
Dari sore hari sampai pukul 8 malam, Laila terus berada di dalam kamar Andra dan tidak pernah membuka pintu kamar.
Barulah ketika Andra tertidur lalu Laila membuka pintu kamar dan terkejut melihat tiga orang yang sedari sore berada di depan pintu kamar Andra masih berada di sana sembari berdiri dengan cemas.
Membuka pintu lebar-lebar, Laila menghela nafas.
"Kalian boleh melihatnya tapi jangan mengganggunya. Emosinya sedang tidak stabil dan dia tidak mau menemui siapapun." Ucap Laila.
"Kami mengerti, terima kasih Laila." Ucap Weleni lalu dia dan suaminya masuk ke kamarnya sementara Laila dan Samudra juga kembali ke kamar mereka.
Cucu mereka tertidur pulas namun dengan wajah pucat dan sedikit kerutan di kening nya.
Weleni hendak duduk di samping tempat tidur Andra untuk menyentuh cucunya ketika Silas menahan nya.
"Tapi, hah, baiklah," jawab Weleni dengan suara yang sangat pelan bersama ekspresi kekecewaannya.
Mereka berdua tahu, Andra sangat mudah terbangun dari tidurnya bahkan dengan sedikit gangguan kecil.
__ADS_1
Cukup lama memandangi cucu mereka, kedua orang tua itu keluar dari kamar Andra dan masuk ke kamar mereka yang memang disiapkan Samudra di rumah itu.
"Ayo menginap di sini beberapa hari. Aku sangat khawatir dengan cucu kita." Ucap Silas sembari duduk disalah satu kursi dengan wajah yang tidak tenang.
"Suami, mengapa aku tiba-tiba ingat bagaimana Selin di keluarga kita. Awalnya cucu kita menjadi sangat baik dan lebih baik dari sebelumnya tapi setelah menikah, keadaannya semakin memburuk.
"Bukankah keadaan Andra saat ini sama dengan kejadian ketika Selin memasuki keluarga kita?" Ucap Weleni.
"Tapi, tidak mungkin Andra membiarkan Laila masuk ke dalam kamarnya saat Laila sudah menyakitinya." Jawab Silas.
"Kau benar, tapi entah kenapa aku masih tetap merasa kuatir. Kau ingat serangkaian kejadian saat Laila pertama kali datang ke rumah kita?
"Dan hari pertama ketika Laila sampai di rumah ini, Andra membuat ulah sampai meretas sistem perusahaan, cucu kita tidak mungkin bisa mengalahkan putra kita dalam hal IT. Dan Laila, dia memenangkan kompetisi programer yang diadakan perusahaan kita.
"Sejak Laila datang, banyak hal yang berubah di rumah kita, mulai dari Andra yang mengalami perkembangan pesat dalam pemulihan trauma nya dan juga Samudra yang menjadi lebih banyak berbicara.
"Tapi di perusahaan kita, banyak kemunduran terjadi. Dan sampai saat ini Laila dan Samudra sudah menikah, mengapa aku semakin takut kalau Laila sebenarnya memiliki siasat lain untuk keluarga kita?" Ucap Weleni yang menjadi curiga pada Laila.
__ADS_1
Silas mendengarkan setiap penjelasan istrinya, dan sebenarnya dia sudah lama ingin mengatakan itu, tapi ia tetap mengingat ucapan Kendra untuk mempercayai Putra mereka.
Lagipula, mereka cukup senang pada Laila yang bisa membawa perubahan untuk cucu mereka.
"Istri,," Silas mendekati istrinya dan mengelus pundak perempuan itu.
"Jangan memikirkan terlalu banyak hal. Kita percayakan semuanya padanya pada Putra kita. Kali ini saja,, biarkan Samudra menangani masalah keluarganya tanpa campur tangan dari kita." Ucap Silas.
"Tapi, pria itu-"
"Istri, kali ini saja." Selah Silas.
Menghela nafasnya, Weleni kemudian menjawab "Baiklah, tapi kita harus selalu mengawasi mereka dan kita harus tinggal di rumah ini sampai aku benar-benar yakin kalau Laila benar-benar perempuan yang tepat untuk melengkapi keluarga Putra kita!"
@Interaksi
__ADS_1
Nanti di stempel pake uang ijo ajah,,,
Kalo di stempel hot,, komennya gak layak,, gak ada hot-hotnya..😂