
Mobil berjalan dengan kecepatan sedang seolah orang-orang di dalam mobil itu sedang baik-baik saja, tidak terburu-buru ataupun terlalu santai.
Tapi jika kamu membela dan melihat ke dalam mobil itu, suasana tegang dan mencekam akan menyambutmu seolah kau berada ditempat gelap gulita dengan suara-suara mengeringkan di sekitarmu.
4 orang duduk dalam mobil di mana 1 orang menyetir dalam kondisi canggung karena terselip di antara 1 keluarga yang sedang berseteru.
Yang lain merasa ketakutan, sementara yang lain menyimpan banyak pertanyaan di dalam hatinya dan seorang paling terakhir yang duduk di bangku paling belakang berada dalam kemenangannya.
Anita tersenyum melihat ke jendela mobil saat tiba-tiba saja ia mengingat seseorang yang hilang dari sisinya.
'Rama?' gumamnya meraih ponselnya.
Tidak ada satupun pesan atau panggilan tak terjawab dari pria itu, sementara mereka sudah hilang kontak selama beberapa jam, bahkan pria itu tidak berpamit saat meninggalkan gedung.
Memandang ke arah depan di mana semua orang sedang tegang, Anita mengabaikan mereka dan menekan nomor ponsel Rama.
Drrrtt,,, drrrtt,, drrrtt..
Panggilan telepon Anita tersambung berkali-kali, namun berkali-kali juga tidak ada jawaban dari Rama.
'Ada apa dengannya? Atau terjadi sesuatu?' gumam Anita dengan cemas sembari terus berulang-ulang kali menelpon Rama.
Sampai mereka tiba di rumah, panggilan Anita belum juga dijawab oleh Rama.
__ADS_1
Hal itu membuatnya semakin kesal dan kebenciannya pada Irmawati semakin dipacu oleh kekesalannya sebab Rama tidak menjawab panggilannya.
Memasuki rumah, Rizal tidak membiarkan siapa pun langsung tidur.
Ia mendudukkan kedua perempuan itu di ruang keluarga dan menatapnya bergantian.
"Anita, jelaskan semua kata-katamu tadi!" Ucap Rizal menatap putrinya.
Tersenyum mencibir ke arah Irmawati, Anita akhirnya menatap ayahnya.
"Jadi sebenarnya, Laila adalah anak kandung istri kedua ayah.
5 tahun yang lalu, Laila hamil diluar nikah dan membuat Ayah Laila yang merupakan seorang pengusaha menjadi bangkrut lalu menceraikan istrinya.
"Karena Laila sedang hamil di umur 14 tahun, maka kedua orang tuanya terlalu malu untuk mengakuinya dan memilih meninggalkan Laila demi sebuah keluarga yang lebih bahagia.
Aku tidak pernah berbohong tentang sikapnya yang terlalu buruk padaku selama 5 tahun ini!" Ucap Anita panjang lebar sambil sesekali menatap penuh kebencian pada Irmawati.
"Sayang, tidak seperti itu, semuanya tidak seperti itu," ucap Irmawati kini berkeringat dingin sambil menangis memandang pada suaminya.
"Lalu, kau bisa mengatakan pendapatmu sekarang." Ucap Rizal bersikap bijak diantara Putri dan istrinya.
"Laila bukan anak kandungku! Dan juga saat itu, aku tidak berniat meninggalkannya, tapi dia sendirilah yang kabur dari rumah.
__ADS_1
Dia memilih pergi bersama dengan kekasihnya keluar negeri daripada tinggal bersamaku." Ucap Irmawati dibarengi tangisannya.
"Dia bohong! Saat 5 tahun yang lalu, dia benar-benar meninggalkan putrinya di depan rumahnya lalu berpisah dengan suaminya.
Saat itu juga, aku dan Rama menyaksikannya, bahkan kami yang membawa Laila ke rumah sakit dan dia melahirkan hingga anaknya meninggal!" Ucap Anita tidak mau memberi kesempatan pada Irmawati.
"Bohong! Sayang, dia berbohong! Jelas sebelum perutnya membesar, Laila sudah kabur dari rumah dan pergi bersama kekasihnya!
Aku berusaha mencarinya kemana-mana, tapi tidak menemukannya dimanapun!
"Waktu itu, perjuanganku sangat berat bahkan dia yang bukan anak kandung ku pun aku tetap merelakan semua harta benda ku untuk kujual membayar orang untuk mencarinya, tapi mereka tidak bisa menemukannya karena Laila sudah pergi ke luar negeri!" Ucap Irmawati.
"Kalau begitu, kita bisa bertanya pada Laila. Dan kita lihat apakah cerita Laila sama dengan ceritaku atau sama dengan ceritamu yang jelas hanya karangan belaka!" Ucap Anita memelototi Irmawati.
Menahan kegeramannya, Irmawati menampakan kesedihannya paling mendalam.
"Sayang, kali ini saja, tolong percaya padaku!
Aku tidak mungkin melakukan hal sekeji itu!" Ucap Irmawati.
@Interaksi
Komentar berikut sangat tidak penting...!!!
__ADS_1
Tutup mata dan scroll ke bawah.