Kembalinya Perempuan Buangan

Kembalinya Perempuan Buangan
BAB 89. Jangan meragukan pilihan Samudra


__ADS_3

Pulang dari kantor pada pukul jam 9 malam, Samudra buru-buru ke rumah tua karena ingin cepat-cepat berduaan dengan Laila.


Namun, saat pria itu tiba dan hendak berjalan cepat ke kamar Andra, ia dihadang oleh kedua tetua yang menunggunya di ruang tamu.


"Ayah, ibu, apakah Laila ada di atas?" Tanya Samudra.


"Kau ini, hanya memikirkan Laila saja! Duduk disini karena kami ingin berbicara denganmu!" Ucap Silas yang merasa kesal pada putranya karena pria itu hanya memikirkan Laila saja dan melupakan kedua orang tuanya, anaknya dan segala sesuatu yang ada disekitarnya.


"Tapi ayah-"


"Ini penting!" Ucap Weleni penuh penekanan membuat Samudra menghela nafas sembari duduk di depan kedua orang tuanya.


Mata pria itu bahkan tidak fokus pada Weleni dan Silas, Samudra terus melihat ke arah lantai 2 seolah-olah Laila akan menghilang ketika dia tidak segera naik ke sana.


"Mereka berdua sudah tidur! Jadi tidak perlu khawatir kalau mereka berdua akan lari darimu!" Ketus Weleni menghela nafas.


"Bukan mereka berdua, tapi hanya calon kakak iparku saja!" Ucap Kendra yang baru saja tiba sembari berjalan ke samping samudra dan duduk bersama pria itu.


Terlihat wajah Kendra sangat kelelahan karena sudah seharian penuh dikerjai oleh kakaknya.


Padahal, pria itu sama sekali tidak tahu Apa kesalahan yang sudah ia buat!


"Kenapa kau kemari?! Apakah sudah bosan bermain perempuan?!" Langsung tanya Weleni yang merasa tidak senang melihat Putra keduanya pulang ke rumah.


Bukan apa, tapi saat pria itu ada di rumah, dia menjadi lebih stres lagi sebab Kendra biasanya pulang ke rumah saat pria itu terkena masalah besar.


"Ibu, aku juga putramu! Kau bahkan mengajak Laila kemari, tapi putramu sendiri?


Ck,, ck,, apakah aku memang anak pungut?!" Tanya Kendra tak berdaya.

__ADS_1


"Benar! Kau anak pungut! Jadi cepatlah pergi ke kamarmu dan kunci pintu kamarmu!


Kepala ibu hampir meledak setiap kali kau pulang ke rumah dengan masalah besar yang kau bawa!


Jika kali ini kau pulang karena sebuah masalah lagi, ibu benar-benar akan mencoret namamu dari kartu keluarga!" Ucap Weleni.


Melihat ibunya kini mengurus adiknya, Samudra menjadi semakin kesal karena waktunya menjadi lebih terhambat untuk bertemu Laila.


"Ibu, cepatlah katakan yang kalian inginkan.


Aku sibuk!" Ucap Samudra membuat Kendra memutar bola matanya sembari menyandarkan punggungnya di sandaran sofa.


Meski dia terus diabaikan, dia harus tetap duduk di sana dan mendengarkan perkembangan hubungan kakaknya dengan Layla!


"Benar! Kami ingin bertanya, tentang Laila. Kami sedikit cemas kalau dia juga sama seperti mantan istrim-"


"Ibu, Ayah! Apakah kalian ingin membandingkan pilihan Kakakku dengan pilihan kalian berdua?" Tanya Kendra yang begitu semangat mencari muka di depan kakaknya.


Benar saja, apa yang dikatakan Kendra langsung membuat Samudra meliriknya.


"Dengarkan Kendra." Ucap Samudra langsung berdiri meninggalkan ketiga orang itu dan naik ke lantai dua.


"Yes! Berhasil!" Kendra sangat bersemangat menatap kepergian kakaknya sebelum melihat kedua orang tuanya.


"Jadi, apa yang ingin ibu dan ayah tanyakan?


Aku akan mewakili Kakakku menjawabnya!" Ucapnya dengan wajah bersemangat melupakan kelelahannya sepanjang hari.


"Hah, ibu akan tidur." Ucap Weleni berdiri meninggalkan dua pria itu.

__ADS_1


Percuma berbicara dengan Putra keduanya!


Tidak akan memberi informasi berguna!


"Ayah?" Tanya Kendra pada ayahnya terlepas dari ketidaknyamanannya karena sikap ibunya.


Lagipula, ia sudah biasa melihat ibunya mengabaikannya.


Jadi apa bedanya hari yang lalu dengan yang sekarang?


"Meski ayah tidak yakin kau memberi jawaban yang benar, tapi Ayah hanya ingin kau mengatakan pendapatmu tentang Laila." Ucap Silas.


"Hah, Ayah tidak perlu kuatir. Kakakku selalu memiliki mata yang jeli untuk menilai seseorang.


Ingat saja kemarin, waktu Selin pertama kali datang ke rumah, kakakku langsung menolaknya.


Tapi kalian memaksakannya hingga terjadi sesuatu yang mengerikan pada cucu kalian.


Jadi sekarang, sebaiknya kalian mengalah dan biarkan kakakku menentukan jalan hidupnya." Ucap Kendra penuh percaya diri karena ia juga yakin kalau Laila akan menjadi istri yang sangat tepat untuk kakaknya.


Selain perempuan itu sangat jago di bidang IT, juga merupakan ibu kandung Andra.


Saat Laila tahu kalau Andra adalah anaknya, tidak mungkin perempuan itu mengabaikan darah dagingnya sendiri!


@Interaksi



Boleh kok, tapi,, emang situ mampu?

__ADS_1


😂🤭✌️✌️


__ADS_2