Kembalinya Perempuan Buangan

Kembalinya Perempuan Buangan
BAB 183. Rencana Besar


__ADS_3

di sebuah apartemen di tengah Ibu kota negara MR.


"Lepas..! Lepas..!" Teriak Irmawati yang sedang diikat pada tangan dan kakinya.


Perempuan itu melotot pada seorang pria didepannya, Siapa lagi kalau bukan mantan suaminya yaitu Rizal.


"Dimana putriku?!" Tanya Rizal.


"Putrimu? Haha,,," entahlah, mungkin sekarang dia sedang bersenang-senang bersama kekasih barunya." Ucap Irmawati selagi perempuan itu tertawa puas.


"Kau..!" Cepat katakan yang jelas..!" Teriak Rizal sambil menggertakkan giginya.


"Jadi, kau sangat ingin tahu?" Irmawati tersenyum. "Ya, selama beberapa minggu ini, dia sudah bersenang-senang dengan banyak pria. Katanya, dia menyukai pekerjaannya sebagai seorang pelacur!" Kata Irmawati mengundang amarah pria yang sedang berbicara dengannya.


Rizal dengan rahang yang sangat keras mendekati Irmawati dan memberi tamparan keras di pipi perempuan itu.


"Aku akan melemparkan mu ke lautan penuh hiu saat aku sudah mendapatkan putriku..!" Ucap Rizal memandang marah pada perempuan yang sedang terluka di bagian bibirnya akibat tamparan keras dari Rizal.

__ADS_1


"Kau bisa melakukan apa pun sesuka hatimu. Tapi aku hanya memiliki satu permintaan supaya rencana balas dendammu pada Laila tidak berujung sia-sia!" Ucap Irmawati tersenyum penuh ejekan.


"Setelah Laila, kau akan menjadi yang berikutnya!" Ucap Rizal sebelum keluar dari ruangan itu meninggalkan perempuan yang kini tertawa seperti orang gila.


Rizal kemudian pergi ke sebuah ruangan di mana orang-orang sedang berkumpul untuk membahas sebuah rencana besar.


"Maaf, saya terlambat." Ucap Rizal.


"Bukan masalah besar. Lagipula, kita masih kekurangan 1 orang." Ucap Robert yang masih memainkan pena di tangannya menunggu tamu penting mereka yang akan bergabung dalam misi besar mereka.


Setelah menunggu selama 10 menit, orang yang mereka tunggu sudah tiba.


Siapa lagi kalau bukan Dewa.


"Selamat datang Tuan Dewa, silahkan duduk." Ucap Robert lalu semua orang di ruangan itu kembali duduk.


"Tuan dewa adalah orang yang menyediakan semua fasilitas yang kita butuhkan untuk menghancurkan keluarga Anderson." Kata Robert menjelaskan lalu semua orang mulai memandang Dewa dengan tatapan kagum.

__ADS_1


Lagipula, semua orang di ruangan itu sudah mengenal Dewa, pria dari kota FF yang terkenal memiliki banyak pabrik senjata ilegal.


"Semua yang kalian butuhkan sudah saya siapkan. Jadi sekarang, Saya hanya ingin mendengar bagaimana rencana kalian."kata Dewa dijawab anggukan Robert lalu pria itu menyuruh sang asistennya untuk mulai menjalankan misi mereka.


Penjelasan yang sangat lama Akhirnya selesai.


"Aku setuju dengan rencana kalian, tapi rencana kalian untuk melukai pelayan bernama Laila, kalian tidak boleh melakukannya. Perempuan itu akan menjadi urusanku secara pribadi." Ucap Dewa membuat Robert terkekeh.


"Haha,, tak disangka, Tuan Dewa ternyata tertarik pada perempuan bernama Laila. Baiklah, kami pasti akan membawa perempuan itu ke hadapan Tuan Dewa tanpa kekurangan satu apapun." Ucap Robert.


'Laila? Tidak mungkin, perempuan itu sudah membuat putriku berakhir menjadi seorang pelacur, maka dia pun harus berakhir lebih buruk dari putriku!' gumam Rizal dalam hatinya meski dia tidak mengatakan apapun.


Setelah mendengar ucapan Robert, Dewa langsung berdiri dan meninggalkan apartemen itu.


"Siapkan semua senjata dan pasukan yang mereka butuhkan." Ucap Dewa ketika mereka berada dalam lift.


"Tapi Bos, Saya tidak yakin mereka akan memenuhi permintaan Bos untuk tidak melukai Laila."

__ADS_1


"Kau akan ikut dalam misi itu untuk memastikan dia tidak terluka." Jawab Dewa.


"Baik Bos!"


__ADS_2