
Sepanjang jalan ke kediaman Samudra, Samudra dan Laila terus berciuman dengan panas membuat Ell yang sedang mengendarai mobil terkadang lupa membedakan yang mana pedal rem dan mana pedal gas.
Namun kesalahan itu tidak pernah ditegur oleh Samudra karena 2 orang itu sibuk dalam permainan panas mereka yakni saling tarik-menarik lidah.
Terkadang bunyi kecupan dan ******* Laila membuat Ell hendak mengerem secara mendadak sehingga kedua orang itu benar-benar sadar bahwa mereka sedang berada di dalam mobil yang ia kendarai.
Ada 3 orang, bukan mereka saja!
Tapi apa daya, Ell hanya bisa mengumpat dalam hati sampai kemudian mereka tiba di kediaman Samudra.
'Sial!!' gerutu Ell saat 1 menit duduk di dalam mobil lalu kedua orang itu tidak keluar dari dalam mobil.
Tidak ingin menjadi obat nyamuk lebih lama lagi, Ell membuka pintu mobil dan membiarkan mobil itu terparkir secara sembarangan.
'Masalah belakang jika Samudra memarahiku saat mobilnya tidak dikembalikan ke tempatnya!' Ell berlari ke mobil lain yang berada di parkiran lalu membawa mobil itu meninggalkan kediaman Samudra.
Sementara Samudra dan Laila, kedua orang itu masih di dalam mobil saat hujan tiba-tiba saja turun membuat suara tautan bibir mereka beradu dengan rintik air hujan.
__ADS_1
"Hmm, sayang,, ke kamar!" Ucap Laila di tengah-tengah permainan panas mereka membuat Samudra yang sangat tidak sabar langsung membuka pintu dengan kasar lalu berlari membawa Laila ke kamar mereka.
Kepala pelayan yang diminta Samudra untuk selalu berjaga di depan pintu kamar Andra hanya bisa memejamkan matanya saat melihat Samudra sedang menggendong Laila dengan posisi masih berciuman.
'Tuan Muda yang kejam!' gumamnya merasa di banting oleh kelakuan dua orang itu di depan seorang lajang tua!
Sementara Samudra yang membawa Laila ke dalam kamarnya, pria itu langsung menjatuhkan Laila di atas tempat tidur dan menindihnya sembari memperdalam ciuman mereka.
Tangannya bergerak dengan Liar mengangkat gaun Laila hingga ke pinggang permepuan itu.
"Buka kancingnya!" Ucap Laila pada Samudra.
Memandangi Laila yang kini hanya memakai dalaman, pria itu melepas jas dan kemejanya lalu membuka celananya.
"Hah,, cepatlah!!" Ucap Laila menarik celana Samudra.
"Sabar sayangku!" Jawab Samudra akhirnya melemparkan celananya ke lantai lalu kembali menindih Laila.
__ADS_1
Suara ciuman mereka beradu dengan permainan Samudra di bagian sensitif Laila.
Sudah basah,, basah,, dan basah!
Hanya membutuhkan waktu 2 menit, kedua orang itu sudah polos tanpa sehelai benang.
Samudra bermain di buah kenyal Laila meninggalkan bekas-bekas ciumannya yang manja!
"Ahhh!! H'mmmm sayangku,, lebih cepat!!" Ucap Laila di selah-selah wajah bergairah nya karena permainan jari Samudra yang sangat brutal di bagian bawahnya.
"Kau sangat sekksii sayang!!" Ucap Samudra yang bergetar mendengar ******* Laila yang bercampur dengan bunyi kecupannya dan bunyi bercak permainan tangannya sendiri.
"Ohh,, sayang,, aku ingin mati dalam api membaramu!!" Teriak Laila saat tubuhnya menegang lalu melemas menandai pelepasan pertamanya.
Merasakan Laila sudah melakukan pelepasan, Samudra menghentikan permainannya dan beralih mencium lembut seluruh wajah Laila hingga perempuan itu kembali mendesah di bawahnya.
"Ayo lakukan sekarang," ucap Samudra kembali memperdalam ciumannya dan menarik manja lidah Laila.
__ADS_1
Mereka masuk ke inti permainan yang tidak boleh diketahui pembaca...!!! 🤭✌️