Kembalinya Perempuan Buangan

Kembalinya Perempuan Buangan
BAB 36. Dipermalukan dengan kejam


__ADS_3

Kendra adalah orang terakhir yang datang ke pesta itu karena dia harus menyelesaikan beberapa masalah perusahaan yang ditimbulkan oleh Laila.


Pria itu masih di dalam mobil saat melihat siaran langsung yang diambil oleh orang suruhannya.


"Sial!! Laila,, dasar mata-mata itu! Dia berhasil menipu semua orang!" Geram Kendra tak percaya.


"Tapi Siapa yang mengijinkannya berpakaian seperti itu?!" Ucap Kendra tak percaya melihat Laila berdiri di depan pintu.


Tapi berikutnya, telinga pria itu hampir meledak saat mendengar ibunya berbicara bahwa Laila bukanlah pelayan di rumah itu melainkan seorang teman dekat Samudra.


"Sialan!! Ibuku keterlaluan! Teman dekat dari mananya?


Dia hanya perempuan satu malam yang kembali untuk balas dendam!


Kita semua akan dihancurkan jika terus memberi kesempatan pada perempuan itu!" Ucap Kendra sesak nafas.


"Pak, lebih cepat menyetirnya!" Ucap Kendra pada sopir yang membawa mobil.


Ia segera tiba di rumah tua.


Dengan tergesa-gesa, pria itu naik ke lantai dua menuju kamarnya untuk berganti pakaian sebelum pergi ke taman samping rumah.


Tapi Kendra mengerutkan keningnya saat melihat Selin berdiri di depan pintu kamar Andra.


"Andra Sayang, ini Ibu,, nenek dan Kakek sedang menunggumu di pesta ulang tahunnya.


Ayo pergi bersama ibu.


Ibu akan memberikan banyak permen dan bermain bersamamu sepanjang hari.


Sayang ayo buka pintunya." Ucap Selin dengan nada yang sangat lembut sambil sesekali mengetuk-ngetuk pintu kamar Andra.


Kendra berhenti di tempatnya dan menatap perempuan itu sambil menghela nafas.


'Sial! Bahkan nenek sihir ini juga bisa ditipu oleh Laila!


Menyedihkan sekali!' gumam Kendra merasa sangat prihatin dengan perempuan yang sedang membujuk sebuah kamar kosong.

__ADS_1


"Apa yang kau lakukan?! Mengapa malah berdiri disini dan membujuk pintu kosong?" Tanya Kendra meski pria itu memang malas pada Selin, tapi kali ini,dia mendukung Selin untuk merebut dan mencegah Laila semakin merepotkannya dengan bocornya informasi perusahaan.


"Apa katamu? Aku sedang membujuk putraku supaya mau pergi bersama aku ke taman samping rumah." Ucap Selin.


"Ck,, ck,, kau sebaiknya lebih pintar sedikit saat menjadi seorang istri pertama.


Jika tidak, mungkin posisimu akan tergeser sebentar lagi!" Kendra menggelengkan kepalanya.


"Apa yang kau katakan? Kau mengataiku bodoh?!" Tanya Selin pada Kendra, ia sama sekali tidak mau disebut sebagai orang bodoh!


"Ck,, kau sendiri yang mengatakan dirimu adalah orang bodoh.


Sebaiknya kau pergi ke taman, karena Andra dan pelayan itu sudah ada di sana!" Ucap Kendra membuat Selin sangat terkejut lalu perempuan itu segera berlari menuruni tangga.


"Bodoh!! Meskipun aku membencimu karena sudah memanfaatkan pernikahan untuk membuat keluargamu mendapat status dan juga membuat keponakanku mengalami trauma, tapi aku lebih memihak mu daripada seorang mata-mata!


Sial!!


Aku harus cepat-cepat supaya bisa menghalau semua orang tertipu oleh Laila." Ucap Kendra segera memasuki kamarnya.


Sementara di kebun samping rumah, semua perempuan sudah meninggalkan perhatian mereka pada status ibu dan anak.


Mereka sedang fokus pada pakaian Laila yang terlihat sangat serasi di badan perempuan itu.


Beberapa gaun sangat sulit menyatu dengan tubuh kebanyakan perempuan, termasuk yang dipakai oleh Laila.


Tapi, gaun yang kebanyakan ditolak oleh perempuan itu ternyata sangat indah dikenakan oleh Laila.


Apalagi kini, perempuan itu berada di depan sedang berfoto bersama keluarga Anderson, semua perempuan semakin iri padanya.


"Itu gaun yang pernah di tolak oleh ratu film karena tidak cocok di tubuhnya!


Bagaimana bisa? Bagaimana bisa terlihat sangat cantik di pakai Laila?"


"Pantas saja dia bisa dekat dengan Samudra, ck,, ck,, pria sempurna memang cocok dekat dengan perempuan sempurna!"


Mereka masih berfoto saat Selin keluar dari pintu, Selin mendapati semua orang sedang terfokus pada kelima orang yang berdiri di depan.

__ADS_1


Lebih parahnya lagi, ia melihat kue ulang tahun Milik ibu mertuanya sudah dipotong.


Kelima orang itu sedang berfoto-foto layaknya keluarga besar yang harmonis!


Dengan kesal, Selin berjalan ke depan dan berdiri di depan Laila, menghalangi Laila terlihat oleh kamera.


Melihat adegan itu, Andra menjadi orang yang paling pertama bereaksi.


Pria kecil itu menatap tajam Selin sebelum menarik Laila ke samping.


"Sayang, kenapa malah menyingkir?" tanya Weleni melihat pada cucu kesayangannya.


Tapi Andra hanya bisa melihat sinis pada orang-orang itu, terutama pada Selin. Tatapan Andra yang terlalu jelas tidak menyukai Selin langsung terbaca oleh Weleni.


Weleni langsung menghela nafas lalu melihat Selin.


"Kali ini saja, tolong," katanya dengan pelan karena tidak mau mempermalukan Selin.


Selin menjadi sangat geram, mana mungkin dia dikalahkan oleh seorang pembantu?!


Selin menatap pada Laila lalu pada Andra.


"Sayang, kemarilah, kita harus mengambil foto keluarga." Ucap Selin pada Andra.


Tapi terlambat, karena anda sudah merasa sangat kesal bahkan kepada ada kakek dan neneknya dan juga ayahnya karena sudah membiarkan perusuh itu datang menganggu.


Pria kecil itu langsung menatap Laila sebelum menarik Laila dan meninggalkan taman.


"Sayang,, cucuku!" Weleni mengejar mereka.


Selin mematung memandangi kepergian ketiga orang itu, wajahnya segera menjadi pucat karena sudah dipermalukan dengan kejam!


@Interaksi



Satu jam 100 dollar!

__ADS_1


__ADS_2