Kembalinya Perempuan Buangan

Kembalinya Perempuan Buangan
BAB 47. Berbalik melawan Keluarga Andreson


__ADS_3

Di sebuah rumah dengan gaya eropa, Selin baru saja tiba lalu menghempaskan diri di atas sofa.


Terlihat wajah perempuan itu pucat dengan kantung mata yang besar.


"Sayangku,, bagaimana perjalananmu?" Seorang perempuan yang merupakan ibu Selin menghampiri putrinya dengan semangat luar biasa di wajahnya.


"Ibu,, bisakah kau diam?" Ucap Selin yang sedang berada dalam suasana hati yang tidak baik.


"Ada apa? Apa kamu mempunyai masalah? Ayo ceritakan pada ibu atau kita makan dulu sebelum-"


"Jangan ganggu dia!" Tiba-tiba seorang pria paruh baya berjalan menghampiri 2 orang itu.


Dia adalah Robert, Ayah Selin yang merupakan pria berdarah Amerika.


"Honey, apa yang kau katakan? Jelas Putri kita sudah bekerja sangat keras, kita harus memberinya apresiasi." Ucap Vivin memandang sinis pada suaminya yang kini duduk di sofa tunggal.


Robert menghela nafas, istrinya adalah seseorang yang anti media sosial karena perempuan itu sangat menghargai kesehatan.


Vivin lebih suka menghabiskan waktunya dengan berolahraga daripada menggunakan ponsel yang bisa memberinya radiasi buruk.


Jadi jelas aja kalau Vivin tidak tahu apapun yang terjadi di pada putrinya selama beberapa hari terakhir.


"Honey, Bukankah ini waktumu untuk berolahraga? Aku ingin membicarakan sesuatu dengan Putri kita." Ucap Robert pada istrinya.


"Ahh, baiklah, kalau begitu ibu akan menemuimu lagi dalam 2 jam." Ucap Vivin pada putrinya sebelum pergi meninggalkan kedua orang itu.


Menatap kepergian ibunya, Selin menghela nafas besar sebelum melihat pada ayahnya.

__ADS_1


"Maafkan aku." Langsung kata Selin pada pria dengan rambut pirang yang duduk di depannya.


"Ceritakan apa yang terjadi?" Tanya Robert yang tidak bisa mempercayai semua berita yang beredar di internet.


Selin kembali menghela nafasnya "Dad, bagaimana kalau kita pindah ke Amerika. Di sini,, aku rasa kita tidak-"


"Daddy sama sekali tidak mengharapkan jawaban seperti itu!


Daddy hanya ingin mengetahui apa yang terjadi, dan apa kebenaran dibalik berita yang sedang menyebar." Ucap Robert menatap putrinya.


"Itu benar, Ayah sudah tahu kalau Andra sama sekali tidak mau menerimaku.


Anak kecil itu bahkan memilih seorang pelayan ketimbang aku yang menjadi ibu sambungnya.


Lalu ayah," Selin kembali menghela nafas nafas.


Lagi pula, Samudra itu, dia adalah pria impoten!


Aku sama sekali tidak bahagia menikah dengannya kecuali dengan semua pujian dan sanjungan yang kudapatkan lewat nama keluarga Anderson!" Ucap Selin yang sudah kelelahan mendapat teror dari fans fanatik Samudra.


"Jadi begitu, tapi Video itu, tidak mungkin ada yang bisa menyebarkannya selain keluarga Anderson sendiri." Ucap Robert yang jelas tahu bahwa tidak ada satupun orang yang berani mengganggu keluarga Anderson, apalagi sampai menyebarkan beberapa video yang bisa mempermalukan seorang dari anggota keluarga Anderson.


"Dad,," Selin tertunduk menatap tangannya yang gemetaran.


Bayang-bayang komentar yang ada di internet bersamaan dengan beberapa paket yang ia dapatkan membuatnya merasa sangat trauma.


"Ayah akan mengurusnya. Sebaiknya kau ke kamar dan istirahat." Kata Robert sebelum berjalan meninggalkan putrinya.

__ADS_1


Ia lalu menghubungi salah satu orang yang ia kenal bekerja di perusahaan D-IY perusahaan cabang milik Dewa.


"Halo Mr, Robert," jawab seorang pria dari seberang telepon.


"Aku setuju dengan tawaranmu, mari bertemu besok untuk membahasnya." Ucap Robert.


"Dad,," Panggil Selin saat ayahnya sudah mematikan panggilannya.


"Baby, ada apa?" Robert mendekati putrinya lalu memeluk putri satu-satunya yang menjadi putri kesayangannya.


"Seseorang datang." Ucap Selin dengan tubuh gemetaran karena seorang kurir datang membawa beberapa paket untuknya.


"Tidak apa, Daddy akan memeriksanya." Ucap Robert melepaskan pelukan putrinya lalu keduanya berjalan beriringan ke arah paket yang sudah diterima oleh pembantu.


Ada 5 paket, Robert mengambil salah satunya dan membukanya.


Isinya sebuah kain yang dipenuhi darah amis beserta sebuah kertas dengan tulisan.


SELIN ****! PERGI DAN GALI KUBURAN SENDIRI!


(**** ialah sepatah perkataan bahasa Inggris pasar yang sebagai satu kata kerja, bermaksud “berhubungan **** dengan”.


**** sangat identik dengan memaki dan menghujat orang lain.)


Melihat itu, Robert menjadi sangat marah dan menyuruh pelayan membuang semua paket itu sebelum memeluk putrinya.


"Tidak apa,, Daddy di sini!" Katanya sembari dalam hati ia menyalahkan keluarga Anderson atas apa yang terjadi pada putrinya.

__ADS_1


Sudah saatnya menggunakan senjata yang ada di tangannya!


__ADS_2