
Setelah menidurkan Andra, Laila kembali ke kamarnya dan langsung memeriksa ponselnya.
'Sial! Mengapa jaringan di sini mati?" Gerutunya langsung meraih komputernya dan membukanya.
Baru saja dia akan menekan tombol powernya saat Samudra tiba-tiba mengetuk pintu kamarnya.
Laila menyimpan laptopnya lalu berjalan ke arah pintu.
Setelah membuka pintu, Laila langsung memberi hormat pada Samudra.
"Ada yang bisa saya bantu Tuan?" Tanya Laila.
"Mulai tadi siang semua jaringan komunikasi di rumah ini sudah di matikan.
Hal ini untuk mencegah Andra kembali melakukan hal-hal yang merugikan perusahaan.
Kalau kau ingin menghubungi siapa pun, kau bisa mengatakannya padaku." Ucap Samudra.
"Ah, begitu. Kalau begitu saya tidak akan sungkan saat saya perlu menghubungi beberapa teman saya." Ucap Laila dengan tenang sebelum berpisah dengan Samudra.
Setelah memastikan pintu di belakangnya tertutup dengan rapat, Laila menghela nafas sambil memejamkan matanya.
'Apakah itu alasan sesungguhnya?' Gumam Laila yang masih berusaha menebak alasan paling tepatnya.
Malam itu, Laila tidak bisa tidur dan terus berguling-guling di tempat tidurnya karena memikirkan misinya yang akan gagal lalu dia akan berakhir di tangan dewa.
Sebenarnya, dari soal penampilan dan kekerenan, Dewa mungkin mempati posisi pertama untuk semua pria yang bersaing dengannya.
Tapi masalahnya, trauma Laila untuk menjalin hubungan yang serius dengan lelaki, bahkan sampai menikah membuatnya sangat takut setiap memikirkan ucapan Dewa untuk menikahinya.
"Sial!! Aku tidak bisa tidur karena takut!" Ucapnya segera bangun dan berlari ke kamar mandi.
__ADS_1
Baru saja perempuan itu mengguyur tubuhnya dengan shower saat seorang laki-laki menggunakan kunci serep membuka kamar Laila.
Tanpa menghasilkan suara, Samudra memasuki kamar dan mendengar shower yang dinyalakan dari kamar mandi.
Pria itu terdiam sesaat sebelum keluar dari kamar Laila dan menutup pintu.
Tapi Samudra sangat terkejut saat melihat putranya berdiri menatapnya.
Terpergok!
Satu kata untuk Samudra.
"Ayah baru saja memeriksa tantemu, Apakah dia sudah tidur atau belum." Ucap Samudra menutup rapat pintu di belakangnya.
Tapi anak kecil berumur 5 tahun di depan Samudra bukanlah anak kecil yang mudah dibohongi.
Andra meniti Samudra dengan tatapan tajam seolah meminta penjelasan yang lebih masuk akal dari ayahnya.
Samudra segera berbalik dan mengunci pintu kamar Laila.
Setelannya, ia menggendong putranya lalu mereka kembali ke kamar Andra.
"Apa aku menyukai Laila?" Tanya Samudra.
Meniti ayahnya, Andra akhirnya menganggukkan kepalanya.
"Apa aku mau selamanya Laila berada di rumah kita dan tinggal bersamamu?
Menyanyikan lagu di malam hari dan menemanimu di siang hari?" Lagi tanya Samudra.
Meski Andra tidak menyukai sikap ayahnya barusan, tapi pria itu masih menjawab ayahnya dengan menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
"Kalau begitu, apa kau mau Laila tidak pernah pergi meninggalkan rumah ini dan terus berada di rumah ini bersamamu?"
Anadra kembali mengangguk.
"Ayah bisa mewujudkannya. Ayah akan membuat Laila menjadi ibumu, dengan beg-" Samudra menghentikan kata-katanya saat melihat anaknya yang duduk di sampingnya langsung berdiri dan menjauh dari Samudra.
Selain menjauh, Andra tidak lupa memberikan tatapan peringatan yang sangat dalam supaya ayahnya tidak mengatakan hal-hal terlarang!
Mungkin saja petir akan menyambar kalau mendengarnya!
Bagaimana bisa kakak kesayangannya berubah menjadi ibunya?!
Jelas Laila harus berubah dari kakak kesayangan menjadi istri kesayangannya!
Melihat putranya, Samudra hanya bisa menghela nafas lalu kembali membuka mulutnya.
"Kau pikir anak kecil berumur 5 tahun bisa menikah dengan perempuan berumur 20 tahun?" Tanya Samudra ditanggapi Andra dengan diam.
Anak berumur 5 tahun itu memikirkan kata-kata ayahnya sambil tertunduk menatap lantai yang memantulkan bayangan dirinya.
"Sudahlah, seberapa keras pun kau memikirkannya kau tidak mungkin bisa menemukan solusinya.
Karena posisi yang tepat supaya Laila terus berada disisimu adalah menjadikannya ibumu." Ucap Samudra lalu berdiri meninggalkan putranya membiarkan anaknya memikirkan kata-katanya barusan.
@Interaksi
2 Bab lagi otor usahakan secepatnya,,
APA ALASANNYA? AKU JUGA SEORANG PRIA! MESKI MASIH KECIL! Tulis Andra di catatannya.
__ADS_1