
Melihat Kendra memalingkan wajahnya, Melinda menangkap sesuatu yang mencurigakan.
Ia mendekati pria itu dan berusaha menatap mata Kendra yang terus menghindar dari tatapannya.
"Lihat..! Tuan bahkan tidak bisa menatap mataku karena Tuan sedang berbohong!" Ucap Melinda lalu dia kembali mencari kopernya di kamar pria itu.
"Cari saja..! Kau tidak akan menemukannya..!" Ucap Kendra lalu pria itu keluar dari kamarnya meninggalkan Melinda yang masih membongkar di kamar itu.
"Sial..! Dia benar-benar mencuri koperku!" Ucap Melinda menarik kopernya dari selah lemari pakaian Kendra dengan dinding.
"Dia sudah pergi?" Melinda kembali mengecek kamar itu untuk memastikan Kendra benar-benar keluar dari kamar itu sebelum membongkar kopernya dan memakai pakaiannya.
Setelah selesai, Melinda keluar dari kamar Kendra untuk kembali ke kamarnya. Tapi dia melupakan satu hal bahwa kartu kamarnya tertinggal di dalam kamar.
"Sial..!" Geram Melinda kembali membuka kamar Kendra dimana pintu kamar itu belum tertutup rapat.
"Bodoh..!" Umpat Melinda menarik kopernya ke meja rias lalu perempuan itu memakai riasan nya.
Sementara di aula resepsi pernikahan, Kendra Baru saja tiba dan bertemu seorang teman lama.
"Hei Bro, kau baru datang..?" Sapa pria bernama Barry.
"Hei,, seorang Pemimpin yang kuat!" Sapa Kendra lalu kedua pria itu saling berpelukan.
Barry memiliki makna: Seorang pemimpin yang kuat.
__ADS_1
"Kau datang sendirian?" Tanya Barry.
"Tidak, aku bersama keluargaku."
"Dan Kekasih?" Tanya Barry.
Kendra tertegun sesaat, mengapa saat ia mendapat pertanyaan seperti itu dia malah teringat akan seorang perempuan?
"Kekasih? Hahaha,,," Kendra tertawa keras.
"Aku belum berpikir untuk memiliki seorang kekasih. Lebih enak hidup bebas daripada dikekang seorang wanita, bukan begitu?" Ucap Kendra lalu keduanya kembali terkekeh.
Keduanya masih berbincang-bincang saat seorang perempuan dengan balutan busana berwarna pastel tiba-tiba muncul.
Wajah polos dan cantik dengan balutan gaun yang memperlihatkan lekuk tubuh sempurna Melinda langsung membuat Barry tertegun.
Barry malah melihat kagum ke arah belakang Kendra.
"Perempuan cantik!" Ucap Barry membuat Kendra terkekeh dalam hatinya dia sudah tidak menginginkan siapapun perempuan cantik itu selain Melinda.
"Kau in," Kendra berbalik untuk melihat sosok yang dimaksud oleh Barry, tapi dia berhenti saat melihat Melinda lah yang sedang dikagumi oleh temannya.
'Sial..! Kenapa dia berdandan seperti itu?!' gumam Kendra mengepal erat tangannya, namun tidak bisa berbuat apa-apa sebab dia dan Melinda tidak memiliki hubungan apapun selain hubungan permusuhan!
"Hai,," Barry melewati Kendra untuk menyapa Melinda.
__ADS_1
"Halo Tuan," jawab Melinda dengan sopan sembari dari sudut matanya memperhatikan seorang pria yang berdiri dengan tatapan datar.
"Apa kau datang sendiri? Bagaimana kalau aku menemanimu?" Tanya Barry dengan sangat sopan.
Melinda baru akan menjawab saat Kendra menarik Barry menjauh dari Melinda.
"Hei,, kita akan bertemu lagi, namaku Barry..!" Ucap Barry dengan wajah tersenyum cerah membuat Melinda ikut tersenyum.
"Pria yang aneh..!" Ucapnya.
Sementara Kendra yang menarik temannya ke sudut, pria itu menahan Barry lalu kembali mengintip Melinda, memastikan perempuan itu sudah memasuki aulah.
"Hei Bro, ada apa denganmu?" Tanya Barry pada Kendra.
"Jangan tertipu dengan wajah polosnya..! Dia perempuan dengan julukan serigala berbulu domba!" Ucap Kendra.
"Serigala berbulu domba? Haha,, benarkah?" Tanya balik Barry.
"Tentu saja..!" Jawab Kendra yang sebenarnya ingin mencegah pria itu mendekati Melinda karena entah kenapa ia benar-benar cemburu saat melihat kedekatan Barry dan Melinda.
"Itu sangat menarik perhatianku. Kalau begitu, aku harus menangkap serigalanya!" Ucap Barry pergi meninggalkan Kendra dalam kekesalan.
@Interaksi
__ADS_1
Tau ajah,, ðŸ¤
Lebih suka yang berpengalaman dari pada harus ngajarin lagi. 😎