
'Tidak,, aku tidak mungkin kalah dari seorang pelayan!' gumam Celine menghela nafas.
"Sebenarnya, aku tidak keberatan kalau kau melakukan apapun dengan suamiku, yang penting jangan melewati batas untuk berharap menjadi istrinya.
Oh,, astaga,, aku lupa mengatakan padamu kalau kau hendak merayu suamiku, sepertinya kau hanya bermimpi saja!" Selin menghela nafas.
"Sebenarnya, alasan hubungan ku dengan suamiku sama sekali tidak bahagia, bahkan kami tidur di kamar yang terpisah, itu semua karena dia mengalami kelainan seksual!" Ucap Selin mengagetkan Laila sampai mengeryit dan menatap Selin dengan rasa ingin tahu tinggi.
Kelainan seksual seperti apa yang dimaksud Selin?
"Kenapa? Kau kaget? Haha,, jangan bilang kau sudah pernah merayunya tapi diabaikan oleh suamiku!
Dia impoten!
Jadi, kalau kau mau menjadi istrinya, mungkin kau akan menderita seperti aku.
Dan lebih parahnya lagi, kalau kau berharap memiliki seorang anak, jangan pernah mengharapkan nya jika kau mau menikah dengan Samudra!" Selin masih ingin mengatakan beberapa hal, tetapi ia berhenti saat melihat ekspresi Laila yang terlihat seperti orang yang sedang menerima informasi yang sangat penting.
Tidak ada kekecewaan, kemarahan, atau ketidaksukaan yang ditunjukkan Laila.
"Apa kau mendengarku?" Tanya Selin.
"Ya, dengar Nyonya." Jawab Laila dengan wajah tunangannya.
"Jadi, Samudra meskipun terlihat sangat sek_si sebagai seorang pria, tapi dia memiliki kelainan pada miliknya.
Miliknya sulit tetap ereksi saat melakukan hubungan suami istri!" Ucap Selin penuh penekanan.
Ucapan Selin dijawab oleh anggukan Layla yang menandakan perempuan itu sangat mengerti dan sudah mendapat informasi berharga dari Selin.
__ADS_1
Hal itu membuat Selin menjadi sangat kebingungan "Apa kau mendengar semua yang ku katakan?" Tanya Selin yang tak yakin dengan ekspresi Laila.
"Tentu Nyonya, Terima kasih atas informasinya." Ucap Laila lalu berbalik membuka pintu kamar di belakangnya meninggalkan Selin dalam keadaan bingung.
"Ada apa dengannya? Paling tidak dia harus menunjukkan wajah kecewanya karena tidak memiliki kesempatan untuk merayu suamiku yang impoten!
Tapi,, hah,, Sepertinya dia terlalu terkejut sehingga tidak mampu lagi menunjukkan ekspresi yang tepat!" Ucap Selin sambil tersenyum puas.
Sementara Laila yang sudah menutup pintu kamar Andra, perempuan itu berdiri sambil mengingat-ingat kembali semua ucapan Selin.
'Samudra impoten? Oops!!' Laila menahan tawanya.
...
Sore hari saat Andra belum juga bangun, kedua tetua tiba di rumah Samudra.
Keduanya langsung pergi ke kamar Andra dan mengetuk pintu kamar lalu dibukakan oleh Laila.
Kedua ketua mengintip pada seorang pria kecil yang tidur pulas di atas tempat tidur.
"Tidak perlu. Kami hanya ingin berbicara denganmu." Kata Weleni lalu ketiga orang itu akhirnya mencari tempat yang nyaman untuk berbicara, yaitu balkon lantai 2 rumah Samudra.
"Laila, Coba ceritakan pada kami bagaimana caramu bisa sangat dekat dengan cucu kami?" Kata Weleni begitu antusias untuk mengetahui tips dari Layla.
Tapi pertanyaan perempuan itu malah membuat Laila juga kebingungan sendiri.
Sepertinya dia tidak melakukan apapun, tapi Andra tiba-tiba saja sangat dekat dengannya.
"Nyonya Tua, Saya juga tidak tahu mengapa Andra menyukai saya.
__ADS_1
Waktu itu, kami sama-sama terkurung di atas menara, lalu dia terus menatapku sambil memperingatkan supaya aku tidak mengganggunya.
Bahkan aku terpojokkan di sudut.
Tapi, begitu keluar dari menara dia menyukaiku begitu saja." Ucapan Laila yang jelas tidak mau menceritakan bagaimana dia sudah membantu Andra meretas sistem perusahaan dan mencuri beberapa informasi perusahaan.
"Hanya itu?" Tanya Weleni tidak percaya.
"Iya Nyonya." Jawab Laila dengan wajah meyakinkannya.
"Lalu, semenjak bersama cucuku apa saja yang kalian lakukan?
Misalnya ada sesuatu yang sangat menarik perhatiannya hingga membuatnya sangat lengket padamu?"
"Benar, misalnya kalian membaca bersama atau menonton bersama?" Silas menyambung ucapan istrinya.
"Tidak, saat dia membaca aku hanya duduk di depannya dan menunggunya selesai membaca.
Kalau dia makanpun aku hanya duduk di depannya menemaninya makan.
Kami tidak melakukan yang lain lagi." Jawab Laila membuat dua Tetua yang ada di depannya menghela nafas.
Kedua Tetua datang menemui Laila berharap mendapat pencerahan dari perempuan itu supaya mereka bisa melakukan hal yang sama dilakukan Laila untuk menarik perhatian cucu mereka.
Tapi, ternyata,,,
@Interaksi
__ADS_1
Biasalah, kalangan CEO bucin! Suka bikin ngakak😶 ato otornya terlalu lebay ya😂😂😂ðŸ¤