
"Mungkinkah pria kecil itu adalah anak kandung satu-satunya Samudra?"
"Benar, Sepertinya begitu, tapi Siapa perempuan yang bersama dengannya?"
"Oh, astaga, Apakah itu ibu kandungnya?" Ucap salah seorang yang memang dekat dengan keluarga Anderson jadi dia sangat tahu kalau anak itu bukanlah anak Selin dan Samudra.
"Ya ampun!! Benar! Tapi,, sama sekali tidak ada kembarnya!"
Melihat semua orang menatapnya, Laila melihat pria kecil yang berwajah datar menatapi orang-orang itu.
"Sayang, perlihatkan senyummu." Kata Laila lalu Andra menoleh pada Laila dan tersenyum pada perempuan itu.
"Pada semua orang juga," ucap Laila
Tapi Andra sama sekali tidak mau tersenyum pada orang-orang
Pokoknya, senyumnya hanya untuk satu orang saja! Laila!
Tapi senyum Andra pada Laila sudah bisa ditangkap oleh orang-orang.
"Itu dia! Senyum mereka sama persis! Bahkan lekukan mata mereka saat tersenyum juga sama!
Jelas perempuan itu adalah ibu kandungnya!"
Mendengar bisikan orang-orang, Samudra akhirnya berbisik pada ibunya.
"Jangan memperkenalkan Laila sebagai pengasuh atau Andra mungkin akan meninggalkan taman ini tanpa memberi kadonya pada ibu." Bisik Samudra membuat Weleni langsung mengangguk-angguk karena ia sama sekali tidak malu dengan penampilan Laila malam itu.
__ADS_1
Sama sekali tidak ada kesan seorang pelayan pada gadis cantik itu.
Weleni segera berjalan ke depan dan meraih mic.
"Perkenalkan, pria kecil yang berjalan dari sana adalah cucuku, dan perempuan yang bersamanya adalah teman dekat putraku, Samudra." Ucap Weleni membuat semua orang terkejut.
Bahkan Laila juga sangat terkejut karena dia tidak disebutkan sebagai seorang pelayan, melainkan sebagai teman dekat Samudra.
'Cih! Teman dekat! Dapatkah Anda merubahnya menjadi musuh dalam selimut?!' pikirlah Laila terus mempertahankan senyumnya.
Tapi saat ia menoleh ke bawah dan melihat seorang pria kecil terus tersenyum padanya, perempuan itu malah menyesali kata-katanya dalam hati.
Dalam hatinya timbul perasaan untuk memiliki Andra sepenuhnya, karena senyum dan keimutan Andra yang terlalu menghipnotis.
Laila dan Andra terus berjalan ke arah Weleni yang sudah berdiri diatas panggung.
Weleni memaku karena dia sudah senang, untuk pertama kalinya ia akan mendapat senyum dari cucunya, tapi malahan pria kecil itu tersenyum pada Laila.
'Astaga Andra,, kau sangat menggemaskan!
Jangan katakan padaku kalau kau hanya memberikan hadiah itu pada nenekmu untuk menarik perhatianku!' gumam Laila merasa bersalah sebelum dia membuka mulutnya.
"Beri pelukan pada nenek." Ucap Laila memudarkan senyum di wajah Andra lalu pria kecil itu menoleh pada neneknya.
"Sayang, kemarilah dan peluk nenek." Ucap Weleni mengulurkan tangannya.
Tapi Andra mengingat apa yang telah dilakukan oleh neneknya, pria kecil itu segera berbalik dan mengeratkan pelukannya pada Laila.
__ADS_1
Dengan segera, wajah Weleni terlihat sangat murung karena cucunya menolak berpelukan dengan nya di depan semua orang.
"Andra, beri pelukan pada nenek." Ucap Laila membelai rambut Andra.
Pria kecil berumur 5 tahun itu kembali mengingat apa kata-kata Laila di kamar.
Dengan segera ia melihat neneknya, lalu dengan enggan melepaskan pelukannya pada Laila lalu berbalik memeluk Weleni.
Weleni yang mendapat pelukan pertama setelah 3 tahun akhirnya menangis tersedu-sedu.
"Sayang,, cucuku,, terima kasih terima kasih,," ucap Weleni.
Dengan itu, semua orang semakin yakin bahwa Laila adalah ibu kandung Andra.
"Sudah tidak diragukan lagi, perempuan itu adalah ibunya!
Karena selama ini aku tidak pernah melihat Andra sangat dekat dengan perempuan lain bahkan dengan Selin sekalipun!"
@Interaksi
Satu bab lagi baru mau di garap ya... semoga bisa cepat selesai.
Wkwkw..... nih siapa nih yang mau nyumbang satu muka, atau banyak2 juga boleh deh...
ternyata bermuka dua juga bisa memberi pahala kalo di sumbangkan buat yang membutuhkan,😂😂😂ðŸ¤
__ADS_1