Kembalinya Perempuan Buangan

Kembalinya Perempuan Buangan
BAB 198. Laila siuman


__ADS_3

Membiarkan Laila dan Samudra terus dirawat di rumah sakit, Dewa kembali ke kediamannya.


"Bos," ucap Geral memenuhi perintah Dewa untuk menghadap pria itu.


"Pria kecil itu menghinaku, cari kesempatan menjauhkannya dari Laila dan bertemu denganku!" Ucap Dewa.


Tidak menjawab apapun, Geral kebingungan di tempatnya, bagaimana bisa pria kecil yang tidak mau bicara itu membuat Dewa menjadi kesal?


"Ada lagi Bos?" Tanya Geral setelah diam beberapa saat.


"Carikan aku akses ke pulau putih." Ucap Dewa kembali membuat Geral kebingungan.


Pulau putih adalah pulau pribadi yang terkenal tidak pernah didatangi oleh siapapun.


Bahkan akses untuk masuk ke sana hampir tidak pernah ada.


Saat menggunakan jalur lautan, di sekitar pantai pulau putih terdapat banyak jebakan yang diaktifkan, bahkan ikan-ikan tidak berani mendekati pulau itu karena sengatan listrik yang dipasang di bawah air.


Sementara menggunakan jalur udara, ada menara-menara tinggi yang mengelilingi pulau itu untuk mengacaukan sistem navigasi pesawat yang mendekat, dan rudal aktif untuk pesawat yang hendak menerobos.


Apa lagi jalur darat, tidak ada jembatan penghubung!


"Baik Bos, tapi kalau saya boleh tahu, Bos ada urusan apa dengan pemilik pulau?" Tanya Gerald yang sangat penasaran karena pemilik pulau itu adalah seorang peneliti terkenal.

__ADS_1


Bekerjasama dengan kemiliteran AS, bahkan menjadi salah satu peneliti yang paling banyak menyumbangkan idenya dalam teknologi kemiliteran AS.


Berurusan dengan pria itu sama saja berurusan dengan kemiliteran AS, berbahaya, dan hampir mustahil!


"Kau tidak perlu tahu alasannya, cukup cari tahu saja!" Ucap Dewa membuat Geral hanya berpasrah.


"Tunggu, bagaimana dengan Robert?" Tanya Dewa.


"Kapal selam yang ia tumpangi mengalami kerusakan, orang-orang kita sudah memastikan kalau kapal selamnya tenggelam di samudra luas. Dan putrinya juga sudah masuk dalam jebakan kita, sebentar lagi dia akan menjadi penghuni klub selatan." Jawab Geral.


"Kau boleh pergi." Ucap Dewa setelah mendengarkan laporan Geral.


Geral keluar dari ruangan Dewa dengan kepala cenut-cenut memikirkan tugas dari Dewa yang terlalu berat untuk ia kerjakan.


"Suami, sebaiknya kita kembali ke ibukota. Tempat ini sama sekali tidak membuatku nyaman, apalagi dengan kehadiran Dewa, pria tidak berguna itu!" Ucap Weleni.


"Ssstt, pelankan suaramu." Ucap Silas berdiri menarik istrinya supaya mereka duduk di sofa yang agak jauhan dari ranjang.


"Jadi bagaimana? Aku akan menghubungi Kendra supaya mengurus semuanya." Ucap Weleni.


Silas menghela nafas "Kau mau membawa anak dan menantu kita yang dalam kondisi kritis seperti ini dalam penerbangan berjam-jam? Bagaimana kalau terjadi sesuatu pada mereka berdua? Bahkan keduanya belum sadar setelah operasi berjam-jam!" Ucap Silas.


"Benar sih, tapi Aku hanya tidak tahan menghadapi pria yang terlalu sombong itu. Dia bahkan bersikap tidak baik pada cucu kita!" Ucap Weleni dengan geram.

__ADS_1


"Sudahlah, kita tahan saja. Lagi pula, kalau bukan karena orang-orangnya, kita sekeluarga mungkin sudah meninggal di pulau itu. Mari kita anggap ini sebagai cara kita menghargai pertolongannya."


"Tapi suami,, pria itu tidak tulus menolong kita, dia bahkan mengatakan akan menagih semua biaya yang sudah dikeluarkan untuk mengeluarkan kita dari pulau itu!" Ucap Weleni yang terlalu sulit menurunkan egonya.


"Sudah jan-" Silas menghentikan ucapannya saat melihat Andra tiba-tiba terbangun dan menatap Laila.


Kedua orang tua itu langsung berlari ke samping Laila dan melihat Laila sudah membuka mata.


"Tekan,, tekan belnya!" Ucap Silas membuat Weleni langsung menekan Nurse Call di dalam kamar itu.


"Mama," ucap Andra memandangi mata mamanya yang terlihat berbeda dari biasanya.


Kilauan yang selalu berada di sana sedang meredup.


"Mama baik, cuma mmh,, mama sulit menggerakkan badan Mama." Ucap Laila berusaha menggenggam tangan putranya.


"Sudah, jangan dipaksakan. Dokter akan segera tiba." Ucap Weleni.


"Tapi Bu, bagaimana suamiku?" Tanya Laila meneteskan air matanya.


@Interaksi


__ADS_1


Punya apa dia hingga sok-sok mau ngambek? Sekalian ajah hari Rabu diilangkan. biar jumlah hari jadi genap👍👍🤭


__ADS_2