
Pesawat masih ada di atas udara saat kue Weleni memanggil seorang pramugari.
"Tolong antarkan makanan dan minuman ke kamar putraku dan tambahkan obat ini." Ucap Weleni memberi sebotol obat pada pramugari tersebut.
"Maaf Nyonya, tapi ini obat apa ya?" Kata Sang pramugari yang jelas melanggar etika ketika ia menambahkan sesuatu ke makanan penumpangnya tanpa sepengetahuan penumpangnya.
Apalagi jika barang tersebut malah membuat penumpangnya menjadi celaka!
"Itu obat putraku, Dia paling tidak menyukai obat jadi harus diberikan secara diam-diam." Ucap Weleni.
"Baik Nyonya." Jawab sang pramugari lalu pramugari tersebut kemudian membawa makanan ke kamar Kendra.
Ia mendapati dua orang masih tertidur dengan makanan yang tadi dibawa kan masih berada di atas meja tidak berubah posisi sedikitpun.
'Aku tidak yakin mereka akan memakan makanan ini, karena pesawat akan mendarat dalam waktu 1 jam lagi.' gumam Sang pramugari yang merasa cemas.
Pramugari itu meletakkan makanannya dan mengambil makanan yang sudah dingin lalu meninggalkan kamar milik Kendra dan Melinda.
Beberapa saat setelah kepergian sang pramugari, Melinda mengerjapkan matanya dan terkejut saat melihat seorang pria disampingnya.
"Tuan..!!" Teriaknya langsung bangun dan melihat seluruh pakaiannya.
__ADS_1
"Sial! Masih lengkap..!" Ucapnya dengan nafas tersengal-sengal lalu menoleh ke samping dan mendapati kalau mereka tidak tidur di ranjang yang sama melainkan di dua ranjang yang diletakan bersampingan.
"Bikin kaget saja!" Ucapnya menggertakkan giginya lalu turun dari tempat tidur karena merasa haus.
"Oh, ini makanan untukku?" Ucapnya melihat makanan yang sudah ditata diatas meja dan siap untuk dinikmati.
Melinda kemudian menghabiskan seluruh makanan itu.
Perempuan itu masih duduk menghadapi piring-piring yang kosong saat pramugari yang tadi datang mengantar makanan memasuki kamar mereka dan terkejut melihat Melinda telah menghabiskan semua makanan untuk Kendra.
'Ya Tuhan, aku harap obat itu tidak akan membuat perempuan ini mengalami hal-hal yang aneh.' gumam sang pramugari sebelum dengan profesional menyapa Melinda seolah tidak terjadi apapun.
"Terima kasih makanannya, sangat lezat dan sangat-"
"Makananmu?! Enak saja..!" Cibir Melinda lalu menoleh pada sang pramugari.
"Tolong bawakan dia makanan. Tapi, beri cabai yang banyak." Ucap Melinda setengah berbisik.
"Tapi Nona,,"
"Ssstt, aku yang akan bertanggung jawab." Lagi bisik Melinda.
__ADS_1
"Baik nona," jawab sang pramugari lalu keluar dari ruangan itu.
Sementara Kendra yang melihat perilaku kedua perempuan itu, ia mengeryit dan langsung memberi tatapan tajam saat Melinda menatapnya.
"Apa yang kalian bicarakan?" Tanyanya.
"Apa lagi?! Tentu saja urusan perempuan, apakah Tuan mau tahu?" Tanya Melinda.
"Cih..! Tidak penting!" Ucap Kendra lalu pria itu berdiri dan berjalan ke depan Melinda dan duduk disalah satu kursi.
"Oya, Kenapa Tuan bisa tidur di sampingku sementara tadi Tuan sudah pergi dari ruangan ini karena tidak mau satu tempat denganku?!" Tanya Melinda dengan wajah penuh kecurigaannya.
"Hahaha,, Ada apa dengan wajahmu itu?! Dengar ya... Kau pikir aku sudi satu kamar denganmu?! Kalau bukan karena kamu yang merayu semua orang di keluargaku mereka tidak akan membiarkanmu ikut dalam liburan ini apalagi sampai harus satu kamar denganku!" Ucap Kendra penuh dengan kekesalan.
"Lucu sekali..! Untuk apa aku merayu keluarga mu hanya untuk mendapatkan pria sepertimu?! Lebih baik melajang seumur hidup daripada menikah dengan pria gila sekks sepertimu!" Ucap Melinda dengan wajah penuh cibiran lalu perempuan itu berdiri meninggalkan Kendra.
"Ck,, Siapa juga yang sudi menikah dengannya!" Gerutu Kendra manatap pintu toilet yang telah tertutup.
@Interaksi
__ADS_1
Halla,, pakek bacot segala ni reder, udah kek kenalpot bajai ajah suaranya nyaring melebihi Limosin, padahal...?! ðŸ¤