
"Apa kauperlu sesuatu?" Langsung tanya Silas setelah mengangkat telepon dari Samudra, karena setelah 1 tahun, itu pertama kalinya Samudra menelponnya.
"Aku ingin bertanya mengenai Ibu, mengapa sikapnya pada Laila jadi berubah?" Suara Samudra dari seberang telepon.
'Bahkan karena Laila, putraku akhirnya menelponku. Laila memang membawa perubahan yang sangat besar, tapi apa yang dikatakan istriku juga benar.' Silas menghela nafas.
"Ibumu hanya sedikit kuatir karena kemunculan Laila sama persis dengan yang terjadi pada keluarga kita saat Selin masuk ke keluarga kita.
"Kau ingat dulu? Setelah menikah denganmu, Andra mulai menunjukkan perubahan, dan setiap kali kita bertanya padanya Andra tidak mengatakan apapun.
"Bahkan saat itu, Selin terus berada di samping Andra dan menjaga Andra yang sedang sakit dengan cara mengancam Andra supaya tidak mengatakan apapun pada kita.
"Dan Laila, setelah kalian menikah, Andra juga mengalami perubahan, jadi ini hanya sebuah rasa trauma yang dirasakan oleh ibumu. Jangan menyalakan ibumu, dia-"
"Aku mengerti." Sela Samudra langsung menutup panggilan itu.
"Anak ini..! Mengapa semua sifat buruk di masa mudaku menurun padanya?!" Silas menghela nafas menghadapi kelakuan putranya.
Sementara di kediaman Samudra, Kendra Baru saja tiba setelah Ia mendapat perintah dari Samudra untuk menemui Laila.
'Kira-kira, apa lagi yang akan ku minta sebagai imbalan?' Kendra bersiul-siul penuh kebahagiaan memasuki kediaman kakaknya.
__ADS_1
Ia baru menaiki teras menuju pintu utama saat ia terkejut melihat seorang perempuan sedang berbicara dengan kepala pelayan.
"Kau..!" Suasana bahagia Kendra langsung berubah menjadi kekesalan saat melihat Melinda.
Dan yang lebih membuatnya terkejut bahwa Melinda diizinkan datang ke rumah kakaknya!
Ide gila siapa itu?!
Mengijinkan perempuan asing dan perempuan sok tahu tanpa tatakrama itu masuk ke kediaman Samudra!
Sementara Melinda yang melihat Kendra, dia sangat terkejut dan tak menyangka akan bertemu pria itu di rumah bosnya.
"Tuan,, apa yang Tuan lakukan di sini?" Langsung tanya Melinda pada Kendra dengan nada membentak.
'Tunggu, apa jangan-jangan bos telah dibodohi oleh pria mesum ini hingga,,' Melinda melototkan matanya Ia tidak percaya kalau bosnya yang begitu baik ternyata memiliki hobi seperti Zoya!
Suka bermain api dengan pria seperti Kendra!
Tak tahan membayangkan kemalangan Laila, Melinda menggunakan dokumen di tangannya untuk memukul Kendra.
"Tuan!! Jangan pernah menyentuh bos saya! Dia orang baik yang tidak seharusnya mengenal orang seperti Tuan!!
__ADS_1
"Bahkan melihat pria besok seperti Tuan juga merupakan kejijikan!" Ucap Melinda membuat keributan di rumah itu hingga mengundang semua penghuni rumah untuk keluar.
Sementara kepala pelayan, dia berusaha mencegah Melinda, tapi entah kenapa, tenaga perempuan itu tidak bisa ia kalahkan.
"Tolong...! Tolong...!!!" Kendra berpura-pura tak berdaya untuk mencari perhatian pada ibunya yang sudah muncul di depan pintu.
"Bagus, pukul dia sampai luka, tapi jangan berteriak-teriak!" Ucap Weleni membuat Melinda semakin bersemangat memukul Kendra.
Sementara pria yang berpura-pura itu, kini tidak tahu lagi harus mengatakan apa.
Dia berdiri mematung membiarkan Melinda terus memukulinya sambil menatap pada ibunya.
"Melinda?" Ucapan Laila yang baru tiba karena dia berlari dari lantai 2.
"Bos,, tunggu sebentar, biarkan aku memukuli pria mesum ini! Oya, Tolong jangan percaya padanya dan jangan pernah termakan rayuannya yang sangat menjijikkan!
"Sudah banyak perempuan yang disakitinya!" Ucap Melinda.
@Interaksi
__ADS_1
Otor gak pernah main kuda lumping, tapi kalo kuda-kudaan di atas ranjang,, kayaknya setiap hari deh..ðŸ¤