Kembalinya Perempuan Buangan

Kembalinya Perempuan Buangan
BAB 65. Rasanya mendapat kepercayaan


__ADS_3

Pagi hari, Samudra terbangun dari tidurnya yang nyenyak dan mendapati seorang perempuan berada di pelukannya.


Wajah yang kecil, kulit yang putih bersinar di pagi, hari mata yang terpejam disertai bulu mata yang panjang dan lentik, bibir mungil dan hidung mancung.


Ia harus terpaku selama beberapa detik sebelum sadar bahwa perempuan yang sedang ia tatap adalah kekasihnya sendiri.


Tersenyum konyol pada dirinya sendiri, Samudra menurunkan wajahnya dan mendaratkan sebuah ciuman lembut di bibir Laila.


'Sayang, selamat pagi,' gumamnya yang tidak mau bersuara karena takut membangunkan tidur nyenyak Laila.


Turun dari tempat tidur, Samudra berjalan-jalan di apartemen Laila dan menemukan ruang kerja Laila dimana komputer-komputer begitu banyak.


Sebuah sketsa program diatas meja tengah pada ruangan itu sangat menarik perhatiannya.


"Ini,, apakah dia ingin membuat program?" Ucapnya mengamati gambar itu dan menemukan kalau sketsa yang digambar Laila sangat luar biasa.


"Bagaimana bisa,," gumamnya sangat terkejut bercampur kagum.


Tidak mau terpergok Laila bahwa dia sedang memegang barang-barang milik perempuan itu, Samudra keluar dari ruang kerja Laila dan memilih melihat-lihat di tempat lain.


Tiba-tiba ia menemukan sebuah dokumen yang tercecer di bawah meja.


'Apa ini jatuh?' Samudra meraih dokumen itu dan tanpa sengaja membaca tulisan Andreson grup di sala satu kertas.


Memperhatikannya dengan jelas, Samudra menggelapkan tatapannya sebelum mengembalikan kertas itu seperti semula.

__ADS_1


Kembali ke dalam kamar, pria itu melihat Laila dengan perasaan campur aduk.


'Apakah dia masih berpikir untuk menghancurkanku?


Apakah selama ini,, semua yang kami lalui adalah kebohongan?' gumam Samudra menghela nafas sebelum naik ke tempat tidur memeluk Laila dengan erat.


'Apapun itu, dia melakukannya untuk bebas dari Dewa.' Gumam Samudra.


Merasakan seseorang menariknya dan memeluknya dengan erat, Laila mengerjapkan matanya dan membuka kelopak matanya perlahan.


Wangi maskulin Samudra dan mata hitam pria itu langsung menyambut paginya.


"Selamat pagi sayang." Katanya membalas pelukan Samudra.


"Selamat pagi sayangku." Jawab Samudra mendaratkan sebuah kecupan besar di puncak kepala Layla.


"Baru saja." Jawab Samudra tak mau mengatakan apa pun pada Laila.


"Aku akan membuat sarapan." Ucap Laila segera melepaskan pelukannya dengan Samudra lalu perempuan itu berlari ke dapur.


Tiba di dapur, Laila mendapati bahwa apartemennya belum diisi oleh bahan makanan apapun karena sedari siang hari kemarin, ia mengisi perutnya dengan mie instan.


"Bodoh!" Gerutunya pada dirinya sendiri sebelum perempuan itu meninggalkan dapur.


Menoleh ke ruang tamu, Laila melihat dokumen yang kemarin ia lempar secara sembarangan masih berserakan di bawah meja.

__ADS_1


"Barang sialan ini!" Gerutunya memungutnya.


Baru saja dia selesai memungut berkas-berkas itu saat melihat Samudra kini keluar dari kamar dan berjalan mendekatinya.


"Apa itu?" Tanya Samudra berusaha bersikap tenang.


"Ini," Laila menjawab sambil menghela nafas panjang dan menyerahkan dokumen di tangannya pada samudera.


Melihat perempuan itu, hati Samudra serasa meledak karena sebelumnya dia sudah mencurigai Laila.


Mengabaikan dokumennya, Samudra malah memeluk Laila dengan erat sambil menenangkan hatinya.


"Ada apa?" Tanya Laila kebingungan, pria itu belum melihat isi dokumen, tapi kenapa sekarang perasaan haru malah melingkupi mereka?


"Aku sudah melihatnya tadi, aku pikir kau tidak akan memberitahuku." Ucap Samudra.


Laila diam sesaat.


"Aku pikir kau akan memarahiku saat melihat dokumennya." Ucap Laila kini memeluk erat Samudra.


'Ini rasanya,, rasanya mendapat kepercayaan dari seseorang. Kenapa baru sekarang? Seharusnya lebih cepat,, ' Gumam Laila.


@Interaksi


__ADS_1


Tapi siapa yang paling tulus?


__ADS_2