjang lalu memisahkan mereka berdua, menggantikan Laila dengan bantal guling untuk dipeluk Andra dan menculik Laila dari Andra.

__ADS_1


@Interaksi.


Nyicil ya... 😂😂😂


__ADS_2